salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: buyjerseysdallas
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1614

People Online:
Members: 0
Visitors: 32
Bots: 2
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Dvd Debat Islam Vs Kristen ke 7 sudah tesedia
Last post by golgota in Agenda Kita on Sep 23, 2017 at 10:02:38

Debat Islam vs Kristen di Surabaya
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 28, 2017 at 14:51:17

Rencana Debat terbuka dgn Islam di Univ.Muhammadiyah Sidoard
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 16, 2017 at 23:25:28

Gsm Membahas : Doktrin Allah Tritunggal
Last post by golgota in Agenda Kita on May 30, 2017 at 15:16:22

Kebangkitan Yesus
Last post by golgota in Belajar Alkitab on Apr 24, 2017 at 16:17:42

Tolong minta didoakan...!
Last post by butrus8cv in Konseling on Mar 19, 2017 at 07:33:46

Seminar Apologetika di GKKK Makassar
Last post by Denny in Agenda Kita on Jan 19, 2016 at 14:25:17

Video Seminar: "HYPER GRACE" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 27, 2015 at 09:45:33

Video Seminar: BIBIT, BEBET, BOBOT, & BIBLIKA (Pdt. YTH)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 23, 2015 at 05:15:55

Natal 2015 - "Sebelum Abraham jadi, Yesus sudah ada"
Last post by golgota in Agenda Kita on Dec 10, 2015 at 15:34:13

We have received
12833969
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Mengenai Salib.Net > > Berita/Artikel di Salib.Net > > Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia'
Result

Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia'
Beberapa artikel atau berita di salib.net mungkin menggelitik Anda untuk diperbincangkan lagi. Anda bisa mendiskusikannya di sini.
Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index > > Berita/Artikel di Salib.Net
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Uhawan Lemuel
Guest





PostPosted: Thu Nov 04, 2004 8:13 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Saya pernah membaca buku (judulnya lupa...) bahwa memang ide penggantian panggilan itu sendiri berasal dari seorang hamba Tuhan yang pindah agama dari Islam ke Kristen.

Kita harus percaya, bahwa Alkitab berasal dari Tuhan yang didasari penulisannya oleh Roh Kudus, dan begitu juga waktu para ahli bahasa menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, bahwa Roh Kudus turut serta dalam pekerjaan tersebut.

Jika Alkitab yang ada di Indonesia harus ditarik dan diganti dengan versi "Yahwe", dapat dibayangkan berapa cost yang dikeluarkan oleh satu pihak (ambil contoh 1 orang Kristen memiliki 1 Alkitab, dan di Indonesia ada 20 juta orang Kristen dan harga Alkitab Rp35.000) jadi akan ada biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 700 M. Di satu sisi pihak penerbit akan mendapatkan laba Rp 140 M. (misalkan dapat fee sebesar 20%). Suatu bisnis yang LUMAYAN.....

Oleh karena itu, marilah kita berpikir secara tenang, jangan emosi dalam mengambil keputusan.

Tuhan yang kita sembah (Yesus Kristus) adalah Tuhan yang hidup, Tuhan yang mengetahui semua yang ada dalam pikiran kita, walaupun kita sering kali salah menyebut.....

GBU

Uhawan
Back to top
Guest






PostPosted: Thu Nov 04, 2004 9:40 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Tamu wrote:
Coba kita lihat dari bahasa aslinya:

Bahasa Ibrani:
"ANI YAHWEH HU S'MI UKEVODI LEAKHER LO ETEN UTHILLATI LAPSILIM."

