salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: buyjerseysdallas
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1614

People Online:
Members: 0
Visitors: 41
Bots: 1
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Dallas Cowboys Jersey of the game
Last post by buyjerseysdallas in Berita/Artikel di Salib.Net on Nov 10, 2017 at 05:52:31

Dvd Debat Islam Vs Kristen ke 7 sudah tesedia
Last post by golgota in Agenda Kita on Sep 23, 2017 at 10:02:38

Debat Islam vs Kristen di Surabaya
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 28, 2017 at 14:51:17

Rencana Debat terbuka dgn Islam di Univ.Muhammadiyah Sidoard
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 16, 2017 at 23:25:28

Gsm Membahas : Doktrin Allah Tritunggal
Last post by golgota in Agenda Kita on May 30, 2017 at 15:16:22

Kebangkitan Yesus
Last post by golgota in Belajar Alkitab on Apr 24, 2017 at 16:17:42

Tolong minta didoakan...!
Last post by butrus8cv in Konseling on Mar 19, 2017 at 07:33:46

Seminar Apologetika di GKKK Makassar
Last post by Denny in Agenda Kita on Jan 19, 2016 at 14:25:17

Video Seminar: "HYPER GRACE" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 27, 2015 at 09:45:33

Video Seminar: BIBIT, BEBET, BOBOT, & BIBLIKA (Pdt. YTH)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 23, 2015 at 05:15:55

We have received
12781988
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Mengenai Salib.Net > > Berita/Artikel di Salib.Net > > REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI
Result

REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI
Beberapa artikel atau berita di salib.net mungkin menggelitik Anda untuk diperbincangkan lagi. Anda bisa mendiskusikannya di sini.
Go to page 1, 2  Next
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index > > Berita/Artikel di Salib.Net
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Denny
Newbie
Newbie


Joined: Jun 24, 2006
Posts: 954
Location: -

PostPosted: Sat Jul 01, 2006 3:12 pm    Post subject: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Gerakan Reformed Injili Menantang Zaman-1 :

