KEBENARAN VS KEBATILAN
Wednesday, November 16, 2016 (13:49:53)

Posted by admin

Dari dulu orang baik selalui diincar untuk dihabisi. Contoh pertama adalah Habel yang dihabisi oleh kakaknya sendiri, Kain. Yang dipersembahkan orang baik itu berkenan kepada Tuhan, sementara punya kakaknya ditolak. Bukannya belajar dari adiknya, eh ia malahan mencari cara untuk membunuh adiknya. Dan terlaksanalah rencana jahatnya itu.

Ketika melihat kejahatan seolah-olah berada di atas angin karena menindas kebaikan, kita menjadi juru tuding dengan mengatakan kalau Allah diam saja. Itulah topik yang paling disukai oleh orang ateis. Mereka mendekalarasikan akan ketidakberdayaan Allah menghadapi kejahatan di dalam dunia ini. Orang bodoh dan sombong itu berlagak pintar karena mencoba menggurui Allah yang menciptakan dunia ini.

Sepanjang masa dan zaman kita akan menemukan orang sombong dan bodoh ini. Mereka suka berpolitik untuk membodohi orang bodoh yang mudah terprovokasi tanpa ngerti substansinya. Mainnya keroyokan untuk menang. Orang bodoh tidak bisa main adil dan fair. Maunya main belakang dan keroyokan. Mereka pikir bahwa jumlah adalah pemenang. Merekan pikir orasi hebat adalah yang menang. Kemenangan tidak ditentukan oleh kerasnya suara dan banyaknya massa. Kemenangan ditentukan oleh kebenaran yang didukung sendiri oleh Allah yang Maha Kuasa.

Anda tahu Daniel? Hidup sekitar di abad 6 SM. Orang yang dipenuhi dengan pengetahuan dan hikmat ilahi, bahkan telah dengan jitu mengartikan mimpi raja pun, harus menelan pil yang super pahit, karena lawan-lawannya membuat siasat untuk menjebaknya. Setiap hari para lawannya menyiapkan teropong untuk meneliti setiap sudut dari kehidupannya untuk menemukan celah supaya bisa mencelakainya. Dan celah itu ketemu... celah itu adalah kesalehannya.(salib.net) Daniel mempunyai kebiasaan menyembah Tuhan 3 kali dalam sehari. Para politikus busuk di zamannya membuat siasat dengan memanfaatkan ketidaktelitian raja sehingga keluarlah maklumat :
"Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa." (Dan.6:8). Raja Darius ternyata menyetujuinya. Begitu disahkan, mereka pun langsung bergegas untuk menangkap Daniel.

Kebenaran tidak dapak dikalahkan. Singa-singa yang kelaparan seperti kehilangan nafsu makannya di depan Daniel. Padahal singa-singa ini sangat kelaparan. Kalau Allah intervensi, maka kebenaran akan muncul sebagai pemenang. Dan memang harus menang, karena kebenaran adalah milik Allah.

Ahok bukanlah orang yang sempurna. Belum bisa dibandingkan dengan Daniel, namun jujurlah kalau dia masih lebih berani dari kita. Kita memang berani dan sangat berani.. bahkan berteriak lantang melebihi kelantangan Ahok.. tapi itu di kandang kita. Iyalah.. kita memang jago kandang. Indonesia tidak akan berubah kalau kita cuma jago di kandang kita. Jadi kalau ada orang yang seperti Ahok berani melawan kebengkokan di negeri ini, masihkah kita ngumpet di bawah kolong tempat tidur kita? Dukunglah kebenaran! Anda punya talenta apa? Dukung dengan talentamu.

Saya hanya melihat singa-singa yang terkatup dan para pembesar dan politikus jahat akan masuk lubang singa dan dilumatkan oleh mereka. Marilah kita saksikan adegan kebenaran Vs. kebatilan.... sambil berdoa: jadilah kehendak Tuhan di Indonesia seperti di surga.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net