Bahasa Indonesia:
"Aku ini YAHWEH, itulah namaKU, Aku tidak akan memberikan kemuliaan-KU
kepada yang lain dan kemasyuranku kepada patung." (Yesaya 42:8)

Memang dlm bahasa aslinya Yahewh, itu ada sejarahnya dulu tulisan aslinya cuma YHWH karena or Israel tidak berani menyebut Allahnya yg begitu suci. Jadi mereka mempunyai nama panggilan yg tidak bisa dilkatakan seperti itu. Tujuannya supaya tidak pernah disebut.
Belakangan karena susah bacanya baru ditambahkan huruf hidup jadi Yahweh.
Terus kenapa dipersoalkan, memangnya nama itu trade mark agama tertentu?
Ah sudahlah jangan repot ngurusin yg seperti itu yg penting terus Doa untuk bangsa ini dan tetap tekun dalam mengikut Tuhan supaya kita siap bila Dia datang u/ kedua kalinya. Ingat tanda akhir jaman sudah banyak jangan lengah!
Back to top
Guest






PostPosted: Thu Nov 04, 2004 10:02 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Tamu wrote:
Quote::
Negara lain sudah berbicara masalah luar angkasa tapi ya bangsa kita ya kok masih aja meributkan hal2 "kurang cerdas" and "nggak pintar" seperti ini.

Hati2! Mungkin juga kita yang "kurang cerdas" dan "nggak pintar" karena hanya menuruti terjemahan dari LAI.
Apakah anda sangat yakin nama Tuhan kita adalah 'Allah'?
Bagaimana kalau bukan 'Allah' tetapi YAHWEH atau YAHOWAH atau YEHOVAH?

Kalau namanya bukan Allah terus mau apa kita percaya Yesus Kristus itu Tuhan sendiri ya sudah titik. Dan soal nama Allah itu sudah diperjanjian lama biarlah orang yg terus mau dibawah taurat pakai namaitu sebagai pertentangan terus. Tapi tetap akui perjanjian lama itu benar Firman yg hidup dari Tuhan sendiri. Saya percaya Alkitab ditulis oleh Roh Kudus sendiri melalui orang yg dipakai Tuhan sendiri termasuk dlm Bah Ind Jadi kenapa harus kita persoalankan

Saya juga sudah check HP pdt. Yakub itu benar dan ybs menulis ada salah terjemahan LAI juga di Yehezkiel 43:16 soal kata "akan kuperlihara". Saya check di bah Inggris versi DBY tertulis I will destroy, tapi dalam Revised Standard version tertulis I will Watch over. dalam bahasa Ind juga ada 2 versi di Terjemahan baru tertulis kupelihara sedang dalam bah Ind se-hari2 tertulis "akan Kubinasankan"
Jadi kalau kita mau mempersoalkan salah benarnya gimana? Kalau begitu harus check ke bah Yunani/ Ibrani. Ya memang dibah Ibrani artinya runtuh. Jadi yg benar mungkin "Kubinasakan" Tapi kalu begitu yg salah juga terjemahan Bah Inggrisnya. Jadi semua Alkitab diseluruh dunia harus di ganti???? silahkan pikir sendiri teman2......javascript:emoticon(':cry:')
Crying or Very sad
Back to top
winroot
Guest





PostPosted: Fri Nov 05, 2004 12:15 am    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Saking gendengnya bisa aja keluar fatwa orang non muslim dilarang tinggal dibumi karena bukan pengikut, yg berhak tinggal adalah pengikut allah mereka, sebab allah mereka yg menciptakan bumi.
Back to top
Guest






PostPosted: Fri Nov 05, 2004 6:23 am    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Coba tolong RENUNGKAN, RENUNGKAN dan RENUNGKAN!

Adanya isu tentang nama Tuhan bukan untuk
diperdebatkan
, tetapi untuk menyadarkan kita dan
introspeksi, apakah kita sudah menyebut nama Tuhan
yang kita sembah dengan benar???

Nama itu PENTING! Buktinya anda tidak akan mau dipanggil
dengan nama lain selain nama yang tertera di Akte lahir.

Demikian juga dengan Tuhan, tentu Dia tidak akan mau
dipanggil dengan nama lain selain yang diberitahukan dan
dicatat pada kitab2 asli oleh para Nabi Nabi dahulu kala.