REALITA ABAD POSTMODERN DAN TANTANGAN DARI GERAKAN REFORMED INJILI

oleh :
Denny Teguh Sutandio


Dunia di mana kita hidup saat ini yaitu di abad 21 adalah dunia yang telah, sedang dan akan memasuki abad postmodern. Kalau kita melihat sejarah dunia, dunia boleh dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, yaitu abad pramodern di mana di dalam abad ini tenaga manusia yang diutamakan. Maka tidak heran, timbullah Revolusi Perancis, dll. Abad ini dilanjutkan dengan berkembangnya paham rasionalisme yang menganggap rasio adalah penentu segala-galanya. Paham ini akhirnya memimpin dunia masuk ke dalam abad modernisme. Di dalam abad ini, segala sesuatu termasuk gereja dan kebenaran Alkitab diragukan serta rasio dijunjung tinggi dengan semboyan yang dicetuskan oleh filsuf Rene Descartes, cogito ergo sum. Tidak heran, di dalam abad ini, muncullah gerakan Pencerahan (Jerman : Aufklaerung ; Inggris : Enlightenment) yang memunculkan kembali seni-seni kuno dan hal ini diimport ke dalam gereja Roma Katolik. Tetapi puji Tuhan, di tengah angkatan yang jahat ini, muncullah anak-anak Tuhan sejati, misalnya bapa gereja Agustinus yang berani mendobrak pemikiran rasionalisme dengan pemikiran yang berasal dari Alkitab, yaitu credo ut intelligam (I believe so that I understand), beberapa dari pemikiran Agustinus akhirnya menjadi cikal bakal gerakan Reformasi yang diprakarsai oleh Dr. Martin Luther dan diteruskan oleh John Calvin, pendiri theologia Reformed yang berbasiskan Kedaulatan Allah. Gerakan modernisme di abad modern ini lambat laun menghilang dan mulai menyadari kelemahan dari rasio manusia, dan menjelang abad 20, kita sedang memulai suatu babak baru dalam sejarah yaitu abad postmodern. Kalau di dalam abad modern, rasio yang diutamakan, maka di dalam abad postmodern, perasaan yang diutamakan. Tidak heran, Ludwig Feuerbach menyebut agama itu hanya sekedar perasaan kebergantungan mutlak (feeling absolute dependency) saja. Segala sesuatu diukur berdasarkan perasaan. Pdt. Dr. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa abad 20 adalah permulaan abad yang "kurang pintar", karena di dalam abad ini segala macam filsafat dunia yang melawan Allah pada abad 19 diterapkan. Kalau Pdt. Dr. Stephen Tong mengatakan bahwa abad 20 adalah abad yang "kurang pintar", maka kita melihat sejarah perkembangan dunia bukan tambah baik, malahan tambah buruk dan kacau, sehingga orang dunia banyak yang frustasi, stress, dan akhirnya bunuh diri akibat tantangan yang begitu mencekam. Sebenarnya, Alkitab sudah memberitahukan bahwa pada hari-hari akhir adalah hari-hari yang jahat (Efesus 5:16). Jadi, abad di mana kita berada sekarang yang jahat ini sebenarnya menggenapi apa yang Tuhan telah nubuatkan di dalam Firman-Nya.
Apa yang membuat abad postmodern ini begitu jahat (kalau boleh dibilang, puncak kejahatan manusia) ? Prinsipnya tetap sama, bukan hanya di dalam abad postmodern, yaitu tidak ada tempat bagi Allah/Kebenaran. Dr. David F. Wells mengungkapkan fakta ini dalam bukunya No Place for Truth (Tiada Tempat Bagi Kebenaran). Injil Yohanes 1:10-11 sudah mengungkapkan fakta yang sesungguhnya bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada tempat bagi Allah, bahkan ketika Kristus datang ke dalam dunia pun, mereka menolaknya, padahal kedatangan Kristus untuk menebus dosa orang-orang yang telah tersesat jalannya. Realita ini mulai berlanjut dengan tindakan-tindakan para pemimpin agama Yahudi yang merasa diri telah menjalankan Hukum Taurat tetapi sebenarnya tidak, menyalibkan Tuhan Yesus dengan cara melemparkan keinginan mereka untuk membunuh Tuhan Yesus ini ke tangan Pilatus, karena mereka tidak diperbolehkan membunuh menurut Hukum Taurat. Lalu, realita ini berlanjut dengan para rasul Kristus dibunuh dan didera karena memberitakan Injil Kristus. Kemudian, tidak berhenti sampai di sana, keKristenan kita pada khususnya (dan tentu orang-orang dunia pada umumnya) di abad postmodern ini pun mengalami hal yang sama. Konsep Allah sebagai Pencipta, Tuhan dan Pemilik alam semesta ini didegradasi sedemikian rupa oleh manusia bahkan kalau boleh dibilang diperalat untuk menjadi alat pemuas nafsu manusia yang berdosa. Apa wujud pendegradasian ini ? Wujud utama pendegradasian ini adalah menghina otoritas Allah dan mengangkat tinggi manusia bahkan “setara dengan allah” melalui :
