salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: buyjerseysdallas
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1614

People Online:
Members: 0
Visitors: 26
Bots: 0
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Dvd Debat Islam Vs Kristen ke 7 sudah tesedia
Last post by golgota in Agenda Kita on Sep 23, 2017 at 10:02:38

Debat Islam vs Kristen di Surabaya
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 28, 2017 at 14:51:17

Rencana Debat terbuka dgn Islam di Univ.Muhammadiyah Sidoard
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 16, 2017 at 23:25:28

Gsm Membahas : Doktrin Allah Tritunggal
Last post by golgota in Agenda Kita on May 30, 2017 at 15:16:22

Kebangkitan Yesus
Last post by golgota in Belajar Alkitab on Apr 24, 2017 at 16:17:42

Tolong minta didoakan...!
Last post by butrus8cv in Konseling on Mar 19, 2017 at 07:33:46

Seminar Apologetika di GKKK Makassar
Last post by Denny in Agenda Kita on Jan 19, 2016 at 14:25:17

Video Seminar: "HYPER GRACE" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 27, 2015 at 09:45:33

Video Seminar: BIBIT, BEBET, BOBOT, & BIBLIKA (Pdt. YTH)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 23, 2015 at 05:15:55

Natal 2015 - "Sebelum Abraham jadi, Yesus sudah ada"
Last post by golgota in Agenda Kita on Dec 10, 2015 at 15:34:13

We have received
12800210
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Mengenai Salib.Net > > Berita/Artikel di Salib.Net > > LIFE & WORKS-2 : CONCEPT OF GRACE (Pdt. Sutjipto Subeno)
Result

LIFE & WORKS-2 : CONCEPT OF GRACE (Pdt. Sutjipto Subeno)
Beberapa artikel atau berita di salib.net mungkin menggelitik Anda untuk diperbincangkan lagi. Anda bisa mendiskusikannya di sini.
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index > > Berita/Artikel di Salib.Net
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Denny
Newbie
Newbie


Joined: Jun 24, 2006
Posts: 954
Location: -

PostPosted: Thu Jul 06, 2006 8:39 am    Post subject: LIFE & WORKS-2 : CONCEPT OF GRACE (Pdt. Sutjipto Subeno) Reply with quote

Ringkasan Khotbah : 8 Januari 2006

Life & Works: Concept of Grace


Nats: Mat. 20:1-16

oleh :
Pdt. Sutjipto Subeno, S.Th., M.Div.




Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur ini mengajarkan tentang hal Kerajaan Sorga di dalam kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita telah memahami sebelumnya tentang konsep waktu dimana konsep waktu yang diajarkan dunia berbeda dengan yang Tuhan ajarkan. Tuhan menegaskan bahwa waktu-waktu ini adalah jahat; waktu ini bersifat linier, kita tidak akan dapat memutar waktu kembali maka waktu ini menjadi dimensi pembatas. Waktu adalah anugerah Tuhan karena itu gunakanlah waktu ini dengan bijaksana, pakailah seluruh waktu ini hanya untuk memuliakan nama-Nya. Sayang, banyak orang tidak menyadari akan hal ini, manusia telah berdosa sehingga seluruh pola berpikirnya pun menjadi rusak, total deprativity maka tidaklah heran kalau seluruh waktunya digunakan untuk hal-hal berdosa, seluruh hidupnya dikendalikan oleh uang yang hanya sebuah benda mati. Manusialah yang mengendalikan benda mati bukan sebaliknya. Hari ini kita akan merenungkan tentang konsep anugerah yang menjadi tema utama dari perumpamaan ini.

Perhatikan, si tuan empunya kebun anggur ini sebelum mempekerjakan si pekerja, ia mengadakan kesepakatan mengenai upah kerja sedinar sehari dengan pekerja pertama yang bekerja mulai pagi dimana upah satu dinar ini merupakan upah layak dan cukup untuk hidup sehari itu. Kira-kira pukul sembilan, pukul dua belas, pukul tiga dan pukul lima si tuan ini kembali mencari pekerja dan kali ini, ia tidak mengadakan kesepakatan lagi mengenai upah dengan mereka. Kini, waktunya si tuan membayarkan upah pada pekerjanya dan ternyata setiap pekerja mendapatkan upah sama, yakni satu dinar maka hal ini mengundang protes bagi mereka yang bekerja seharian. Pertanyaannya sekarang adalah kalau hari itu kita yang menjadi pekerjanya apakah kita juga ikut protes? Andaikata hari itu kita diupah dua dinar sehari dan yang lain mendapat upah satu dinar apakah kita masih juga protes?