So, anda tidak bisa mengklaim nama Tuhan sebagai 'Allah'
kalau itu tidak ada dalam kitab asli.

Mungkin pengagung nama 'YAHWEH' salah,
tetapi mungkin juga benar.

Jadi, please instrospeksi! Anda dan saya bukan Nabi yang bisa
tahu persis benar tidaknya nama 'Allah'

Kalau memang orang 1slam mengklaim nama 'Allah' untuk
mereka sendiri, mengapa kita sewot???
Toh nama Tuhan kita adalah Yesus.
Nama diatas segala nama!

'Allah' itu memang nama tuhan mereka dan bukan sebutan
kepada Tuhan secara umum.

Baca: www.letusreason.org/Islam6.htm
" 'ALLAH' adalah nama dewa bulan "
(Itulah mengapa lambang orang 1slam adalah bulan sabit)

Panggil saja dia dengan YESUS atau TUHAN,
kecuali anda tahu dengan benar siapa nama Tuhan kita.

Please, jangan ada perdebatan.
Back to top
dessy
Newbie
Newbie


Joined: Oct 07, 2004
Posts: 385

PostPosted: Fri Nov 05, 2004 3:47 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Berita terakhir di milis ada yang tulis kayak gini: dari Suyapto T. <standya@cbn.net.id>
Ketika pertama kali saya menerima email dengan lampiran Surat berkop IMSI, saya mempunyai kesan penulisnya orang Kristen, karena gaya bahasa dan terminologi yang dipakai khas. Hal ini saya sampaikan kepada teman2 melalui email. Seorang teman setelah membaca komentar saya langsung membalas, mengatakan bahwa surat ini di tulis memakai compie dari orang yang bernama Yakub, dengan email address yakub @ indo.net.id, karena itu tertera dengan jelas di properties dari surat tersebut. saat itu kami belum menerima email ttg. laporan 'kebenaran Surat Mubaligh' dari sdr. Rudy Lumban Tobing.
Kemudian saya cermati, bahwa surat ini bukan hasil scanning, tapi merupakan surat yang di create dengan computer. Saya perbesar sampai 500%, baik tulisan maupun kop surat tetap bagus, yang blepotan hanya tanda tangannya. Bagi anda yang mempunyai surat ini, coba di perhatikan:
1. Tanda tangan yang tertera adalah tempelan dari hasil scanning.
2. Yang memberi kesan 'stempel' diantara dua tanda tangan, itu merupakan logo yang ditempelkan disitu.
3. Semua tulisan murni hasil ketikan compie tersebut.
4. Kop surat jelas hasil kreasi.
5. Buka properties, klik custom pada bag kanan atas, tercatat author emailnya yalah Yakub denga email address yakub @ indo.net.id
Melihat data tersebut diatas, apakah betul pernyataan Pak Yakub bahwa dia diwawancarai oleh Majlis Talim Wonosobo?????

Saya pribadi sungguh sangat menyesalkan cara adu domba umat beragama dengan modus seperti ini.

Cuplikan dari Ulil Abshar-Abdalla kepada Michael Utama saya kutip: "...Saya sendiri meragukan apakah kelompok yang bernama IMSI itu ada, atau kalaupun ada memang benar-benar merupakan organisasi yang sungguh-sungguh atau hanya himpunan segelintir orang yang kurang kerjaan saja. Andai organisasi itu ada, maka apa yang ditulis oleh IMSI dalam suratnya itu jelas adalah omong kosong yang sama sekali tak berdasar. Omongan itu hanya bisa keluar dari orang yang tak paham ajaran Islam.
Surat IMSI itu memang nonsense. Tapi beberapa orang --entah Muslim atau Kristen-- bisa terprovokasi oleh surat semacam itu. Dan jika surat ini di-download
kemudian disebar-luaskan ke umat, kesalahpahaman bisa meruyak. Umat kerapkali mendapatkan informasi yang membingungkan tentang agama. Informasi semacam ini biasanya datang dari orang-orang yang pengertiannya tentang agama kurang mendalam....."