Pertama, hilangnya keabsolutan. Abad postmodern ini ditandai dengan propaganda ‘memutlakkan’ “segala sesuatu adalah relatif” (relativisme). Banyak manusia di dunia ini menganggap bahwa segala sesuatu itu relatif, jadi, marilah kita tidak usah menghakimi apa yang benar dan apa yang salah, karena itu tergantung manusianya saja. Berapa kalikah kita mendengar pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini dilontarkan bukan saja oleh orang-orang dunia, tetapi orang-orang Kristen juga ?! Yang lebih aneh, sambil melontarkan pernyataan bahwa segala sesuatu adalah relatif, mereka akan marah dan “mengkritik” kembali orang lain yang mengkritik ajaran yang salah. Jadi, istilahnya, mereka ‘memutlakkan’ kerelatifan semu yang mereka bangun sendiri. Kalau mereka benar-benar ingin menyuarakan kerelatifan, seharusnya mereka masa "kurang pintar" dan cuek dengan orang lain yang mengkritik ajaran yang salah, tetapi ironisnya tidak demikian ! Itulah manusia yang berdosa. Pdt. Dr. Stephen Tong mengatakan bahwa semua filsafat dunia yang melawan Alkitab pasti akan menyerang dirinya sendiri. Saya mengaminkan pernyataan ini. Kembali, konsep kerelatifan ini juga masuk ke dalam wilayah agama. Banyak orang dunia (bahkan tidak sedikit orang “kristen”) mengucapkan, “semua agama itu sama dan menuju kepada satu tujuan yang sama”. Sambil berkata demikian, herannya, orang ini hanya memiliki satu agama (dan bukan semua agama). Kelemahan lain adalah orang yang mengatakan demikian jika seorang pria yang sudah beristri pasti hanya memilih satu wanita untuk dijadikan istrinya, dan bukan semua wanita. Bukankah seharusnya orang yang mati-matian menyuarakan bahwa semua itu sama saja, berarti dalam memilih istri pun, semua wanita itu sama saja ? Pertanyaannya, mengapa semua wanita itu tidak dijadikan istrinya ? Sungguh tidak konsisten ! Di dalam keKristenan, banyak orang membangun konsep relativisme ini ke dalam suatu bentuk yang kelihatan ‘rohani’ yaitu oikumene, dengan alasan satu tubuh Kristus yang terdiri dari banyak anggota lalu ditafsirkan bahwa tidak peduli dari gereja mana yang penting ada di dalam satu tubuh Kristus. Tetapi orang yang membangun konsep ini jika ditanya, maukah dia kembali ke Katolik Roma, kan katanya kita satu tubuh Kristus, pasti jawabannya tidak mau. Di sisi lain, gerakan relativisme ini juga muncul mulai dari gereja-gereja Roma Katolik dengan ide ‘theologia’ religionum (atau pluralisme iman) dengan menggabungkan semua theologia agama-agama dan filsafat ini masuk ke dalam mayoritas gereja-gereja Protestan mainline dengan semangat humanisme (men”tuhan”kan manusia) dan social “gospel” (“injil” sosial). Tidak heran, banyak “hamba Tuhan” dan jemaat di dalam gereja-gereja ini selalu mengagung-agungkan konsep membantu korban bencana alam dan melakukan aksi-aksi sosial lebih daripada tindakan pengabaran Injil secara verbal (bukan berarti membantu korban bencana alam itu tidak boleh).
Kedua, hilangnya otoritas (atau anti-otoritas). Abad postmodern ini juga ditandai dengan konsep anti-otoritas di mana segala otoritas hendak dibuang dan dihilangkan karena dianggap menghalangi konsep sosial di dalam masyarakat. Tidak heran, munculnya feminisme begitu diterima dengan bersemangat, bahkan di dalam ke”kristen”an, muncul “theologia” feminisme yang mulai mempertanyakan mengapa nama Bapa yang digunakan di dalam doa Bapa Kami, bukan nama Ibu. Selain itu, banyak anak memberontak terhadap orangtua, seolah-olah mereka lebih mengetahui dari orangtua mereka. Kemudian, di dalam keKristenan pun, konsep anti-otoritas sudah mau diperkembangkan secara luas. Liturgi-liturgi gereja yang dipelihara dan diturunkan mulai sejak zaman bapa-bapa gereja sekarang sudah digeser dan diganti dengan cara liturgi yang tidak lagi memperhatikan keteraturan dan kekudusan di dalam beribadah. Mereka ingin memuji Tuhan dengan seenaknya sendiri tanpa memperhatikan kaidah-kaidah liturgi yang telah diwariskan dan kualitas