Sadarlah kalau hari ini kita masih hidup dan bekerja maka itu semata-mata karena anugerah. Tuhan Yesus menegaskan bahwa upah yang diberikan itu adalah hak si tuan yang empunya kebun anggur. Merupakan natur manusia berdosa yang selalu ingin mendapatkan keuntungan maka tidaklah heran ketika diri merasa dirugikan maka orang akan menuntut. Inilah wajah dunia berdosa yang mempunyai jiwa egois dimana konsep mendapat atau kehilangan, gain or lose telah mencengkeram hidupnya sehingga segala sesuatu yang dilakukan haruslah menguntungkan. Ironisnya, dalam hal beragama pun manusia masih memikirkan untung dan rugi. Kalau “tuhan“ yang hari ini ia sembah tidak memberikan keuntungan maka ia akan berpindah ke agama lain yang memberikan keuntungan lebih. Dan yang sangat memprihatinkan dalam Kekristenan muncul pandangan yang salah, yakni orang menganggap dengan memberikan persembahan atau pelayanan maka Tuhan akan memberkati dengan berlimpah-limpah.

Puncak kerusakan agama ini muncul ketika Yohan Tetzel menjual surat indulgensia atau surat pengampunan dosa sebab ketika uang kita berdenting di kotak persembahan maka satu nyawa melompat dari neraka ke sorga. Puji Tuhan, Tuhan membangkitkan seorang bernama Marthin Luther yang berani menyatakan kebenaran bahwa kalau kita diselamatkan maka itu semata-mata karena anugerah dan kita harus kembali pada kebenaran sejati yaitu Firman dan beriman pada Kristus, sola gracia, sola scriptura, sola fide. Peranan reformasi dalam konsep anugerah ini sangatlah signifikan sebab dari sinilah tonggak kebenaran itu ditegakkan kembali.

Konsep anugerah yang diajarkan oleh Tuhan ditentang keras oleh dunia karena:

1. Konsep anugerah – berorientasi pada Allah.

Dunia merasa terbelenggu dengan adanya konsep anugerah yang mengharuskan mereka harus selalu berorientasi kepada Allah. Manusia lebih suka konsep gain or lose karena konsep ini berorientasi pada diri sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Sadarlah, hari ini kalau kita bisa hidup, bekerja dan mempunyai keahlian maka itu semua karena anugerah Tuhan semata karena itu, segala hal yang kita lakukan haruslah memandang kepada Allah bahkan setiap hal yang kita pelajari di sekolah yang kita anggap tidak terkait dengan Tuhan sesungguhnya itupun tidak lepas dari Tuhan. Sayangnya hari ini banyak orang mendualismekan antara Tuhan dan dunia, orang menganggap bahwa segala hal yang berurusan Tuhan hanya ketika kita berada di gereja dan selain itu tidak. Waspadalah! Iblis dengan segala cara selalu mencoba menghancurkan manusia. Iblis selalu berusaha menjauhkan manusia dari Allah, salah satunya iblis menawarkan konsep gain or lose. Janganlah kita terjebak masuk dalam jebakan iblis yang menawarkan segala hal yang menggiurkan namun berakhir dalam kebinasaan. Kasih Tuhan pada manusia sangatlah besar, Dia telah berkorban untuk kita supaya kita yang adalah seteru Allah diperdamaikan kembali dengan-Nya. Tuhan Yesus telah memberikan diri-Nya menjadi tebusan demi supaya kita mendapatkan keselamatan kekal dan untuk pengorbanan-Nya, Dia tidak pernah meminta imbalan dari kita. Inilah anugerah Tuhan terbesar yang seharusnya kita syukuri. Betapa "kurang pintar" manusia kalau tidak menyadari bahwa ketika kita berada dekat dan hidup bergaul dengan Tuhan justru itulah saat yang terindah. Sebaliknya, iblis tidak akan pernah memberikan keuntungan pada kita, iblis selalu mengharapkan imbalan dari apa yang ia berikan. Ironis, orang lebih memilih kenikmatan duniawi yang ditawarkan iblis yang bersifat sesaat. Bagaimana dengan kita, siapakah yang lebih kita pilih, Tuhan ataukah iblis?