Doakan orang2 yang menulis surat Mubaligh ini supaya Tuhan sendiri yang memberikan pencerahan dan tidak membuat sesuatu yang bisa merugikan umat beragama.

HATI - HATI DG ADU DOMBA!
Back to top
View user's profile
Yohanes
Guest





PostPosted: Fri Nov 05, 2004 4:07 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Yg terkasih dalam Kristus,

Mari kita fokus pada surat teguran itu sendiri (seperti judul topik forum ini) dan kesampingkan dahulu masalh perbedaan pandangan yg terjadi di internal kristen sendiri mengenai nama "ALLAH" tersebut.

Seperti yg saya ungkapkan sebelumnya, surat teguran itu berisi tuntutan yg tidak hanya luar biasa tp RUUAAR BIASA (seperti iklan minuman suplemen Laughing )

Bayangkan kalau tuntutan mereka di penuhi, berapa biaya, energi dan waktu yg akan terkuras. Apakah sebanding dengan alasan mereka yg hanya karena "tersinggung" yg sifatnya sangat relatif?

Kalau kita mengacu pada hukum, yg dapat dituntut adalah "pencemaran nama baik" dimana hal ini tentu sudah menunjuk org per org bukan "ketersinggungan"?

Betapa repotnya pihak pengadilan kalau "ketersingguan" bisa dianggap suatu masalah hukum. Maaf, bandingkan dengan negara AS, bagaimana presidennya di caci maki luar biasa, apakah kemudian hal ini menjadi perkara hukum?

Sekali lagi maaf, kita sedih bahwa efek dari rendahnya tingkat pendidikan mayoritas bangsa kita menyebakan mudah sekali masyarakat terprovokasi untuk dimanfaatkan oleh org2 intelektual yg jahat dan picik.


Terkadang memang kita harus berani "melawan" tentunya jangan diartikan dengan angkat senjata tp melawan dengan tidak perlu memenuhi tuntutan mereka.
Yg terjadi biarlah terjadi, artinya kita berdoa supaya Tuhan yg melindungi kita, Ingat Jika YESUS di pihak kita siapakah lawan kita?

Saudara, kalau memang konsekuensi dr tidak digubrisnya tuntutan itu adalah penganiaan thd kita maka itu hrs kita hadapi.

Kenapa? karena penganiaan terhadap pengikut Kristus tidak dapat dihindari karena memang itulah penggenapan Firman Tuhan.
Jadi kalau memang saat itu hrs datang, entah sekarang atau besok atau tahun depan, suka atau tidak suka, itu pasti digenapi.

Kedengaran ekstrim? ya. Tp tidakkah para martir jg hrs mati demi sesuatu yg benar.
Back to top
Guest






PostPosted: Fri Nov 05, 2004 8:21 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Dear brothers,

Kalaupun surat Mubaligh itu benar dan dilegalisir oleh
pemerintah, kenapa kita harus cemas dan mikirin
biaya2nya?

Kita di Indonesia sepatutnya bersyukur, Alkitab masih
diperbolehkan dan surat kemarin hanya meminta
pengubahan terjemahan saja (kalau surat itu benar).

Dibelahan dunia lain, ada pemerintah yang melarang
Alkitab beredar. Bahkan ada yang harus menebus dengan
nyawa karena memiliki Alkitab.

So, apa susahnya untuk tidak menyebut "Allah" tetapi
cukup dengan "Yesus" saja.

Tuhan orang 1slam jelas beda dengan orang Tuhan orang Kristen.
Baca: bibleandquran.org/alla...elohim.htm
(Please baca, saya yakin jadi berkat buat anda)

Jadi, kenapa harus menyebut nama yang sama untuk Object
yang berbeda?