lagu-lagu yang sesuai dengan Alkitab. Akibatnya, banyak orang Kristen memuji Tuhan dengan sembrono tanpa mengerti dan menguji setiap isi dari lagu-lagu yang dinyanyikan apakah sesuai dengan Alkitab atau sesuai dengan filsafat dunia. Selain itu, efek yang ditimbulkan adalah banyak gereja mirip dengan diskotek yang diselimuti dengan hal-hal rohani. Lalu, mereka menghina gereja-gereja Protestan sebagai gereja yang tidak ada “roh kudus” selain karena menurut mereka di dalam gereja-gereja Protestan tidak ada gejala-gejala tumbang, dll, yang menurut mereka itu dari “roh kudus” (itu sama sekali bukan dari Roh Kudus yang asli), juga karena di dalam gereja-gereja Protestan ada liturgi yang menurut mereka membosankan dan terkesan “membatasi kuasa roh kudus”.
Ketiga, munculnya dualisme. Filsafat dualisme dimulai dari seorang filsuf Gerika, Plato yang kerapkali disebut Platonisme yang membedakan hal-hal yang natural dengan hal-hal yang supranatural. Gejala atheisme di dalam dunia postmodern ini salah satu ditandai dengan munculnya suatu sikap mendualisme dan memisahkan antara hal-hal yang ilmiah dengan hal-hal yang rohani. Tidak heran jika kita mungkin saja mendengar suatu pernyataan bahwa antara hal-hal ilmiah dengan hal-hal yang rohani itu tidak ada hubungannya atau kalau di dalam sebuah presentasi, hal-hal rohani itu tidak bisa didebat, jadi, jangan dimasukkan ke dalam pembahasan. Saya sudah sering mendengar pernyataan ini. Sebenarnya, apakah mereka yang mengeluarkan pernyataan ini adalah seorang “kristen” meskipun mereka mengklaim diri mereka sebagai orang “kristen” dan bahkan aktif “melayani tuhan” di dalam gereja ? Perlu kita ketahui bahwa filsafat dualisme lahir dari seorang filsuf atheis, Plato, jadi, barangsiapa yang mengikuti pandangan ini berarti orang ini juga orang atheisme meskipun mereka tak pernah terus terang menyatakan hal ini. Inilah yang disebut atheis praktis.
Keempat, berkembangnya Gerakan Zaman Baru (New Age Movement). Gerakan Zaman Baru adalah suatu gerakan yang mengemukakan suatu filsafat yang berpusatkan kepada manusia yang hebat dan bahkan dapat menjadi “allah”. Ide utama dari filsafat ini adalah manusia adalah “allah”, jadi, kembangkan sifat “ilahi” dalam diri manusia masing-masing. Gerakan ini mulai dikembangkan dengan munculnya latihan-latihan pengembangan diri, seminar pengembangan diri, yoga, waitankung, seminar kata-kata motivasi dari Andrie Wongso, gerakan penghijauan (Green Peace), dll. Ide di balik semuanya adalah ingin memperkembangkan potensi manusia semaksimal mungkin BUKAN untuk memuliakan Tuhan, tetapi untuk kehebatan diri. Anehnya, filsafat ini telah masuk ke dalam keKristenan. Banyak motivator Positive Thinking seperti Norman Vincent Peale, Robert H. Schuller, dll adalah para pemimpin “gereja” yang mengajarkan bahwa di dalam diri manusia adalah potensi ilahi, sehingga harus dikembangkan, atau istilahnya manusia adalah “ilah-ilah” kecil (little gods). Kalau manusia adalah ilah-ilah kecil, maka mereka mampu melakukan apapun juga. Kemudian, filsafat ini juga dirumuskan oleh para petinggi gereja dengan istilah “Word of Faith Movement” atau Gerakan Kata-kata Iman. Ajaran ini mengatakan bahwa ketika kita mengingini sesuatu, kita harus beriman sungguh-sungguh dan “tuhan” pasti memberinya (name it and claim it / sebut dan tuntutlah). Selain itu, filsafat Gerakan Zaman Baru juga mengajarkan bahwa adanya “wahyu-wahyu” baru dari Sang Ilahi (Avatar). Ajaran ini pun telah meracuni keKristenan dengan suatu pandangan bahwa di dalam zaman sekarang pun, Allah masih berbicara dan mewahyukan firman-Nya kepada manusia. Dengan kata lain, menerima “wahyu-wahyu” baru ini berarti sama dengan menghina Alkitab atau menganggap Alkitab ini tidak sempurna sehingga perlu ditambah “penjelasan-penjelasan” tambahan dari “allah” secara langsung.
