SIKAP KITA TERHADAP TOKOH PEMBUAT KLIP XXX
Wednesday, June 09, 2010 (16:13:28)

Posted by admin

Ada 3 tokoh sampai saya menulis artikel ini yang sontak menjadi pergunjingan dari kakek, nenek, sampai anak-anak. Mereka adalah para artis yang dituduh menjadi lakon dari sebuah adegan super seronok yang dibagikan dari hp satu ke hp lainnya. Dalam waktu singkat ribuan, bahkan mungkin ratusan ribu orang telah menikmati tayangan yang seharusnya hanya dilakukan oleh sepasang suami-istri yang sah. Namun kemajuan teknologi dan dibantu dengan kecanggihan multimedia ikut andil dalam mempromosikan secara besar-besaran klip yang konon dibuat oleh seorang personil band terkenal.

Semua orang pasti ikut memburu, termasuk mencari klipnya. Tidak susah kok. Saya sendiri tidak perlu mencari, karena ada teman yang menawari untuk mencopy-kan ke hp saya. Gratis? Ya. Namun saya menolaknya. Buat apa menyimpan aib orang lain? Buat apa menyimpan klip adegan dosa tersebut? Kalau saya menyimpanya, berarti saya ikut menjadi agen dosa yang ikut juga mempopulerkannya.

Apa mau dikata, orang Kristen juga berlomba untuk mendapatkan klipnya. Dan tayangan infotaimen menjadi laris manis. Adegan yang seharusnya membuat kita menangis justru menjadi konsumsi yang enak untuk disantap karena dikemas dengan manis di layar tv kita.

Kita memang mengalami krisis. Moral tinggi tidak lagi menjadi sasaran hidup kita. Namun yang lebih parah lagi kalau tangan kita ikut menuding mereka sebagai manusia berdosa yang patut dirajam batu. Yesus pernah menghadapi peristiwa yang tidak jauh berbeda dengan situasi yang sedang terjadi:

Joh 8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Joh 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Joh 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Joh 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Joh 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Joh 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Joh 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Joh 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Joh 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Joh 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Joh 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." - Yohanes 8:2-12

Bukankah inilah yang kerapkali kita lakukan? Kita menjadi manusia yang sok suci, benar, seolah-olah tidak pernah berbuat salah, tidak berzinah, dsb. Lalu tanpa beban, Anda menudingkan tangan Anda untuk menghakimi orang yang sedang dihakimi oleh masyarakat. Padahal Allah melihat diri Anda yang ternyata tidak lebih baik, bahkan lebih buruk dari orang yang Anda tuding itu! Jangan-jangan Anda masih terlihat seperti arang yang masih hitam-kelam!

Mungkin saya juga tidak lebih baik dari Anda. Saya juga adalah manusia yang hidup hanya oleh kasih karunia Allah. Namun melihat peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi, saya menundukkan kepala dan berdoa buat mereka. Buat siapa? Buat para selebritis yang sedang menjadi pergunjingan itu. Supaya di dalam situasi ini, Allah menyatakan kemuliaan-Nya.

STOP menyantap gosip! STOP menyantap pergunjingan. Sebaiknya, pergilah ke tempat sunyi dan berbagilah dengan Yesus yang sedang meneteskan air mata karena ternyata manusia masih suka memilih berbuat dosa.(salib.net)

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net