.
Back to top
sansulung
Guest





PostPosted: Sat Nov 06, 2004 4:58 am    Post subject: Sebutan "Allah": Tradisi Kristen sebelum Muhammad Reply with quote

Cool Bambang Noorsena: "Nama Allah dalam bahasa Arab berasal dari tradisi Kristen sebelum lahirnya Nabi Muhammad."
Silakan klik:
www.angelfire.com/id2/...s/Nama.htm
Back to top
Guest






PostPosted: Sat Nov 06, 2004 5:49 am    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Tamu wrote:
Yohanes wrote:
Untuk kasus yg sedang di permasalahkan disini, dimana letak kerugian mereka kalau kita menggunakan kata "Allah".

Anda bernama Yohanes, relakah anda bila orang lain
memanggil/mengganti anda Udin, atau Ujang atau Ogah?

Apalagi dengan Tuhan, pasti tidak akan suka namaNya di ganti.

Kita semua di Indonesia juga telah memanggil Tuhan dengan nama 'Allah'
Tetapi apakah kita sudah mendapat 'restu' bahwa kita boleh
memanggil nama Tuhan kita dengan 'Allah'?

Karena kita tidak tahu dan tidak dapat berbicara langsung dengan
Tuhan untuk mengkonfirmasi nama DIA, maka daripada kita salah dan
berdosa, lebih baik menggunakan nama yang netral yaitu 'Tuhan'
atau 'Yesus'.

Memang nama Tuhan tidak boleh disebut dengan sembarang, tapi bukan berarti tidak boleh menyebut nama Tuhan.
Nah Yahweh itu kan aslinya YHWH. Kenapa? Supaya Or Israel tidak bisa menyebutnya jadi tidak sampai berdosa. Tahu bagaimana mereka menulis Firman Tuhan pada waktu itu? Bila mereka menulis dan pas kena kata YHWH maka mereka akan pergi dulu menyucikan diri mereka dulu(mungkin semacam wuduh). Nah kita tahu dari cara mereka Nama Tuhan itu begitu dihormati. Jadi hati-lah dalam menyebut nama Tuhan Allah mu.

Tapi saya mau katakan disini "Allah" yg disebut di mukdimah dll itu adalah nama generik. Jadi bisa kita sebut Allah or Kristen atau sepupu kita sering menybutnya dengan cara khusus. Tidak masalah menurut saya. Sebenarnya semua ini sama sekali beda kenapa ada or yg kurang mengerti bisa ikut campur urusan dalam negeri or lain. GBU
Back to top
angel76
Guest





PostPosted: Sat Nov 06, 2004 4:26 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Dari milis ada yang nulis.............

Salam Kasih dalam nama Yesus Kristus,

Saudara -saudara seiman,
Hari ini (Jumat,05/11/04) saya telah berbicara langsung via HP dgn Pdt. Yakub Soelistio.Sth.MA (Gembala Jemaat GPR -{Gereja Pimpinan Roh Kudus))dan kepada Sekum GPR- Bpk. Tommy Ayawaela, sebagaiamana nomor HP yg disampaikan Sdr. Rudy Lumbantobing, terkait atas surat teguran dari IMSI kepada Dirjen Bimas Kristen DEPARTEMEN AGAMA-RI.

1. Resume pembicaraan saya dengan Pdt Yakub Soelistio : (HP. 0812 2800219 )
- Beliau mengatakan mengetahui surat IMSI tsb. tetapi bukan pemrakarsa. Surat tersebut murni
dari Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia sekaligus mendukung Majlis Ta'lim Al-Rodd Wonosobo.

- Untuk mengklarifikasi bahwa beliau tidak terkait atas surat dari IMSI tersebut dikatakan
belum sempat karena masih sibuk pelayanan diluar kota (saat ini lagi di Madiun).
- Selama ini beliau mengaku diancam akan dibunuh oleh orang Kristen sendiri karena ajaranya.

