TANGGUNG JAWAB PRIBADI
Friday, May 19, 2017 (03:43:36)

Posted by admin

“….. Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak” (Zakharia 11:12).

Ayat ini adalah nubuatan tentang “harga” Mesias. Anda tentu tahu siapakah yang menjual Yesus ketika Ia akan ditangkap? Yudas! Dengan hanya harga 30 keping perak, Yudas mengkhianati Gurunya.

Siapakah Yudas?

Dia adalah murid pilihan Tuhan Yesus sendiri, seorang pengkhotbah yang baik, seorang yang dipakai Allah untuk menyembuhkan orang sakit, dan teman seperjalanan Tuhan Yesus. Dia juga dipercaya sebagai bendahara dalam tim perjalanan Yesus berkeliling di Israel.

Kata Augustine (353-430), bapa gereja mula-mula, “Yesus kerap kali melepaskan Yudas dari kematian, dan karena dia pula Yesus menyembuhkan ayahnya dari kelumpuhan dan ibunya dari kusta, dan di depan Petrus, Yesus menghargainya melebihi seluruh rasul yang lain.”

Satu hal yang kita tahu dari Yudas, Yesus telah membasuh kakinya dan memilihnya sebagai bendahara.

Sayang, akhirnya Yudas menjadi manusia yang amat terkenal di seluruh dunia, bukan karena reputasinya yang mengagumkan, melainkan karena pengkhianatan terhadap Gurunya. Hanya dengan 30 keping perak, ia tega menjual gurunya. Menurut Perjanjian Lama, 30 keping perak adalah harga tebusan bagi seorang budak (Kel. 21:32).

Salah satu sebab kejatuhan dari Yudas adalah cinta uang (Yoh. 12:6). Apakah Tuhan Yesus kurang jeli memilih Yudas dalam jajaran murid-murid Tuhan? Apakah Yesus sengaja menjatuhkan Yudas dengan memilihnya sebagai pemegang uang kas? Apakah Yesus sedang melakukan “eksperimen” terhadap kelemahan Yudas?

Berbagai pertanyaan timbul dalam pikiran kita, sama seperti pertanyaan, “Mengapa Allah menjadikan Adam dan Hawa apabila kelak diketahui bahwa mereka akhirnya jatuh di dalam dosa.”

Jawaban yang paling bijak adalah, “Tunggulah sampai Allah menyempurnakan seluruh pengertian kita.”

Satu hal yang perlu dicamkan bahwa pemilihan Yesus atas Yudas, baik sebagai murid-Nya maupun sebagai bendahara, merupakan pilihan terbaik. CAMKAN, ALLAH TIDAK PERNAH BERMAKSUD MENJADIKAN YUDAS SEBAGAI KAMBING HITAM DALAM KASUS PENYALIBAN ANAK MANUSIA! Sebab tanpa Yudas pun iblis masih dapat menyalibkan Anak Manusia.

Saudara, adalah tanggung jawab Anda untuk menjaga keselamatan dan mempertahankan iman. Allah memilih Anda karena Allah rindu Anda tinggal dalam kemuliaan-Nya. Tetapi, kalau toh Anda akhirnya jatuh, itu bukan salah Allah! Yakinkan diri Anda bahwa Anda masih tinggal di dalam kesetiaan.

Mengikut Kristus tidak mudah. Kendati berat, Allah berjanji untuk menyertai dan menguatkan kita. Sebab bukanlah kehendak Allah bila Anda jatuh.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net