BEKING KITA
Tuesday, July 06, 2004 (08:47:03)

Posted by SALIB

"Orang-orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya" (1 Tawarikh 20:8).

Di dalam Alkitab tidak banyak petunjuk yang menceritakan tentang "orang-orang raksasa" seperti yang disebutkan di atas. Hanya yang Alkitab pernah sebutkan adalah adanya suatu suku di Kanaan yang disebut orang-orang raksasa, yaitu suku Enak (Bil. 13:33). Akibatnya, sepuluh dari dua belas pengintai yang diutus Musa ke Kanaan, memberi laporan yang menakutkan ketika mereka melihat orang Enak itu (Bil. 13). Lebih parah lagi mereka seolah-olah seperti belalang di hadapan mereka.

Ketakutan yang ditunjukkan oleh sepuluh pengintai itu sama sekali tidak beralasan, sebab dalam sejarah peperangan / perkelahian antara umat Allah dengan orang-orang raksasa, kemenangan selalu menjadi milik umat Allah. Siapa yang tidak kenal Goliat, orang Filistin yang pongah itu, yang tingginya hampir 3 meter? Bukankah si "under dog" Daud berhasil mempecundanginya (1 Sam. 17:4-51)? Dalam kisah di kitab Tawarikh ini kita menemukan lagi orang-orang raksasa yang ditewaskan oleh Daud dan anak buahnya.

Sore harinya, si "jagoan cilik kampung" sudah datang duluan di tempat yang ditentukan. Dengan gaya seorang jagoan, ia menunggu dengan sabar tantangan anak yang memang sering ingusan itu. Dari kejauhan ia melihat anak kecil berjalan ke arahnya dengan.........ya ampun, siapa orang yang badannya gede di sampingnya itu? Lho, itu kan sang juara nasional tinju kelas berat yang baru-baru ini menjungkalkan lawannya dengan KO pada ronde pertama? Wah, daripada urusan menjadi runyam lebih baik ia ........lari! Nggak tahunya si Anton ngajak bapaknya yang memang jagoan tinju itu!

Mungkin kita tersenyum geli membaca kisah di atas. Tetapi tanpa sadar semua orang Kristen sebenarnya diperhadapkan pada semacam "perkelahian", baik dengan persoalan, sakit penyakit, ataupun dengan segala macam masalah. Hanya yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang akan "berkelahi"? Kita ataukah Bapak kita? Kelihatannya ekstrim, bukan? Tetapi firman Tuhan jelas berkata: "Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan DIAM SAJA" (Kel. 14:14)? Alternatif pilihan terletak pada kita!

Siapakah yang menjadi "beking" dalam hidup kita? Kunci keberhasilan rasul Paulus dalam menghadapi setiap kesukaran adalah Pribadi yang menjadi beking-nya. Ia berkata: "........Tuhan telah MENDAMPINGI aku dan MENGUATKAN aku??" (2 Tim. 4:17). Haleluya, Dia adalah Allah yang mendampingi kita, meskipun tidak nampak oleh mata jasmani. Tetapi dengan yakin kita berkata seperti nabi Elisa: "........SEBAB LEBIH BANYAK YANG MENYERTAI KITA DARIPADA YANG MENYERTAI MEREKA" (2 Raj. 6:16). Haleluya, tidak ada alasan bagi orang benar untuk takut!(©salib.net)

Bila engkau menghadapi masalah, tutuplah mata jasmanimu dan bukalah mata imanmu.

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net