2. Resume pembicaraan saya dengan Sekum GPR . Bpk Tommy Ayawaela ( HP 0812-8737687):

- Beliau mengetahui persis isi surat dari IMSI tsb dan setuju bahwa itu adalah hak IMSI
untuk menyampaikan keberatan dan menyurati Dirjen Bimas Kristen dengan tembusan
kepada LAI (Lembaga Alkitab Indonesia). Jika mau protes jangan ke saya !! ucap beliau.
(terkesan ybs terpancing emosi saat kita keberatan akan isi surat yang tidak mendasar tsb)

- Beliau sangat setuju isi surat IMSI tsb yaitu menarik seluruh ALKITAB terbitan LAI, dan
buku-buku rohani yang lain yang menggunakan kata ALLAH.
berpendapat bahwa umat kristiani selama ini telah dibodohi oleh LAI,khotbah2 Pdt,
Pastor, Evangelis dls perihal nama sesembahan umat Nasrani.
Penelitian mereka yang sudah sampa1 ke Yerusalem lk. 3 bulan bahwa sesembahan orang Nasrani
yang benar adalah YAHWE bukan ALLAH.

- Juga membantah bila mereka dituduh dari aliran SAKSI YEHOWA.
- Mengatakan bahwa GPR sudah ada sejak tahun 1954 dan selama ini dalam setiap khotbah
kepada Jemaatnya tidak pernah menggunakan kata ALLAH melainkan YAHWE.
- Mereka yakin betul bahwa kata ALLAH itu bukan sesembahan umat Kristen / Nasrani.
- Dalam percakapan tsb saya disuruh untuk mempelajari isi Alkitab dgn benar, dan mencoba
mengajarisaya bahwa YAHWE itu adalah nama pribadi sementara ALLAH itu adalah nama jabatan
atau predikat. Di ibaratkan bahwa ALLAH = PRESIDEN hanya sbg jabatan saja, bukan nama.
(Persis banget dengan dalil yang digunakan oleh pengikut SAKSI YEHOVA )

KESIMPULAN SAYA :
1. Dalang dibalik surat IMSI tersebut adalah mereka yg berinisial Pdt. Yakub,
Tommy Ayawaela dkk. belum jelas apakah sungguh2 saya telah berbicara dengan yg
berinisial nama tsb diatas dan apakah benar mereka sbg Pdt dan Pengurus GPR ?????
walahualammmmm......
2. GPR(Gereja Pimpinan Roh Kudus)sendiri juga tidak terdaftar sebagai anggota PGI
3. Pengajaran GPR ini sudah menuju kepada penyesatan umat pilihan ALLAH (Nasrani).
4. Tujuannya JELAS yaitu selain membuat sensasi , memecah belah umat kristiani dengan mendompleng
pada IMSI dan Majlis Taklim Al-Rodd Wonosobo, pada akhirnya cita-cita untuk memiliki jemaat
yang besar tercapai dengan cara tsb.
5. Kita sebagai umat pilihan Allah, jangan mudah terkecoh akan kelicikan mereka.

REFERENSI:
"Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan
hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." (Yudas I : 18)

" Barang siapa berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barang siapa yang cemar,
biarlah ia terus cemar; dan barang siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran;
barang siap yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.(Wahyu 22 : 11)


Enol Harefa
Back to top
angel76
Guest





PostPosted: Sat Nov 06, 2004 4:35 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

ada lagi yang nulis.........

Dear All,

Ikut nimbrung ya.......
Begitu membaca tulisan "surat mubhalig" kok saya langsung nggak percaya,
karena kita menyebut Allah bukan baru sekarang. Kalau mereka merasa
tersinggung, kenapa nggak dari dulu.

