BATU PENJURU
Tuesday, July 26, 2016 (06:53:21)

Posted by admin

“Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru” (Lukas 20:17)?

Kalau saya sampaikan berita ini mungkin Anda akan kaget. Yesus adalah “manusia buangan” yang ditolak oleh para ahli Taurat di Israel. Mereka telah mengeluarkan “fatwa” bahwa Yesus bukanlah Mesias yang dijanjikan. Dengan kata lain mereka mengecap Yesus sebagai Mesias gadungan. Betapa menyakitkan, bukan? Tetapi Yesus tahu bahwa Diri-Nya memang diutus oleh Bapa-Nya. Dan bukti menyatakan bahwa Dia adalah Mesias yang asli.

Saudara, seberapa banyak di antara kita yang dianggap orang buangan oleh keluarga, teman, atau lingkungan di mana kita berada. Betapa menyakitkan, bukan? Harga diri Anda diinjak-injak dan sepertinya Anda tidak mempunyai muka lagi berhadapan dengan mereka. Ada ribuan, bahkan jutaan manusia yang mengalami nasib seperti Anda. Anda ingat Yusuf? Ya, semua saudara-saudaranya membencinya dan membuangnya ke dalam sumur. Kita bisa bayangkan bagaimana perasaan Yusuf saat itu. Ia pasti mengalami kesedihan yang amat dalam. Mungkin juga ia marah. Mungkin juga ia jengkel kepada saudara-saudaranya saat itu. Tetapi satu hal yang ingat bahwa janji Allah dalam hidupnya pasti digenapi (baca: Kej. 37).

Yusuf tidak dendam kepada saudara-saudaranya. Yesus juga tidak dendam kepada mereka yang menyalibnya, bahkan Yesus memintakan pengampunan bagi mereka (Luk. 23:34). Kalau Anda ditolak atau dibuang oleh siapa saja, ampunilah mereka. Pandanglah diri Anda sebagaimana Allah memandang Anda. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan Anda tersingkir dari lingkungan Anda, tetapi Allah tetap mengasihi Anda. Sekali pun Anda melakukan kesalahan dan dosa yang berat, Allah masih mengasihi Anda dan mengharapkan Anda kembali kepada-Nya.

Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Batu ini dianggap tidak berguna. Batu ini dianggap membawa sial. Tetapi Allah menjadikan batu ini sebagai batu penjuru. Melalui batu ini keselamatan dinyatakan kepada umat manusia.

Betapa mulianya kita di pandangan Allah. Tuhan tidak pernah menolak manusia yang datang kepada-Nya. Jangan menghiraukan kata-kata orang tentang diri Anda, tetapi lihatlah sebagaimana firman Tuhan katakan tentang Anda.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net