TETAP FIT
Tuesday, July 26, 2016 (06:52:11)

Posted by admin

“Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah” (Lukas 24:52, 53).

Kita akui bahwa kitab Lukas ini diakhiri dengan “ending” yang bagus. Murid-murid Tuhan menyaksikan kemenangan Kristus. Apa yang dianggapnya kekalahan - saat menyaksikan Yesus mati - berubah menjadi kemenangan, sebab Yesus “pulang” ke tempat asalnya dan berjanji untuk mengirimkan Sang Penolong.

Wajar jika mereka sangat bersukacita dan selalu berada dalam Bait Allah. Tetapi kita tahu bahwa sukacita ini sebentar lagi akan teruji, sebab banjir penganiayaan melanda mereka setelah mereka mengalami kepenuhan Roh Kudus.

Dengan hikmat Allah, Salomo berkata, “Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari” (Pkh. 3:4). Kita juga mengalami musim kehidupan ini berganti-ganti. Masalahnya, siapkah iman kita ketika masa menangis itu tiba? Siapkah hati kita saat masa meratap itu tiba?

Murid-murid Tuhan yang masih “panas” karena pertemuan dengan Yesus patut bersukacita, tetapi apakah mereka mampu melewati masa-masa sengsara?

Saudara, kita juga mengalami hal yang sama. Mengenang masa-masa manis sungguh membuat kita tersenyum, tetapi masa getir akan membuat kita mengelus dada. Saya beritahukan kepada Anda bahwa hidup kita di depan akan diwarnai dengan berbagai peristiwa yang menyenangkan dan tidak. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan tidak akan rela anak-anak-Nya sendirian menghadapi semuanya. Karena itulah Ia mengirimkan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya agar Dia selalu bersama-sama mereka.

Inilah yang menjadi penghiburan bagi kita bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia hanyalah sejauh doa, kata seorang pujangga. Tetapi kalimat ini mengandung kebenaran. Sebab bila kita berseru kepada-Nya, Dia akan meresponi seruan kita.

Saudara, menjaga kerohanian supaya tetap “fit” bukanlah pekerjaan yang mudah. Padahal untuk menghadapi masalah-masalah yang menghadang dalam hidup kita, wajib kita tetap berada dalam kondisi rohani di puncak. Bukannya kebetulan bila murid-murid Tuhan yang mengalami penganiayaan hebat  pasca baptisan Roh Kudus  harus mengalami aniaya yang hebat. Bila saja kondisi rohani mereka tidak “fit” mungkin semuanya akan mengalami keguguran iman.

Baiklah kita menjaga kondisi rohani kita supaya tetap fit setiap saat. Sebab, bila angin ribut datang kita akan tetap berdiri dengan kokoh.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net