Kemarin saya memang tidak langsung bereaksi karena saya ingin tahu
kebenarannya dari sisi lain. Oleh sebab itu, begitu membaca surat tsb, saya
langsung kontak dengan kakak perempuan saya yang anggota majelis taklim di
Wonosobo. Kebetulan kakak saya baru beberapa tahun murtad (masuk islam) dan
sekarang lagi getol-getolnya berdakwah. Sewaktu saya tanyakan sikapnya
tentang sebutan Allah, dia bilang islam (khususnya warga majelis taklim
Wonosobo) tidak pernah mempermasalahkannya.

Kebetulan kakak saya masih ingat konsep Allah Tritunggal, dan iapun
menjelaskan bahwa sebenarnya yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai
Tuhan itu sama dengan Allah (baca : Awloh) sesembahannya orang islam, sama
juga dengan Allah Bapa yang disembah oleh umat Kristen. Jadi menurut kakak
saya, setelah masuk islam ia tetap menyembah Tuhan yang sama, tetapi tidak
melalui Allah Anak (Tuhan Yesus) dan tidak lagi mengakui penyertaan Roh
Kudus.

Jadi, kesimpulannya pihak yang resah atau merasa dirugikan dengan sebutan
Allah di kalangan umat Kristen, bukanlah orang islam. Apalagi cara/bunyi
ucapannyapun tidak sama (Awloh dengan Alah).Dan untuk saat ini yang sering
disorot oleh umat islam, bukan siapa yang kita sembah, tetapi apa yang kita
lakukan. Yang sering membuat umat islam resah adalah : pembangunan gereja,
penginjilan door to door, pembagian Alkitab kepada orang-orang non Kristen,
pelayanan diakonia yang dianggap sbg usaha kristenisasi, pembagian nasi
bungkus/pakaian pantas pakai oleh gereja, dsb.

Informasi lain saya dapatkan dari ayah saya yang tinggal di Desa Pingit,
beberapa km dari Ambarawa. Ayah saya yang majelis GKJ (Gereja Kristen Jawa)
dan masih aktif membantu yayasan pendidikan milik Gereja Isa Almasih,
mengatakan bahwa umat Kristen di sana sedang dibingungkan dengan Alkitab
versi baru yang dipromosikan layaknya kecap nomor satu. Alkitab yang
menggunahan istilah YAHWE, yang dikatakan paling benar itu dibagikan secara
gratis, untuk menggantikan Alkitab terbitan LAI. Salah satu pelaku yang
mempromosikan Alkitab versi baru tsb dulu ndompleng pelayanan di Gereja Isa
Almasih. Tapi karena dipandang mengajarkan hal-hal aneh yang tidak sesuai
dengan doktrin Gereja Isa Almasih, orang tsb dipecat. Lebih parahnya, orang
tsb sekarang bergabung dengan saudara sepupu ayah saya yang ada di Magelang
yang baru saja masuk saksi Jehova (dulu islam).

Mungkin itu sedikit info dari saya, salam hangat n GBU,
Ning

PS : Untuk teman-teman yang kontak Pdt. Yakub, tolong bilangin dech jangan
nyebarin isyu mau dibunuh orang Kristen, segala! Itu namanya
mendeskreditkan. Setahu saya sih, kekristenannya orang Jawa nggak gitu-gitu
amat dech! Biasanya kalau orang Jawa merasa sepaham ya bilang "sendika
dawuh" , tapi kalau nggak sepaham, paling ya bilang "nuwun sewu, mboten
sarujuk!!" Btw, kalau memang benar mau dibunuh, kenapa nggak lapor polisi
ya?

Mundhi Sabda Lesminingtyas
Back to top
kokow
Guest





PostPosted: Sat Nov 06, 2004 4:54 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Aku kutip dari tulisan kang emha...
---------------------------------------------------------------
Toko dalam Toko Kelontong, Kalau saja ini bisa kita terapkan (oleh Emha Ainun)


Dalam forum Maiyahan, tempat pemeluk berbagai agama berkumpul melingkar, sering saya bertanya kepada forum:

"Apakah anda punya tetangga?".
Biasanya dijawab: "Tentu punya"
"Punya istri enggak tetangga Anda?"
"Ya, punya dong"

"Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?"
"Secara khusus, tak pernah melihat "

" Jari-jari kakinya lima atau tujuh? "
"Tidak pernah memperhatikan"

"Body-nya sexy enggak?"
Hadirin biasanya tertawa.

Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka:
"Sexy atau tidak bukan urusan kita, kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja".

Keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih ungg! ul atau apapun.

Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan didalam hati.

Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah.

Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar, ngapain dia jadi non-Islam?

Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah. Justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam.

Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja didalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.

Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri,dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter,umpamanya.

Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya.

Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit.

Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah.

Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.

Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga Berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing.

Bisa memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihi kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama.

Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun.

Jangankan kerja sama dengan sesama manusia, sedangkan dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama nyingkal dan nggaru sawah.

Itulah lingkaran tulus hati dengan hati.Itulah Maiyah.

Wasallam.

Emha Ainun Nadjib
Back to top
Guest






PostPosted: Tue Jan 25, 2005 4:53 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Razz Bukan cuma berhak lagi ... tapi mungkin jangan2 kaum ismael yang nyontek karena bersumber dari pengajaran paman yang ahli kitab Razz
Back to top
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Sat Jun 03, 2006 11:27 pm    Post subject: Re: Tanggapan ttg 'Teguran Keras Para Mubaligh Indonesia' Reply with quote

Uhawan Lemuel wrote:
Saya pernah membaca buku (judulnya lupa...) bahwa memang ide penggantian panggilan itu sendiri berasal dari seorang hamba Tuhan yang pindah agama dari Islam ke Kristen.

Jika Alkitab yang ada di Indonesia harus ditarik dan diganti dengan versi "Yahwe", dapat dibayangkan berapa cost yang dikeluarkan oleh satu pihak (ambil contoh 1 orang Kristen memiliki 1 Alkitab, dan di Indonesia ada 20 juta orang Kristen dan harga Alkitab Rp35.000) jadi akan ada biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 700 M. Di satu sisi pihak penerbit akan mendapatkan laba Rp 140 M. (misalkan dapat fee sebesar 20%). Suatu bisnis yang LUMAYAN.....

Apakah Anda berpikir Kitab Umat Perjanjian TUHAN (Alkitab yang memakai nama YHWH) adalah ladang bisnis. Kami memperolehnya dengan gratis bahkan memperoleh sepuluh eksemplar. Adalah terlalu picik jika kita memakai nama YHWH untuk kepentingan diri kita sendiri seperti memperkaya diri sendiri. Bisa-bisa para pengagung nama YHWH akan dijungkirbalikkan oleh YHWH jika melakukan hal yang tidak etis tersebut. Ingatlah bagaimana YESUS KRISTUS menjungkirbalikkan meja-meja penukar uang dan pedagang di Bait Suci.

Atau mungkin tempat pelayanan dan orang-orang Kristen di lingkungan Anda memang bersikap dan berpikir untuk memperkaya diri dengan memakai nama TUHAN (pelayanan sebagai tempat cari duit)? Kalau memang demikian keadaannya, bersiap-siaplah dijungkirbalikkan oleh YESUS KRISTUS. Kasihan deh loe.....

Untuk kokow yang posting tentang tulisan Emha Ainun Nadjib, memangnya Emha itu bisa apa? Novia Kolopaking yang Kristen sudah dipengaruhi untuk jadi Islam baru kemudian dinikahi. Kalau Emha Ainun Nadjib menghargai agama orang lain, dia tidak akan melakukan hal tersebut. Ferdinand Marcos bisa menulis buku tentang demokrasi namun apa buktinya? Dia digulingkan karena anti demokrasi.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index -> Berita/Artikel di Salib.Net All times are GMT + 7 Hours
Go to page Previous  1, 2, 3  Next
Page 2 of 3


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum


Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.