AIDS - Pembunuh Manusia
Tuesday, May 04, 2004 (10:56:49)

Posted by SALIB

AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), adalah tahap akhir dari seseorang yang terinfeksi virus HIV (human immunodeficiency virus). Virus ini menyerang sistem kekebalan manusia - pertahanan tubuh manusia yang paling penting untuk menghadapi penyakit.
Begitu tubuh kita kena HIV, virus ini akan terus ada di tubuh dan melemahkan sistem kekebalan tubuh kita yang ada pada sel darah putih, sehingga kita mudah dihinggapi bermacam macam penyakit, termasuk penyakit "sepele" yang nantinya bisa berkembang menjadi sebuah penyakit yang serius dan parah hingga akhirnya akan berakibat kematian.

ASAL MULA AIDS
Terjadinya simpang siur asal mulanya AIDS semakin membuat penyakit ini semakin penuh misteri. Ada yang berpandangan bahwa AIDS sengaja diciptakan sebagai senjata biologis untuk menghancurkan musuh. Ada lagi yang berpendapat bahwa AIDS timbul pertama kali di Afrika akibat dari kemiskinan dan nutrisi yang buruk karena kemarau yang berkepanjangan.
Namun sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa HIV berasal dari SIV (simian immunodeficiency virus) yang dibawa oleh sejenis kera, simpanse Afrika.Secara genetik kedua virus ini sama, kata Dr. John R. Diggs Jr dari The Physicians Consortium. SIV di kera tersebut tidak berbahaya, tetapi pada manusia, kata para ilmuwan, virus tersebut bermutasi menjadi HIV.
Para ilmuwan tidak dapat menjelaskan secara pasti bagaimana SIV dapat berpindah ke tubuh manusia. Hipotesa yang terkenal mengenai hal ini menjelaskan bahwa berpindahnya virus ini kepada manusia terjadi pada awal tahun 1930 ketika para pemburu membunuh simpanse-simpanse dan memakan dagingnya.
Tetapi seorang jurnalis berkebangsaan Inggris, Edward Hooper meyakini bahwa mutasi SIV ke tubuh manusia terjadi saat SIV ditansfusikan kepada manusia melalui uji coba oral polio vaccine (OPV) yang dikembangkan pada tahun 1950 oleh Hilary Koprowski - menurut penjelasannya dalam buku yang diterbitkan tahun 1999: The River: A Journey to the Source of The Origin of HIV and AIDS.
Hoover mengemukakan alasannya, vaksin Koprowski telah terkontaminasi oleh SIV dari simpanse saat proses pembuatannya. Kendati vaksin itu akhirnya dihentikan, namun hampir satu juta orang di Kongo, Burundi, dan Rwanda mendapatkan vaksin eksperimen tersebut, yakni antara tahun 1957 sampai 1960.

PENYEBAB
HIV menginfeksi sel-sel darah putih, termasuk sel T-helper dan macrophages, yang memegang peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini melekat atau menempel pada molekul-molekul CD4 receptor. HIV masuk ke dalam sel-sel CD4 dan membawa plasmanya sendiri ke dalam sistem reproduksi. Sel itu kemudian menghasilkan lebih banyak HIV yang kemudian tersebar kepada sel-sel CD4 lainnya. Akhirnya sel-sel yang terinfeksi itu menjadi mati. Sistem kekebalan tubuh manusia memproduksi jutaan sel CD4 setiap hari, tetapi HIV menghancurkannya secepat mereka berproduksi.

GEJALA-GEJALANYA
Manusia yang terinfeksi dengan virus ini perlahan-lahan namun pasti mengalami penurunan daya tahan tubuh. Biasanya mereka mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, mudah letih, demam, hilangnya nafsu makan dan berat badan, diare, infeksi pada daerah mulut dan vagina, dan sering berkeringat pada malam hari. Seringkali virus ini menginfeksi otak dan sistem syaraf. Perlahan namun pasti, orang yang terinfeksi itu akan mati.

BAGAIMANA AIDS DITULARKAN?
Para peneliti mengatakan bahwa ada 3 cara dimana virus HIV ditularkan: 1. melalui hubungan seksual dengan penderita AIDS; 2. berkontak langsung dengan darah yang terinfeksi; 3. ditularkan dari ibu kepada janin yang dikandungnya. Menurut penyelidikan, sebab nomor satu adalah yang terbanyak. Melalui hubungan intim ini HIV dapat ditularkan oleh berbagai bentuk kegiatan seks, seperti melalui alat vital, anal seks (melalui dubur), dan oral seks (melalui mulut).
Celakanya, para pecandu narkoba mengalami masalah yang serius juga, sebab jarum suntik merupakan media yang paling ampuh untuk menyebarkan HIV. Dan rumah sakit yang bisa kita andalkan untuk menyembuhkan penyakit kita dapat juga menjadi media untuk menyebarkan virus HIV ini, bila pihak rumah sakit tidak mengadakan seleksi yang ketat terhadap darah yang akan didonorkan. Sebab darah yang telah terinfeksi HIV akan menularkan virus ini kepada si penerima. Para perawat dan dokter yang tidak hati-hati dapat tertular dengan virus ini bila penanganan terhadap benda-benda kedokteran seperti jarum bekas pasien pengidap HIV tidak ditangani dengan hati-hati.