Terakhir, penipuan realita melalui psikologi. Abad postmodern dan isinya sudah terbiasa dengan dunia maya atau non-realita yang berusaha menipu manusia di dalam dunia yang tidak sebenarnya. Permainan-permainan yang kerapkali dimainkan oleh anak-anak mulai diracuni dengan filsafat penipuan realita asli menjadi realita semu/virtual reality (suatu istilah yang berkontradiksi satu sama lain). Mengapa mereka berpikir demikian ? Karena mereka tidak menyukai dunia yang sesungguhnya yang bagi mereka jahat dan menyusahkan, lalu mereka menggantinya dengan dunia realita tetapi semu, sehingga mereka bisa berbuat apapun juga seenaknya sendiri tanpa ada standart moral apalagi standart Firman Allah. Ini disebabkan karena pengaruh psikologi yang meracuninya. Arus psikologi mulai berkembang pada abad ke-20 sebagai lawan dari theologia/ilmu tentang Allah. Coba pikirkan apa yang psikolog Erich Fromm katakan bahwa natur manusia secara intrinsik dan secara alami adalah baik, dan melihat masyarakat sebagai penyebab segala yang buruk (Paul C. Vitz, Psikologi Sebagai Agama, 2005, halaman 6). Dan anehnya, hal ini pun masuk ke dalam keKristenan. Tahun-tahun belakangan ini, banyak pemimpin gereja menyibukkan diri dalam perlombaan membangun gedung gereja sebesar dan semewah mungkin lalu mengumpulkan jemaat gereja yang mayoritas dicuri dari gereja lain. Mereka berpikir bahwa jemaat yang penuh itu tanda gereja ada “roh kudus”. Sebenarnya, mereka menggunakan psikologi massa untuk menarik sebanyak mungkin orang untuk bersenang-senang bersama. Orang-orang “kristen” di abad postmodern inipun tidak sadar bahwa mereka sedang ditipu oleh pertumbuhan jumlah jemaat suatu gereja hanya secara kuantitas (jumlah), sedangkan kalau diperhatikan kualitas rohani masing-masing jemaatnya kebanyakan rapuh dan tidak berdasar kuat. Mereka sudah diindoktrinasi bahwa kalau mengikut “kristus” pasti kaya, sukses, berkelimpahan, tidak pernah sakit, bahkan tidak pernah digigit nyamuk, dll. Itulah namanya penipuan realita yang bertujuan materialisme dan keuntungan sendiri (keuntungan suatu gereja tertentu). Padahal berkali-kali Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kalau mau mengikut-Nya, orang harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut-Nya (Matius 10:38 ; 16:24).
Setelah kita melihat kelima tanda rusaknya abad postmodern yang berintikan tiada tempat bagi Allah atau penggeseran posisi Allah yang semestinya, apakah yang akan terjadi dengan dunia kita ke depan ?
Pertama, kerusakan moral. Dunia postmodern yang memutlakkan kerelatifan lambat laun akan mengalami kerusakan moral. Mengapa demikian ? Karena setiap orang yang berbuat jahat akan berkata bahwa itu adalah urusannya sendiri dan bukan urusan orang lain (ide postmodern adalah segala sesuatu itu relatif), dan jika andaikata ini terus-menerus dibiarkan, tahukah kita dampak yang paling mengerikan yaitu dunia kita lama-kelamaan akan menjadi rusak moralnya, karena tidak ada tindakan tegas untuk melawan kejahatan. Di Indonesia, mungkin kita kurang melihat hal ini secara jelas (sering terjadi penyogokan polisi, korupsi, terorisme, dll), tetapi di Amerika Serikat, Pdt. Sutjipto Subeno pernah menuturkan bahwa jika ada orang yang mulai memasukkan unsur Allah di dalam sekolah akan dimasukkan ke dalam penjara. Coba kita pikirkan apa yang akan terjadi jika dunia kita tidak ada penebusan Kristus pasti lebih bejat moralnya. Pikirkanlah jika dualisme terus berkembang, apa yang akan terjadi dengan orang-orang Kristen di kemudian hari ? Apakah mereka menjadi orang beriman sungguh-sungguh kepada Allah atau mereka akan menjadi orang munafik yang pada hari Minggu berlagak alim, sedangkan hari-hari lainnya menjadi seorang atheis ?
Kedua, kehilangan arah. Dunia postmodern yang mengagung-agungkan semangat relatif lambat laun pasti menemui jalan buntu yang tidak mungkin diselesaikan yaitu arah yang jelas. Bagaimana mungkin suatu kerelatifan mampu menemukan suatu arah yang jelas dalam hidup ? Mari kita bersama-sama melihat dunia kita yang mengagung-agungkan semangat relatif dan kita pasti menemukan bahwa lambat laun mereka pasti kehilangan arah dan mengakibatkan kehilangan tujuan dan semangat hidup, serta ujung-ujungnya mereka membunuh diri bersama-sama. Di dalam surat kabar, cukup banyak terjadi kasus bunuh diri, stress, narkoba, dll, mengapa ? Karena mereka tidak memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas. Mereka kehilangan seorang gembala yang mampu memimpin mereka ke arah yang benar.
