KEAMANAN PALSU
Sunday, July 04, 2004 (13:11:15)

Posted by SALIB

"Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang" (Amos 6:1)!

Peringatan keras diberikan oleh Nabi Amos kepada: orang-orang yang merasa aman di Sion, orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, dan kepada orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama.

Sion adalah kota yang menjadi pusat peribadahan bagi bangsa Yehuda. Dalam hal melakukan ritual agama: mempersembahkan korban, mengadakan perayaan, perkumpulan raya, dsb, mereka lakukan dengan tepat. Mereka berpikir bahwa mereka telah melakukan tugas dengan baik di hadapan Allah. Sayang, Allah tidak berkenan dengan semuanya itu. Sebab mereka melakukan ritual agama tanpa disertai ketaatan akan firman Allah. Bangsa Israel masih suka menyembah berhala (Am. 5:21-27).

Gereja Tuhan mengalami masalah yang sama. Mereka mengira, dengan rajin ke gereja, memberi persepuluhan, memberi persembahan, bahkan katanya rajin "melayani" di gereja, adalah peribadahan kepada Allah. Benar! Itu memang ibadah, tetapi hanya sebagian kecil! Peribadahan yang sesungguhnya adalah menyangkut ketaatan kita akan firman Allah. Bila kita mencintai Tuhan, Yesus berkata, kita akan melakukan perintah-Nya (Yoh. 14:15). Jadi, inilah ibadah yang sesungguhnya!

Peringatan juga diberikan kepada orang-orang yang merasa tenteram di Samaria.

Samaria adalah ibu kota Kerajaan Utara (Israel). Bila Sion menjadi pusat kegiatan agama, Samaria menjadi pusat kekayaan dan kuasa. Saat itu penduduk Samaria sedang bergelimang dengan kekayaan. Lihat perkataan Amos dalam pasal 4:1, 2 tentang Basan yang terkenal dengan hasil peternakannya yang amat bernilai tinggi ? berbicara mengenai kekayaan yang dimiliki oleh penduduk Samaria.

Kata tenteram dalam bahasa aslinya adalah batach yang berarti percaya. Kata ini misalnya dipakai dalam Ams. 3:5, "Percayalah [batach] kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri"

Orang-orang yang merasa tenteram di Samaria adalah orang-orang yang percaya kepada Samaria ? orang-orang yang percaya kepada situasi yang baik dan yang mengandalkan harta kekayaan.

Firman Tuhan memperingatkan supaya kita tidak mengandalkan kekayaan (1 Tim. 6:17). Anda tidak dilarang menjadi kaya atau pun menjadi konglomerat. Hanya waspadailah supaya hatimu jangan terpaut dengan kekayaan dan janganlah menaruh harapanmu pada kekayaan. Ingatlah dengan perumpamaan orang kaya yang bodoh, namun tidak kaya di hadapan Allah (Luk. 12:13-21)? Fokuskan hidup Anda untuk menjadi kaya di hadapan Allah, supaya apa yang Anda kerjakan di bumi ini tidaklah sia-sia.

Apakah dasar Anda merasa "aman" saat ini? Apa dasar Anda merasa "tenteram" saat ini? Bila Anda belum menjadi pelaku firman, jangan-jangan Anda mendapat keamanan dan ketenteraman yang palsu!(©salib.net)

Ibadah tanpa hati adalah bahaya besar yang tak disadari.

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net