MELIHAT ALLAH
Friday, August 25, 2017 (03:23:35)

Posted by admin

“Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin” (1 Timotius 6:16).

Seorang Kristen diajak ke kota oleh temannya. Dengan bangga temannya menunjukkan gedung-gedung pencakar langit, sambil memancing-mancing temannya dari desa itu supaya kagum kepada bangunan itu. Tetapi temannya sama sekali tidak terkesan. Lalu ia berkata kepadanya, “Kenapa sih kamu kok nggak berdecak kagum melihat bangunan yang megah itu?”

Lalu temannya itu membawanya ke sebuah taman. Sambil menunjuk pada sebuah tanaman yang sedang berbunga, ia berkata, “Lihatlah bunga itu. Ia berbicara mengenai keajaiban Allah, sedangkan bangunan-bangunan itu berbicara mengenai prestasi manusia.

Benarlah bila dikatakan bahwa dunia dan segala isinya berbicara mengenai keajaiban Tuhan. Seperti firman Tuhan katakan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mzm. 19:2). Sebenarnya mudah sekali bagi kita untuk memuji Allah, sebab melalui karya-Nya kita bisa mengagumi-Nya.

Saudara, tidak ada seorang pun yang sanggup melihat Allah. Allah pernah berkata kepada Musa, “….. Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” (Kel. 33:20). Karena Allah tidak dapat dipandang, jadi tidak ada manusia yang bakal melihat-Nya. Tetapi melalui karya-Nya kita bisa melihat keajaiban Tuhan. Dan satu hal lagi yang amat penting dan harus diketahui oleh setiap orang bahwa Yesus itu menyatakan gambar Allah. Alkitab berkata, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yoh. 1:18).

Seandainya Anda diutus ke negara Rusia, sedangkan Anda sama sekali tidak memahami bahasa Rusia, apa yang Anda lakukan untuk berkomunikasi di sana? Tidak ada cara lain kecuali menemukan seorang penterjemah. Begitu juga dengan Yesus. Bila tidak ada seorang pun yang dapat melihat Allah, bagaimana manusia bisa bergaul dengan-Nya? Tidak ada cara lain kecuali Yesus yang datang dan “menerjemahkan” Bapa kepada umat manusia.

Yesus bukanlah manusia biasa. Ia adalah Anak Tunggal Allah yang menerjemahkan sifat dan karakter Allah kepada manusia. Kalau Anda mau melihat Allah, lihatlah Yesus. Haleluya, segala kemuliaan hanya bagi Dia!(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net