DOA ORANG KUDUS
Tuesday, February 23, 2016 (02:43:18)

Posted by admin

“Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ” (Lukas 1:9).

Menurut pola dalam Perjanjian Lama, mezbah pembakaran ukupan ditempatkan di ruang suci (Kel. 30:6). Tetapi penulis Ibrani mengatakan bahwa mezbah itu berada di dalam ruang maha kudus, “Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang MAHA KUDUS. Di situ terdapat MEZBAH PEMBAKARAN UKUPAN dari emas, dan tabut perjanjian ……” (Ibr. 9:3, 4). Mengapa terjadi ketidaksamaan antara penulis kitab Keluaran dengan penulis kitab Ibrani? Apakah penulis Ibrani salah menempatkan mezbah pembakaran ukupan yang seharusnya ditempatkan ke dalam ruang suci dan bukannya ruang maha suci?

Sama sekali tidak! Ini merupakan misteri dan rahasia yang disingkapkan Allah kepada umat-Nya. Dulunya, mezbah pembakaran ukupan berada di dalam ruang suci. Tetapi, setelah Yesus mati dan tirai yang memisahkan ruang suci dan maha suci itu terbelah dua (Mrk. 15:38), maka secara rohani mezbah pembakaran dupa itu bergeser masuk ke dalam ruang maha suci. Anda tahu bahwa ruang maha suci adalah tempat kemuliaan Allah. Di sana Allah bertemu dengan manusia. Ini menandakan bahwa komunikasi Allah dengan manusia tidak terhalang lagi oleh tirai itu. Saat kita membakar dupa  saat doa dinaikkan, Allah langsung mendengarnya karena mezbah itu berada di dalam ruang maha suci. Apakah benar bahwa ukupan atau kemenyan atau dupa adalah simbol doa? Bila Anda membaca Why. 5:8, maka di situ disebutkan tentang malaikat yang membawa cawan emas yang penuh dengan kemenyan, yang disebutkan dengan “doa orang-orang kudus”.

Saudara, betapa indahnya bila kita memahami rahasia ini. Kita akan menjadi begitu bersemangat untuk berdoa sebab doa kita didengar oleh Allah. Tidak diperlukan lagi pengantara seperti para imam untuk mempersembahkan dupa itu sebab kita sendiri yang akan melakukannya.

Dalam pembacaan hari ini, Zakharia mendapatkan tugas untuk membakar ukupan di atas mezbah itu, doanya dijawab oleh Tuhan. Istrinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak. Tidakkah ini indah, Saudaraku? Bila berdoa dengan mezbah berada di luar ruang maha suci saja dijawab Allah, apalagi dalam zaman Perjanjian Baru ini di mana mezbah itu kini berada di dalam ruang maha suci?

Betapa indahnya doa yang dinaikkan kepada Tuhan. Itu seperti membakar ukupan di hadapan Tuhan. Dan lihatlah malaikat Allah menampungnya di dalam cawan emasnya. Doa Anda pasti dijawab Allah. Percayalah!(©salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net