AHOK DAN SKENARIO ILAHI
Wednesday, November 09, 2016 (02:58:18)

Posted by admin

Ahok. Nama ini singkat tapi bikin banyak berita di negara kita, dan sudah mulai mendunia. Dulunya setiap kali baca berita politik, kulit saya terasa gatal, alias alergi. tapi entah mengapa sekarang ini suka mencari berita tentang sosok fenomenal yang mengguncang tanah air Indonesia. Mau tidak mau membaca dan mengikuti perkembangan dunia politik Indonesia.

Sebenarnya saya agak marah pada diri sendiri. Waktu saya yang mestinya banyak membaca Akitab, eh sekarang mulai cari-cari berita tentang dunia politik yang kini tidak bikin kulit saya gatal lagi. Bahkan mulai menikmati indahnya, kekacauaan, dan kelicikan yang ada dalam dunia politik.(salib.net) Waktu saya cukup habis buat berburu berita-berita ini.

Saya adalah salah satu pengagum orang yang suka berlaku kontroversial (menurut kacamata umum), meskipun sering juga "gregetan" karena ucapannya yang sepertinya filter penyaringnya sudah mulai aus, akhirnya yang keluar adalah kalimat-kalimat yang nabrak sana .. nabrak sini. Saya sadar bahwa bagi Ahok, kalimat "diam adalah emas" bukanlah menjadi kalimat favoritnya. Diam itu bikin Ahok sengsara! Diam itu membuat ia menderita, apalagi melihat para begal dana negeri yang pesta pora di dalam ketamakannya. Ia berteriak lantang menantangi mereka. Wow, saya belum tentu berani, meskipun saya dikawal dua dobermen besar di samping saya. Pengin rasanya saya ngajak manusia unik ini ke dokter syaraf hanya untuk mengecek, apakah urat takutnya sudah putus? Soalnya kalau memang betul urat takutnya putus, saya ingin juga dokter tersebut memutuskan urat takut ini pada diri saya. Setidaknya saya tidak lagi keder dan grogi berhadapan dengan jarum suntik, si imut tajam itu!

Saya sadar kalau kemunculan yang menghebohkan dari kelompok minoritas yang tidak diperhitungkan ini bukanlah tanpa adanya skenario ilahi di dalamnya. Bagaimana mungkin hanya seorang sipit berkulit putih seperti Ahok bisa bikin ribut jutaan orang di negeri ini? Yang ribut terbagi dua: yang memusuhi dan yang mengasihi. Yang memusuhi memang banyak, tetapi yang mengasihi dan gak kelihatan tampil media pasti lebih banyak.

Orang benar di tengah orang fasik (kerajaan orang fasik), bukanlah kisah aneh. Ingat gak dengan Daniel di kerajaan Babel dan Ester di kerajaan Persia? Mengapa ada orang benar di tengah orang fasik? Pasti ada skenario ilahi di dalamnya. Tidak mungkin ada unsur kebetulan. Daniel di Kerajaan Babel menampilkan kecemerlangannya dengan mengartikan mimpi raja. Ia dibenci orang-orang yang merasa tersaingi sampai ia dimasukkan ke dalam lubang singa yang kelaparan. Toh dia gak mati karena Allah mengatupkan mulut singat tersebut. Lagi-lagi dia tampil cemerlang. Di kerajaan itu Daniel menjadi berkat. Bahkan sampai kerajaan Media dia tetap dipertahankan. Lah wong orang memberkati kerajaan kok mau dibuang?

Begitu juga dengan Ester. Dia menjadi penyelemat bagi bangsanya. Saat seorang pembesar Haman hendak membantai bangsanya Ester, di sinilah skenario ilahinya tampak jelas, sebab Ester menyelamatkan bangsanya dari pembantaian saat ia merisikokan nyawanya dengan menghadap raja.

Hm, saya memang hanya mendampingi Ahok di dalam doa dan tulisan ini, sebab saya terlalu yakin akan adanya skenario ilahi di dalam penempatannya di pemerintahan bangsa ini. Ah semoga saja tulisan ini sampai kepada engkoh dari Bangka Belitung ini supaya setidaknya ia tahu kalau saya bersamanya ... di dalam doa, integritas, dan tulisan.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net