JARAK TERPENDEK
Tuesday, July 06, 2004 (13:41:03)

Posted by SALIB

“Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup” (Amos 5:4).

Salah satu konsep geometri Euclidean adalah “jarak terpendek dari 2 titik adalah garis lurus”. Benar! Tetapi mengaplikasikan konsep sederhana ini dalam kehidupan ternyata jauh lebih sulit. Kendati kita telah melihat dengan jelas jarak terpendek antara titik “masalah” dengan “penyelesaian”, namun untuk membuat garis lurus itu ternyata tidak mudah. Begitu pula antara titik “hutang” dengan titik “lunas”, titik “kekerasan” dengan titik “perdamaian”, dan titik “kerusuhan” dengan titik “keamanan”.

Alkitab mengingatkan kita berkali-kali bahwa sebenarnya jarak antara titik “malapetaka” dengan titik “kelepasan” tidaklah jauh. Seperti Allah firmankan, “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” Mudah, bukan?

Kalimat “Carilah Aku, maka kamu akan hidup”, dalam bahasa aslinya hanya terdiri dari dua kata: dir’shuni vich’yu. Dua kata ini sependek titik antara penghukuman dengan pengampunan, kematian dengan kehidupan, dan penghakiman dengan kelepasan.

Firman sederhana ini diucapkan kepada bangsa Israel melalui Nabi Amos. Allah memberi peringatan kepada mereka supaya tidak “banyak ulah” dengan mencari jalan memutar atau penuh dengan belokan. Sebab dalam ayat berikutnya Allah melarang mereka untuk berkelok-kelok di Betel, Gilgal, dan Bersyeba (ayat 5). Ada apa dengan Betel, Gilgal, dan Bersyeba? Itu adalah tempat-tempat favorit orang Israel memuja berhala. Selama hati mereka masih memikirkan tempat-tempat itu, selama itu pula mereka akan tergoda untuk memuja dewa-dewa asing.

Saudara, prinsip keselamatan yang kita kenal selama ini adalah prinsip yang sederhana. Yesus telah membayar semua kesulitan-kesulitan untuk datang kepada Allah dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Alkitab berkata bahwa untuk menerima keselamatan, manusia cukup mengaku dan percaya maka mereka akan diselamatkan (Rm. 10:9). Tetapi, untuk menjaga keselamatan itu diperlukan konsentrasi yang tinggi supaya pikiran dan hati kita tertuju kepada Allah. Maksudnya hati kita terfokus pada satu titik: Kristus! Seperti Alkitab katakan, “Marilah kita melakukannya dengan MATA YANG TERTUJU kepada Yesus ….” (Ibr. 12:2.

Setelah kita diselamatkan, bukan berarti kita melupakan firman ini. Allah memberikan perintah supaya mencari-Nya terus dengan maksud agar hati kita selalu merindukan-Nya dan mata kita selalu terfokus kepada-Nya. Lihatlah, betapa banyaknya orang Kristen yang mengabaikan “titik terpendek” ini dengan mencoba-coba jalan lain. Akhirnya mereka terjebak dalam kenikmatan duniawi. Maksudnya sih tadi mau ke gereja, eh lha kok nyasar ke plaza! Maksudnya sih tadi mau ke persekutuan, eh lha kok nyasar ke panti pijat!

Mencari Tuhan adalah kewajiban orang percaya. Dengan selalu mencari Tuhan, berarti Anda membuka diri untuk dipenuhi dengan kemuliaan-Nya dan menutup peluang dunia menggoda Anda.(©salib.net)

Firman Tuhan adalah makanan bergizi untuk meningkatkan daya konsentrasi pada Kristus.

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net