RODA KEHIDUPAN
Tuesday, July 06, 2004 (09:06:05)

Posted by SALIB

"Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya" (Mazmur 102:14).

"Hidup itu seperti roda," kata seorang pemuda menasihati temannya yang berwajah muram. "Kadang kita berada di atas, kadang di bawah."

"Tapi sepertinya hidupku hampir tidak pernah berada di atas," keluh temannya.

"Jangan berkecil hati, kawan, roda kendaraan itu pasti akan tetap bergulir. Dan pada saatnya nanti engkau akan berada di atas."

"Bagaimana bergulir, lha wong pas aku lagi di bawah, kendaraannya ngadat....!"

Saudara, begitu banyak orang hidup dengan pesimis. Mereka tidak bergairah untuk bekerja, belajar, berkreasi, atau lebih jelasnya, malas hidup. Apalagi di tengah tekanan krisis yang tak kunjung reda ini, banyak orang tenggelam dalam alam mimpi. Setiap hari kerjanya melamun dan berkhayal....seandainya?seandainya.....! Disuruh bekerja? Kerja apa yang dapat menghasilkan cukup uang untuk membiayai keluarga untuk masa sekarang ini? Buka saja warung! Ah, banyak saingan. Buka saja toko kecil! Ah, penghasilannya kecil, nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Buka usaha lain! Nggak punya modal. Kalau begitu, melamar saja di perusahaan! Dengan ijazah SMP ini, ah yang benar aja?!

Mungkin Anda bukanlah tipe pemalas yang tidak mau berusaha. Justru sebaliknya Anda sekarang ini sedang giat-giatnya bekerja membanting tulang. Tapi mengapa berkat Allah tak kunjung datang? Ditambah dengan anak sakit, isteri ngomel terus, mertua uring-uringan, dan berbagai persoalan menimpa, ikut menambah keruwetan hidup Anda. Anda benar-benar berada pada titik terendah dari roda kehidupan.

Salomo mengatakan bahwa kehidupan ini adalah sebuah siklus. Ia berkata: "Untuk segala sesuatu ADA MASANYA, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam" (Pkh. 3:1, 2). Salomo mendaftarkan kurang lebih 14 pasangan kejadian dalam hidup yang saling bertolak belakang pada ayat-ayat selanjutnya. Siklus ini adalah fakta bagi setiap orang yang hidup di bumi ini.

Kalau Anda adalah orang yang taat beribadah kepada Tuhan, ada berita gembira buat Anda: Allah akan bangun dan menyayangi Anda! Seperti Salomo katakan setelah ia mendaftarkan siklus kehidupan itu: "Ia membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya...." (Pkh. 3:11). Haleluya! Ternyata Allah tidak berdiam diri. Ia sedang mempersiapkan suatu hari, suatu waktu, suatu masa di mana Allah akan memulihkan kita.

Setiap kali menghadapi persoalan bersikaplah sebagai prajurit Kristus, yang pantang menyerah. Kita memiliki pengharapan di dalam Kristus, sesuatu yang tidak dimiliki orang dunia, untuk berlayar mengarungi ganasnya badai kehidupan. Inilah janji-Nya buat kita: "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai IA AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU JALAN KE LUAR, sehingga kamu dapat menanggungnya" (1 Kor. 10:13).(©salib.net)

Waktu Allah bukanlah waktu kita; waktu kita bukanlah waktu Allah.

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net