Ketiga, kerusakan jiwa dan mental. Dunia postmodern lambat laun akan mengakibatkan orang-orang di dalamnya mengalami suatu kerusakan jiwa alias gila. Kita menemukan banyak orang gila sedang berkeliaran di dalam dunia ini. Contohnya ? Orang yang sehat dan sadar kalau melakukan segala sesuatu itu memiliki arah dan tujuan yang jelas, tetapi orang yang sudah terganggu sarafnya pasti membutuhkan obat penambah semangat berupa kata-kata motivasi yang pasti tidak berdasarkan Alkitab untuk menambah semangat mereka dalam beraktivitas. Mereka mau dibuai oleh filsafat-filsafat dunia semu yang kosong dan tidak bernilai, sebaliknya mereka menghina Alkitab yang mutlak. Itu yang saya sebut sebagai kerusakan jiwa dan mental manusia postmodern.
Saatnya, gerakan Reformed Injili mau menantang keKristenan dan dunia kita. Dunia yang tanpa kembali kepada Kristus dan Alkitab akan semakin bobrok, bejat dan rusak. Jadi, tidak ada cara lain, kecuali kembali kepada Kristus dan Alkitab. Inilah saatnya orang Kristen menyuarakan suara kenabian kepada dunia kita yang berdosa ini dengan :
Pertama, menyuarakan Berita Firman Allah (Alkitab) ke dalam kehidupan sehari-hari. Theologia Reformed/Calvinisme menyebutnya mandat budaya (cultural mandate) di mana kita dipanggil menjadi garam dan terang Kristus ke tengah-tengah dunia ini. Di sini, kita sebagai anak-anak Tuhan bukannya dipengaruhi oleh dunia yang berdosa, tetapi mempengaruhi dunia yang berdosa dengan kebenaran Firman Allah (Alkitab) yang termutlak dan paling konsisten serta paling sempurna. Jadi, orang Kristen tidak seharusnya mendualismekan antara hal-hal rohani dengan hal-hal dunia, tetapi justru mengintegrasikannya dan kalau perlu hal-hal duniawi/sekuler yang melawan Alkitab harus disoroti dan dihakimi dengan standart Alkitab, karena segala sesuatu itu adalah dari Allah, oleh Allah dan bagi Allah (Roma 11:36). Kalau kita masih mengakui keberadaan Allah di dalam hidup kita, maka marilah kita mempersembahkan sesuatu yang bernilai dan memuliakan Allah melalui sinar terang kebenaran Allah yang menyinari hal-hal berdosa lalu membawa orang-orang yang tersesat jalannya kembali kepada-Nya. Kita dapat mempengaruhi dunia yang berdosa dan membawanya kepada Kristus dan Alkitab ketika kita mengerti benar prinsip-prinsip Alkitab.
Apakah Alkitab itu ? Hanya sekedar berisi Firman Allah atau adalah Firman Allah sendiri ? Liberalisme di dalam gereja mengajarkan bahwa Alkitab itu bukan Firman Allah, hanya tulisan manusia saja, sedangkan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth mengatakan bahwa Alkitab itu berisi Firman Allah (asumsinya tidak seluruh Alkitab adalah Firman Allah, hanya beberapa bagian saja dalam Alkitab yang berisi Firman Allah). Lalu, manakah pandangan yang benar ? Theologia Reformed/Calvinisme dengan mengikuti prinsip Reformasi dari Dr. Martin Luther kembali menegaskan bahwa Alkitab itu satu-satunya Firman Allah (Alkitab adalah Firman Allah). Dan di dalam theologia Calvinis lebih dipertegas bahwa Allah mewahyukan diri-Nya melalui dua sarana, yaitu, pertama, wahyu umum (general revelation) Allah yang diberikan kepada semua manusia tanpa kecuali yaitu hati nurani (secara internal) dan alam semesta (secara eksternal). Hati nurani sebagai pemberian Allah ini diresponi oleh manusia yang berdosa lalu timbullah agama dan kebudayaan (yang tentunya juga terdistorsi dosa), dan alam semesta diresponi oleh manusia yang berdosa dan muncullah ilmu pengetahuan (science). Wahyu umum Allah tak mencukupi syarat untuk mengenal Allah, karena wahyu umum tidak menyelamatkan, tidak menebus dan bukan seutuhnya mengenal Pribadi Allah (tetapi hanya mengetahui konsep tentang keberadaan Allah). Jadi, Allah mewahyukan diri-Nya hanya kepada orang-orang yang telah Ia pilih sebelum dunia dijadikan yaitu wahyu khusus yang berupa Tuhan Yesus Kristus (Wahyu Allah yang tidak tertulis atau nyata) dan Alkitab (Wahyu Allah yang tertulis). Melalui wahyu khusus inilah, anak-anak-Nya mampu bukan saja mengetahui konsep tentang keberadaan Allah, tetapi juga mengenal-Nya secara pribadi. Jadi, Alkitab bukan berisi Firman Allah, tetapi