UNTA DAN LUBANG JARUM
Tuesday, July 26, 2016 (06:52:50)

Posted by admin

“Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Lukas 18:25).

Para teolog memperdebatkan arti dari unta dan lubang jarum selama bertahun-tahun. Beberapa teori berusaha menjelaskan perkataan Tuhan ini. Salah satu teori mengatakan bahwa kata Yunani yang diterjemahkan unta adalah kamelos dapat diganti dengan kamilos, yang berarti kabel. Teori ini mengubah arti dari ayat itu, “Sebab lebih mudah kabel masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Bagaimana mungkin seutas kabel masuk ke dalam lubang jarum? Bisa, asalkan ukuran kabel itu dikecilkan sampai seukuran benang. Artinya, kekayaan itu harus dikurangi supaya ia bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Teori kedua - ini yang paling umum - mengatakan bahwa apa yang Yesus maksudkan bukanlah diartikan secara harfiah. Yang dimaksud lubang jarum di sini adalah sebuah pintu kecil masuk ke kota. Begitu kecilnya, seekor unta yang hendak masuk melaluinya, beban di punggungnya harus diturunkan terlebih dahulu dan si unta juga harus “merangkak”. Artinya, setiap orang kaya yang ingin menjadi Kristen harus meletakkan semua beban kekayaannya dan berlutut merendahkan hati untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dengan kata lain, peluang si kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah hampir-hampir tidak ada sama sekali.

Kedua teori ini bermaksud menjelaskan bahwa dengan usaha dan kekuatan, maka seseorang dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ini mengaburkan konsep yang menyatakan bahwa keselamatan adalah kasih karunia Allah. Sebenarnya, perkataan Tuhan: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah” (ayat 27) merupakan inti dari pemecahan masalah ini. Berarti, keselamatan semata-mata karena Allah yang bekerja, bukan manusia. Anda tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah karena Anda menjual semua harta Anda atau membayar persepuluhan.

Yesus mengambil obyek benda terkecil (lubang jarum) dan binatang terbesar yang ada di timur tengah (unta) menunjukkan bahwa betapa mustahilnya unta masuk ke dalam lubang jarum. Tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dengan mengutus Anak-Nya yang terkasih, pintu kerajaan Allah telah terbuka lebar-lebar bagi si kaya dan si miskin! Mungkin renungan ini bisa mengusir “kerisauan” hati orang-orang Kristen yang kaya. Saya tahu, tidak ada orang kaya yang rela menjual semua hartanya untuk menjadi orang Kristen. Silakan menjadi kaya bahkan konglomerat sekalipun, tetapi waspadalah supaya hatimu jangan melekat kepadanya. Gunakan kekayaanmu untuk memuliakan Tuhan!

Keselamatan bukanlah usaha kita. Marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan Anak-Nya itu. Dan apabila Anda mempunyai harta atau apa saja, janganlah hatimu melekat kepadanya. Lekatkan hatimu kepada Tuhan saja.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net