SEMPER FI
Tuesday, May 17, 2016 (07:58:48)

Posted by admin

“Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu” (1 Tesalonika 3:3).

Salah satu peristiwa mengerikan bagi rakyat Amerika di samping tragedi WTC di New York adalah peristiwa meledaknya bom pada Minggu pagi di barak marinir di Beirut, pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Ratusan marinir terbunuh dan terluka dalam peristiwa itu saat mereka semua sedang pulas tertidur. Mereka yang masih hidup berusahan mengais dan menemukan saudara mereka yang terluka atau mati di dalam puing-puing.

Beberapa hari setelah tragedi komandan Paul X. Kelly mengunjungi para marinir yang selamat meskipun dengan luka-luka di sebuah rumah sakit di Frankfurt, Jerman. Salah satu marinir yang terluka parah dan sedang dalam perawatan adalah Kopral Jeffrey Lee Nashton. Di tubuhnya terdapat banyak selang dan disambungkan dengan berbagai mesin. Ia tidak rupa manusia normal lagi, namun seperti manusia mesin.

Ketika Komandan Kelly mendekatinya, Nashton berjuang untuk mendekat sambil menahan kesakitan karena luka-lukanya itu. Ia mendekati secarik kertas dan pulpen. Ia menuliskan sesuatu lalu disodorkannya kepada sang komandan. Di kertas itu tertulis “Semper Fi” – moto marinir dalam bahasa Latin yang berarti “selamanya setia.”

Dengan dua kata sederhana ini Nashton berbicara bagi jutaan orang Amerika bahwa pengorbanan dirinya adalah untuk negaranya.

Saudara, saya kagum dengan kesetiaan dan loyalitas orang-orang bagi almamater atau negaranya. Orang-orang seperti ini tidak memikirkan dirinya lagi. Apa yang dilakukannya semata-mata setia pada tugas dan menyelesaikannya sampai tuntas. Justru yang saya herankan adalah orang-orang Kristen zaman sekarang yang rapuh sekali loyalitasnya. Begitu mudahnya mereka meninggalkan Tuhan hanya karena Tuhan belum menjawab doanya. Padahal mereka tahu sendiri bahwa Yesus sudah rela mati dan disalibkan bagi mereka. Mereka sendiri sampai tersedu-sedu melihat prosesi penyaliban Yesus yang diadakan setiap Paskah tiba. Tetapi tetap saja imannya mudah goyang. Di mana motto “Semper Fi”?

Tuhan mengajak Anda untuk menjadi orang yang setia. Sebelum Anda menggebu-gebu memohon Yesus memberkati Anda, periksalah apakah Anda menjadi orang yang setia?(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net