2. Konsep Anugerah – menunjukkan kelemahan manusia

Manusia tidak suka kalau dirinya dianggap lemah. Adalah sifat manusia berdosa yang selalu menyombongkan dirinya, orang ingin menunjukkan pada dunia bahwa tanpa Tuhan, ia mampu melakukan segala hal. Kalau hari ini kita dapat hidup dan bekerja maka itu semata-mata karena anugerah Tuhan. Perhatikan, si tuan itulah yang mencari dan memanggil pekerja; kitalah yang membutuhkan pekerjaan, bukan si tuan yang empunya kebun. Namun, manusia begitu sombong merasa diri pandai dan kuat sehingga dengan berani mengadakan kesepakatan dengan si tuan empunya kebun anggur dan ketika upah yang diterima dirasakan tidak sesuai maka ia pun bersungut-sungut. Alkitab menegaskan bahwa tanpa Tuhan, manusia itu tidaklah berarti apa-apa, manusia bukanlah siapa-siapa, kita hanyalah manusia berdosa yang seharusnya dibuang. Tidak ada sedikitpun jasa kita yang membuat Allah harus menyelamatkan kita. Tidak! Seluruh yang ada pada kita itu asalnya dari Tuhan karena itu, jangan ada seorangpun yang menyombongkan diri sebab tanpa Tuhan semua itu akan sia-sia. Biarlah dengan rendah hati kita mau mengaku di hadapan Tuhan, kalau bukan anugerah Tuhan yang menopang maka hancurlah semua hidup kita. Biarlah kita senantiasa mengevaluasi diri, sadar bahwa masih banyak orang yang lebih pandai, lebih kaya dan lebih dari segalanya dari kita. Kalau hari ini kita dapat percaya Tuhan sehingga kita peroleh keselamatan maka itu semua karena anugerah.

3. Konsep Anugerah – bertentangan dengan strategi iblis

Iblis dengan licik selalu meng-indoktrinasi manusia dengan konsep bahwa Allah seharusnya adil begitu pula dengan hal pemberian upah dan kalau Allah tidak dapat memenuhi keadilan itu maka iblis yang baik akan memenuhi segala permintaan manusia. Salah! Allah adalah Allah yang adil dan Allah yang adil itu adalah Allah yang menghukum manusia tetapi Dia juga adalah Allah yang baik yang menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Sifat Allah yang Maha Kasih sekaligus Maha Adil haruslah kita pahami secara paralel. Dunia lebih suka adil atau kasih, yakni keadilan tanpa kasih atau kasih tanpa keadilan. Tuhan mengajarkan sebaliknya kasih dan adil harus berjalan secara bersama. Pertanyaannya bagaimana kita dapat menjalan kasih dan keadilan secara bersamaan? Jawabnya adalah hanya anugerah Tuhan. Dalam perumpamaan ini jelas bahwa sebelumnya telah terjadi kesepakatan tentang upah antara tuan dan si pekerja, yaitu sedinar sehari maka kesepakatan ini dirasakan adil sehingga si pekerja pun setuju namun perhatikan, di satu sisi si tuan rumah ini adil tetapi bukankah dia juga boleh berbuat baik dengan memberikan upah yang sama besar pada mereka yang hanya bekerja beberapa jam saja, bukan? Keadilan dan kebaikan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Tidak! Salib merupakan bukti kasih dan keadilan Tuhan dijalankan secara bersamaan; manusia berdosa harus dihukum dan karena kasih, Ia rela memberikan diri-Nya untuk menjadi tebusan. Keadilan yang dijalankan tanpa kasih maka akan menjadi kekejaman sebaliknya kasih tanpa keadilan maka dunia justru akan semakin liar. Iblis tidak dapat menjalankan keadilan dan kebaikan secara bersamaan karena dibalik kebaikan yang dilakukan pasti ada tuntutan dari iblis. Jangan tertipu, dunia pun bisa berbuat baik tetapi perbedaannya dengan anak Tuhan adalah dunia ketika berbuat baik selalu mengharapkan suatu imbalan atau ada sesuatu keuntungan yang didapatkan, yaitu ingin mendapatkan sorga. Pertanyaannya sekarang adalah berbuat baik demi untuk mendapatkan sorga apakah dapat dikatakan sebagai perbuatan baik? Dalam perbincangan dengan anak muda yang kaya Tuhan menegaskan bahwa perbuatan baik bukanlah jaminan untuk masuk sorga.