Alkitab itu sendirilah adalah Firman Allah yang tak mungkin bersalah dalam segi sejarah maupun pesan (disebut juga infallibility and inerrancy of the Bible). Di sini, kita melihat sebuah finalitas iman Kristen bukan karena agama dan orang Kristennya yang sempurna, tetapi Tuhan Yesus Kristus dan Alkitabnya yang paling benar dan sempurna. Puji Tuhan ! Di dalam dunia ini, tidak ada satu “kitab suci” pun yang sejelas dan selengkap Alkitab yang mampu menjelaskan permulaan dunia ini sampai kepada akhir dunia ini dengan pengenalan pribadi Allah yang jelas, prinsip-prinsip etika yang jelas, doktrinal (ajaran) yang kuat dan pendidikan serta seluruh aspek kebudayaan yang berkait dengan kebenaran Allah. Haleluya !
Tidaklah salah, apabila Dr. Martin Luther menyerukan Sola Scriptura yang berarti hanya Alkitab saja. Semangat ini juga diteruskan oleh para reformator, khususnya John Calvin dengan menafsirkan Alkitab seketat mungkin. Hanya dari John Calvin, istilah penafsiran Alkitab (hermeneutika) mulai muncul. John Calvin mulai menerbitkan buku-buku (selain buku utamanya Institutio Religiones Christianae) yaitu buku-buku tafsiran Alkitab di mana di dalam buku-buku tersebut, Calvin mengaitkan konsep-konsep Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru sebagai suatu benang merah yang saling berkaitan satu sama lain. Sejarah terus berkembang, berbagai denominasi/aliran gereja mulai bermunculan dengan berbagai macam merk, lalu mereka masing-masing banyak yang mengklaim kembali kepada Alkitab atau Alkitabiah. Lalu, standart apa yang dapat kita pakai untuk menguji apakah mereka kembali kepada Alkitab/Alkitabiah atau bukan ? Standartnya hanya satu yaitu ujilah dengan menggunakan Alkitab dan penafsiran yang ketat dan bertanggungjawab. Saya berani menantang Anda, aliran theologia mana yang demikian ketat menafsirkan Alkitab dengan mengaitkan seluruh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai suatu integrasi yang kokoh dan tak mungkin berkontradiksi satu sama lain ? Tidak ada, kecuali theologia Reformed/Calvinisme. Mengapa demikian ? Karena theologia Reformed yang dipengaruhi sejak zaman Reformasi sangat menjunjung tinggi Alkitab (Bible-centered) di atas segala-galanya, sedangkan theologia-theologia non-Reformed (liberal, Arminian, dll) menjunjung tinggi manusia (humanisme) dan materi (materialisme) di atas segala-galanya. Masalah yang kemudian muncul adalah bagaimana mengerti Alkitab dengan penafsiran yang ketat dan bertanggungjawab ? Banyak aliran sesat (bidat) di dalam keKristenan pun mengklaim bahwa mereka juga menafsirkan Alkitab dengan benar. Caranya adalah pertama, bangunlah iman sejati di atas dasar Kebenaran Firman Allah yaitu kedaulatan Allah (The Sovereignty of God) artinya Allah menjadi pusat segala sesuatu yang secara otomatis pasti menghakimi semua filsafat dan paradigma manusia yang berdosa lalu membawa mereka kembali kepada-Nya. Iman adalah kunci segala-galanya. Iman itulah cara pandang kita melihat segala sesuatu. Dr. Francis A. Schaeffer mengatakan, “I do what I think and I think what I believe (aku melakukan apa yang kupikirkan dan aku berpikir apa yang kupercaya)”. Jika iman kita kepada materialisme, maka kita melihat dan bahkan menafsirkan Alkitab pun dengan kacamata/perspektif materi, sehingga kita cenderung mencomot-comot ayat-ayat Alkitab di luar konteks untuk mendukung materialisme (ajaran/filsafat kemakmuran di dalam gereja). Cara mudah melawan ajaran ini adalah dengan mengemukakan ayat-ayat Alkitab yang melawan ajarannya misalnya, celakalah kamu yang kaya (Lukas 6:24). Iman sejati di dalam Kristus bukan aksi manusia, tetapi aksi anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya, lalu iman ini dapat bertumbuh ketika mendengarkan Firman Allah (Roma 10:17) dan bukan melalui pengalaman atau mujizat kesembuhan atau penglihatan (meskipun di zaman sekarang, Allah tetap mampu mengadakan mujizat kesembuhan dan memberikan pengalaman-pengalaman rohani, tetapi itu semuanya bukan menjadi inti iman Kristen dan berita Alkitab). Kedua, ujilah motivasi dari setiap aliran gereja dalam membangun presuposisi (praanggapan) ajaran/doktrin