HUKUM TABUR-TUAI
Thursday, October 22, 2015 (07:46:28)

Posted by admin

"…..orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga" (Ayub 4:8).

Seorang wanita setengah tua menyewa sebuah vila yang cukup indah pada musim panas di pinggir danau. Vila yang disewa itu menyertakan seekor anjing besar sebagai salah satu fasilitas, plus sebagai "satpam".

Pada salah satu ruangan yang menghadap ke danau, terdapat sebuah kursi besar yang menghadap ke jendela. Dari seluruh kursi yang ada di vila itu, kelihatannya kursi ini adalah kursi yang paling nyaman. Sayangnya, anjing besar yang setiap hari kerjaannya tidur itu selalu mendahului untuk memakai kursi itu. Rupanya wanita ini juga tidak berani mengusir anjing yang cukup galak itu. Tapi ia tidak kekurangan akal. Ia pura-pura berlari ke jendela di ruangan lain dan berteriak: "Kucing!" Dengan segera anjing itu bangkit dari kursinya dan berlari keluar sambil menggonggong, mencari kucing! Demikianlah dilakukan wanita ini setiap kali wanita ini hendak memakai kursi itu. "Kapok, lu!" kata wanita ini tertawa."Boleh juga akal gue."

Suatu hari ketika wanita ini sedang menikmati kursi empuk itu, tiba-tiba ia mendengar anjing itu menyalak dengan keras dan melengking-lengking menghadap ke jendela. Dengan cepat wanita ini berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Tiba-tiba dengan cepat anjing itu berlari dan langsung…….huup, merebahkan tubuhnya di kursi itu. "Gue balas lu!" kata anjing itu.

Kita boleh tersenyum membaca kisah ini. Tapi inilah hukum: Barangsiapa menabur akan menuai, sesuai dengan apa yang ditaburnya itu. Cepat atau lambat tuaian itu akan terjadi.

Alkitab cukup banyak berbicara tentang hukum tabur-tuai. Hukum ini tidak hanya berlaku dalam alam nyata / jasmani, tetapi juga dalam alam roh. Salomo berkata: "Orang yang menabur KECURANGAN akan menuai BENCANA…." (Ams. 22:8). Hosea berkata: "…..mereka menabur ANGIN, makan mereka akan menuai PUTING BELIUNG" (Hos. 8:7).

Paulus dengan tegas menuliskan hal ini: "……Karena apa yang DITABUR orang, itu juga yang akan DITUAINYA" (Gal. 6:8). Prinsip ini sangat jelas dan tidak perlu direka-reka artinya. Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai.
Penyimpangan hukum ini akan terjadi apabila saat kita menabur kebenaran, kita sedang dalam keadaan tinggal di dalam dosa. Ketika orang Israel hidup dalam pemberontakan kepada Tuhan, nabi Yeremia berkata: "Mereka telah menabur GANDUM, tetapi yang dituai adalah SEMAK DURI…." (Yer. 12:13). Dosa mengubah gandum mereka menjadi semak duri.

Firman Tuhan memberi nasihat kepada kita supaya tidak jemu-jemu atau tidak pernah berhenti menabur kebaikan, "….karena apabila sudah datang WAKTUNYA, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Gal. 6:9). Mungkin selama ini kita "diusiki" dengan orang-orang yang meminta bantuan kita. Sepertinya mereka tidak pernah berhenti meminta bantuan kepada kita. Apalagi yang meminta bantuan itu, ya orang-orang itu aja. Kalau kita berpikir demikian, bukankah Tuhan juga nanti akan "bosan" dengan permintaan-permintaan kita?(©salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net