Implikasi hidup didalam anugerah Tuhan ada beberapa aspek:

1. Hidup Bertanggung Jawab

Segala yang ada pada kita itu juga merupakan anugerah begitu juga dengan harta yang ada pada kita sekarang itu pun bukan milik kita, harta kita merupakan titipan dari Tuhan maka kita harus menggunakannya dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Janganlah kita berbuat sembrono dengan anugerah yang Tuhan sudah berikan. Hati-hati dengan akal licik iblis yang selalu mengiming-imingi manusia dengan kenikmatan duniawi yang bersifat semu. Ingat, iblis tidak pernah memberi dengan cuma-cuma, dibalik mulutnya yang manis tersimpan racun. Semua kenikmatan dunia yang diberikan itu berakhir dengan kebinasaan kekal. Puji Tuhan, Tuhan berkenan memberikan anugerah yang berlimpah, seperti kesehatan, kepandaian, pekerjaan, harta dan masih banyak lagi pada kita maka pergunakanlah dengan bertanggung jawab. Ketika orang masih sehat maka orang tidak pernah menyadari betapa berharganya kesehatan; orang tidak menghargai anugerah kesehatan yang Tuhan berikan dan orang baru menyadari betapa berharganya kesehatan ketika ia sudah sakit. Karena itu, kalau hari ini kita masih diberikan waktu oleh Tuhan maka jangan sia-siakan. Gunakanlah seluruh waktu, kepandaian, harta dan seluruh yang ada pada kita untuk kemuliaan nama-Nya sebab semua itu asalnya dari Tuhan. Melalui perumpamaan ini Tuhan ingin melatih dan mendidik kita untuk melakukan segala sesuatu dengan bertanggung jawab maka hidup akan menjadi lebih indah.

2. Hidup Bersyukur

Manusia tidak menyadari kalau sesungguhnya konsep “gain or lose“ justru akan menyengsarakan hidupnya. Ketika ia merasa dirugikan, ia akan marah dan sepanjang hari itu ia akan selalu bersungut-sungut maka dapatlah dibayangkan bagaimana kehidupannya sehari-hari. Kemarahan ini disebabkan karena ia merasa dirugikan. Andaikata tidak ada pekerja yang bekerja pukul sembilan, pukul dua belas, pukul tiga dan pukul lima pastilah si pekerja ini tidak akan menjadi marah begitu pula kalau andaikata si pekerja ini tidak tahu kalau ternyata upah yang diterima pekerja yang lain itu sama dengannya pastilah ia tidak menjadi marah. Permasalahan itu muncul ketika ia mengetahui bahwa ternyata tidak ada perbedaan antara pekerja yang seharian bekerja dengan mereka yang hanya bekerja satu jam saja. Hal ini menunjukkan keegoisan pribadi karena diri merasa dirugikan padahal sebelumnya telah terjadi kesepakatan tentang upah sedinar sehari lalu yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa ketika pertama terjadi kesepakatan ia tidak merasa dirugikan? Sesungguhnya si pekerja ini tahu bahwa upah sedinar sehari tersebut sudah mencukupi seluruh kebutuhannya bahkan keluarganya untuk sehari itu. Andai si pekerja ini menyadari kalau pekerjaan dan upah yang diterima itu merupakan anugerah dan ia mengerjakan segala hal penuh dengan ucapan syukur maka hidupnya pasti akan menjadi lebih indah.

3. Hidup Berkelimpahan

Orang akan merasakan kebahagiaan sejati pada saat ia memberi, hidup berbagi dengan orang lain. Jangan pernah berpikir bahwa hidup kita akan menjadi lebih berbahagia ketika kita hanya menerima saja tanpa mau memberi. Tidak! Orang yang hanya mau menerima tetapi tidak mau memberi justru akan menyengsarakan dirinya, sebagai contoh: laut mati adalah laut yang tidak pernah berbagi, ia hanya mau menerima maka lama kelamaan ia hanya menjadi laut mati. Orang yang hidupnya melimpah dengan berkat maka ia akan dipakai Tuhan menjadi saluran berkat yang luar biasa. Hari ini dunia mengajarkan bahwa tidak ada yang gratis maka tidaklah heran kalau dunia ini menjadi kacau. Tuhan telah memberikan anugerah secara cuma-cuma pada kita maka kita pun harus membaginya kepada orang lain dengan demikian kita dapat menjadi saksi bagi-Nya. Hendaklah Maukah kita dipakai Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain? Amin.



(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)


Sumber :
www.griis.org/ringkasa...060108.htm
Back to top
View user's profile Visit poster's website AIM Address MSN Messenger Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index -> Berita/Artikel di Salib.Net All times are GMT + 7 Hours
Page 1 of 1


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum


Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.