SATU DALAM KRISTUS
Saturday, July 03, 2004 (10:22:43)

Posted by SALIB

“Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Matius 12:50).

Bila mengikuti “budaya nepotisme”, seharusnya Yesus memberikan prioritas kepada ibu dan saudara-saudara-Nya yang bermaksud menjumpai-Nya. Tetapi Ia malah bersikap lain dengan berkata bahwa yang menjadi ibu dan saudara-saudara-Nya adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa. Apakah Yesus tidak mengakui ibu-Nya sendiri? Oh, sama sekali tidak! Sebab pada kesempatan lain – pada saat Yesus tergantung di kayu salib – Ia mengakui ibunya, “….. Ibu, inilah, anakmu” (Yoh. 19:26).

Yesus dapat menggunakan apa saja dan dalam situasi apa saja untuk memberikan pelajaran – terutama kepada murid-murid-Nya. Nah, pada saat ibu dan saudara-saudara-Nya bermaksud menemui-Nya, Ia pun menggunakan kesempatan itu untuk mengajarkan sebuah kebenaran bahwa yang melakukan kehendak Bapa, dialah saudara dan ibu-Nya. Kebenaran apa yang dapat kita tangkap dari pernyataan ini?

Telaah doa Yesus yang tercatat di Yoh. 17. Beberapa kali Tuhan berdoa kepada Bapa-Nya: “supaya mereka menjadi satu”. Siapa yang dimaksud dengan “mereka”? “Mereka” adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa. “Mereka” adalah orang-orang percaya yang menanggapi panggilan Allah.

Saudara, kita dipanggil untuk menjadi satu, karena kita semua adalah satu keluarga Allah. Alkitab berkata, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan SEWARGA dari orang-orang kudus dan anggota-anggota KELUARGA ALLAH” (Ef. 2:19).

Kita dapat menyebut Abraham, Daud, Daniel, Petrus, Paulus, dan orang-orang kudus lainnya sebagai saudara kita. Ini bukanlah tanpa alasan, karena Alkitab berkata, “yang dari pada-Nya semua turunan [Bhs. Yunani: patria – dapat diartikan keluarga] yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya” (Ef. 3:15). Berarti, semua orang kudus – baik yang masih hidup di bumi dan yang telah pergi ke surga – dianggap menjadi satu keluarga.

Benar saudara, kita telah diikat menjadi satu oleh darah Kristus.

Kenyataan yang terjadi sekarang memang menyedihkan, karena banyak anak Tuhan yang berselisih. Mereka saling membenci dan saling menjatuhkan, padahal mereka itu kan satu keluarga? Dengan musuh saja kita tidak boleh membenci apalagi dengan saudara kita! Kalau kita tidak rukun, Allah tidak dapat memberkati kita. Bacalah Mzm. 133 maka Anda akan mengetahui bahwa minyak dan embun – berbicara mengenai berkat Tuhan – tidak akan diturunkan bila kita tidak rukun.

Inilah saatnya bagi gereja untuk bersatu. Bila kita semua menyadari bahwa kita sebenarnya adalah satu keluarga, maka tidak akan ada lagi saling curiga dan saling menjatuhkan.(©salib.net)

Gereja yang bersatu adalah kekuatan yang paling dahsyat untuk menghancurkan musuh.

Content received from: salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota, http://www.salib.net