KASUS DI INDONESIA
Dari data yang dikumpulkan Departemen Kesehatan, hingga akhir Desember 2000 angka kumulatif AIDS di Indonesia mencapai 452 kasus, sedangkan angka infeksi HIV sebanyak 1.172 kasus. Dari 1.172 kasus, 18 orang di antaranya merupakan ibu hamil, sedangkan dari 452 kasus AIDS, 50 persen di antaranya meninggal dunia.
Menurut UNAIDS pada 1999, tingkat prevalensi AIDS di Indonesia kurang dari 0,05 persen, prevalensi HIV nasional saat ini kurang dari satu persen, sedangkan subpopulasi tertentu lebih dari lima persen, misalnya Irian Jaya karena heteroseksual mencapai 26,5 persen, sedangkan di DKI karena jarum suntik mencapai 15 persen (menurut sebuah sumber surat kabar yang dapat dipercaya).
Beberapa lembaga asing saat ini telah memberikan estimasi terhadap jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia. Versi Mikel Linen (CDC Atlanta) memperkirakan jumlah tertinggi 2,5 juta kasus, tengah-tengah antara 300 ribu hingga 500 ribu kasus dan terendah antara 20 ribu hingga 50 ribu kasus, sedangkan versi WHO (1999) terdapat 52.283 kasus.
Menurut data hingga 31 Desember 2000, faktor risiko infeksi HIV pada kasus AIDS 54,2 persen karena heteroseksual, 0,7 persen transfusi darah, 17,7 persen IDU, 0,2 persen hemofili, 18,4 persen homo/biseksual, 1,3 persen perinatal, dan 7,5 persen tidak diketahui.


PERAN GEREJA
Sejauh ini belum ada obat yang manjur untuk mengatasi penyakit AIDS. Para peneliti masih dalam tahap "mengembangkan obat yang paling manjur" untuk mengatasi AIDS.. Lalu bagaimanakah peranan gereja terhadap orang-orang yang terkena penyakit ini?
Kita harus sadar bahwa kualitas dan kuantitas dosa yang semakin meningkat semakin mengibarkan kejayaan dosa. Hubungan seks bebas dan berganti-ganti pasangan menjadi gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan. Bukan hanya laki-laki dengan wanita, tetapi juga pria dengan pria dan wanita dengan wanita. Di sinilah virus HIV tumbuh dengan subur!
Tidak hanya itu saja, pemakai narkoba yang meningkat juga menjadi pemicu yang tidak kalah hebatnya. Sepertinya mereka tidak lagi menganggap bahwa AIDS adalah penyakit yang mematikan.
Belum lagi bila kita berpikir tentang bayi-bayi yang tak bersalah namun harus "mewarisi" virus HIV dari ibunya.
Dosa harus kita benci! AIDS dan HIV harus kita perangi! Namun orang yang terjangkiti harus kita kasihi. Kita semua tahu bahwa pengidap HIV akan dikucilkan dari lingkungan. Secara otomatis masyarakat tidak ingin ada di antara mereka ada yang tertulari penyakit ini. Lalu mereka beramai-ramai mengusir para penderita AIDS. Kita harus peduli dengan orang-orang seperti ini, sebab Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi mereka yang berdosa. Gereja adalah kaki dan tangan Tuhan untuk menjangkau dan merangkul mereka.
Contoh yang baik kita temukan di gereja Free Methodist, Kigali, Rwanda, di mana para penderita AIDS berkumpul bersama-sama untuk mengikuti pelajaran Alkitab. Ada kurang lebih 200 orang senasib yang haus dan rindu untuk belajar firman Tuhan. Pria, wanita, dan anak-anak bersama-sama mengangkat tangan untuk memuji Allah.
"Aku bersyukur kepada Allah karena gereja-Nya," kata salah satu anggotanya, Valerie. "Gereja membayar semua biaya sekolah anakku. Mereka memberikan makanan dan tempat tinggal. Aku bersyukur kepada Allah bila aku ada di gereja, sebab jika tidak?? aku tidak akan mendapatkan pertolongan itu."
"Melalui pengalamanku aku dapat menolong mereka yang positif kena HIV. Saya ingin mereka tahu bahwa mereka masih mempunyai pengharapan. Mereka masih dapat menari."
Dimulai dari 45 wanita dan 10 anak-anak, pelajaran Alkitab ini bertumbuh dengan cepat dan menjadi yang terbesar di daerah itu.
Melalui artikel tentang AIDS ini kiranya kita sadar bahwa dosa membawa dampak yang buruk. Dosa membawa maut. Dosa membawa manusia ke dalam jurang kesengsaraan. Ingatkan anak-anak Anda dan bawalah mereka selalu di dalam doa Anda supaya mereka berjalan di dalam terang firman Tuhan. Dan yang tidak kalah pentingnya, kasihilah mereka yang menjadi korban keganasan HIV!(© salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net