KEMATIAN ORANG BENAR
Friday, August 25, 2017 (03:23:46)

Posted by admin

“Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus ……” (Galatia 2:16).

Kalau untuk masuk surga diberi syarat “melewati rambut dibelah tujuh”, agaknya tidak ada satu pun manusia yang sanggup melakukannya. Tapi itulah yang coba dilakukan oleh hukum Taurat. Dan memang buktinya tidak satu pun manusia yang sanggup melakukannya. Dan itu pula maksud Allah memberikan hukum Taurat, yakni supaya manusia sadar bahwa tidak ada perbuatan manusia yang sanggup membawanya ke surga. Jadi hanya melalui kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus saja kita dapat memperoleh hidup kekal itu. Dan firman Tuhan menyatakan bahwa hukum Taurat sudah mati, supaya kita hidup bagi Allah. Dan kita akan melihat kematian lainnya yang harus terjadi dalam hidup kita setelah kita menerima Yesus:

Pertama, seperti yang telah disebutkan di atas, kematian atas hukum Taurat (Gal. 2:19). Kita dibebaskan dari peraturan-peraturan dan perintah-perintah yang membelenggu hidup kita. Keputusasaan karena ketidakmampuan kita menuruti hukum Taurat tidak lagi terjadi dalam hidup kita. Tetapi bukan berarti juga kita hidup seenaknya atau “semau gue”. Sebab sekarang kita menjadi pelaku firman dengan kekuatan Allah.

Kedua, mati bagi dosa (Rm. 6:2). Dosa tidak lagi membelenggu dan menguasai hidup kita sejak hidup kita diserahkan kepada Yesus. Kita mempunyai kemampuan yang basar untuk mengalahkan dosa yang setiap saat datang menggoda, sebab kita tidak hidup di dalamnya. Manusia yang masih menjadi tahanan dosa tidak akan bisa melepaskan diri darinya. Lalu bagaimana dengan orang Kristen yang jatuh bangun di dalam dosa? Sebab orang Kristen itu tidak mau melakukan perlawanan terhadap dosa. Ia seharusnya tidak perlu jatuh bangun di dalam dosa bila mau melawannya dengan kekuatan Allah.

Ketiga, mati bagi diri sendiri (Ef. 4:22; Rm. 6:6). Kita harus tahu bahwa tubuh manusia adalah alat bagi dosa untuk bekerja. Dan orang Kristen wajib mematikan hawa nafsunya supaya dosa jangan mulai bergerilya. Kematian bagi diri sendiri bukanlah tugas Allah untuk melakukannya, tetapi kita!

Keempat, mati bagi dunia (Gal. 6:14). Kita memang hidup di dunia, tetapi bukan berarti kita harus mengikuti cara-cara dunia. Kita mempunyai prinsip hidup yang tidak sama dengan dunia, dan ini berarti risiko. Dunia membenci orang-orang yang tidak sama dengan cara yang ditawarkannya. Anda harus berani untuk tidak berkompromi dengan dunia.

Kalau Anda sadar hidup Anda sebenarnya adalah untuk Kristus. Belajarlah untuk mengecilkan nama Anda, bahkan meniadakannya sama sekali supaya nama Yesus yang semakin besar dalam hidup Anda.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net