BERDOA TANPA JEMU
Wednesday, July 07, 2004 (14:31:12)

Posted by SALIB

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Matius 7:7).

Yesus tidak mengajarkan kita meminta, mencari, dan mengetuk pintu satu kali saja, tetapi seumur hidup kita. Sebab kalimat yang diucapkan Tuhan Yesus di atas bukanlah dalam bentuk aorist tense, tetapi dalam bentuk present tense ? artinya dilakukan berulang-ulang. Perintah Tuhan Yesus ini dapat dikatakan demikian, "Mintalah terus - menerus, maka akan diberikan kepadamu; carilah terus-menerus, maka kamu akan mendapat; ketoklah terus-menerus, maka pintu akan dibukakan bagimu."

Doa seperti ini bukanlah doa pengulangan tanpa arti atau bertele-tele, seperti sindiran Tuhan Yesus terhadap orang munafik (Mat. 6:7). Yang dimaksud di sini adalah doa yang dinaikkan dengan iman, keyakinan, dan keberanian. Ilustrasi ini kita dapat temukan dalam kisah Perempuan Kanaan (Mat. 15:21-28). Perempuan ini tidak berhenti memohon kepada Tuhan Yesus sampai Ia mengabulkan permintaannya. Sebenarnya Yesus sendiri menguji keteguhan hatinya dengan mengatakan bahwa kelepasan bukanlah untuk orang non Yahudi. Tetapi wanita ini tidaklah putus asa. Ia tahu bahwa Yesus adalah Tuhan bagi semua bangsa, jadi ia tidak bergeming untuk terus memohon dengan keberanian, keyakinan, dan iman supaya anaknya disembuhkan. Usahanya tidaklah sia-sia, karena Yesus menyembuhkan anaknya!

Kisah lainnya dapat Anda temukan dalam peristiwa menjelang terangkatnya Elia ke surga (2 Raj. 2). Berita akan terangkatnya Elia ke surga sebenarnya bukanlah berita rahasia, karena banyak orang tahu, terutama nabi-nabi Allah. Tetapi hanya Elisa yang bersungguh-sungguh mengikutinya kemana saja Elia pergi. Meskipun Elia menyuruh Elisa untuk menunggu, tetapi Elisa bersikeras untuk terus mengikutinya. Mengapa Elisa begitu bersikukuh untuk mengikuti Elia? Sebab ia ingin mendapatkan rahasia kekuatan dan urapan yang ada pada Elia. Karena kegigihannya inilah akhirnya ia benar-benar mendapatkan urapan dua kali lipat dari urapan Elia.

Saudara, jawaban doa memang mutlak dari Allah. Namun tanpa usaha dari kita juga, maka tidak ada satu pun dari doa kita yang akan dijawab. Prinsip ini hendaklah dipahami supaya Anda tidak malas berdoa. Allah menghendaki kita berdoa dengan tidak jemu-jemu. Karena doa adalah satu-satunya sarana komunikasi antara Allah dengan umat-Nya. Jadi janganlah mengidentikkan doa hanya dengan permintaan saja. Doa yang benar akan membangun hubungan yang intim dengan Allah. Anda akan semakin dibuat peka dengan suara-Nya.

Anda mempunyai permintaan pada Allah? Sejak pertama kali Anda memohon, Allah telah mendengarnya. Lalu, mengapa belum dijawab? Sebab Anda harus berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Dan pada saat yang terbaik Allah akan menjawab permintaan Anda itu. Percayalah!(© salib.net)

Janganlah berdoa bila engkau tidak serius dengan permintaanmu.

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net