mereka. Setiap gereja pasti memiliki ajaran/doktrin masing-masing, tetapi yang menjadi permasalahan adalah seringkali yang mereka bangun bukan ajaran yang sehat, tetapi ajaran/doktrin yang bermotivasi jahat misalnya, mengeruk uang jemaatnya dengan alasan persepuluhan atau untuk pekerjaan Tuhan (tidak berarti tidak boleh memberikan persepuluhan), lalu kalau sudah demikian jahat, supaya kelihatan rohani, mereka mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung motivasinya yang jahat itu, misalnya, orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit (2 Korintus 9:6) dilepaskan dari konteks dan ayat selanjutnya yaitu pada ayat 7 yang mengajarkan bahwa kita harus memberikan persembahan menurut kerelaan hati kita dan jangan dengan sedih hati atau paksaan. Ketiga, bacalah seluruh pasal dan ayat serta perhatikan konteks yang ada. Seringkali banyak hamba Tuhan di atas mimbar berkhotbah dengan mengutip ayat Alkitab tertentu untuk mendukung pengajarannya, baiklah kita bukan percaya 100% saja dan menelan mentah-mentah apa yang mereka katakan, tetapi membuka kembali ayat-ayat yang mereka kemukakan dan janganlah hanya membaca ayat-ayat yang mereka baca, tetapi bacalah seluruh ayat Alkitab sebelum dan sesudahnya serta perhatikan konteks yang ada di dalamnya. Itulah prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. Setelah kita mengerti banyak ajaran/doktrin tentang Allah, Wahyu, dan Alkitab, apakah kita hanya berkutat di dalam bidang theologia dan doktrinal saja ? TIDAK ! Doktrin/ajaran tanpa ada suatu semangat/spirit yang berkobar-kobar akan menjadi suatu doktrin yang mati dan kering. Oleh karena itu gerakan Reformed tidak berhenti di dalam aspek kognitif atau rasional saja, tetapi gerakan Reformed harus ditambah semangat Injili/memberitakan Injil.
Kedua, menyuarakan Berita Injil (memberitakan Injil) kepada orang lain. Inilah yang disebut mandat Injil (Gospel mandate) oleh theologia Reformed/Calvinisme. Reformed bukan sekedar berkutat di dalam bidang theologia/doktrinal saja, tetapi juga seharusnya membakar orang-orang yang belajar theologia untuk memberitakan Injil. Percuma saja, kita mengetahui secara kognitif bahwa Kristus disalib untuk menebus manusia yang berdosa, tetapi kita tidak menjalankan aspek penginjilan sebagai respon kita yang telah ditebus oleh-Nya. Penginjilan sehat adalah penginjilan yang berjalan seimbang antara : pertama, hikmat dan kuasa Roh Kudus. Di dalam kita menginjili orang lain, hendaknya kita belajar sungguh-sungguh akan kebenaran Alkitab sehingga kita mengetahui dengan benar apa yang kita beritakan, bukan emosi semata-mata, tetapi kita juga harus mengandalkan kuasa dan urapan Roh Kudus di dalam penginjilan selain aspek pengetahuan/kognitif. Tanpa kuasa Roh Kudus yang melahirbarukan orang-orang pilihan-Nya yang berdosa, tak mungkin ada pertobatan sejati. Oleh karena itu, di dalam theologia Reformed, kelahiran baru mendahului pertobatan dan munculnya iman, karena Roh Kudus bekerja terlebih dahulu, barulah manusia dapat berespon dengan bertobat, menyesali dosa dan beriman kepada dan di dalam Kristus. Inilah yang membedakan theologia Reformed (God-centered/the sovereignty of God) dengan semua arus theologia yang selalu self/men-centered.
Kedua, penginjilan secara verbal/perkataan dan perbuatan. Dewasa ini, kita melihat ketimpangan di dalam penginjilan. Sebagian besar gereja-gereja Protestan mainline dan Roma Katolik yang dipengaruhi oleh “theologia” religionum dan social ‘gospel’ membuang aspek penginjilan secara verbal dan menggantinya dengan penginjilan sosial/perbuatan. Apa sebabnya mereka bertindak demikian ? Karena pada intinya mereka sudah tidak mempercayai finalitas Injil Kristus, karya Kristus dan keKristenan sendiri. Di sisi lain, ada gerakan Neo-Pentakostalisme sangat berapi-api memberitakan Injil secara verbal/perkataan dan membawa sebanyak orang yang belum Kristen untuk kembali kepada Kristus (itu baik), tetapi sangat disayangkan perbuatan mereka tidak kalah rusaknya dengan orang-orang dunia. Di Amerika Serikat, banyak penginjil di TV (televangelist) sering berkhotbah tentang Injil Kristus, tetapi beberapa dari antara mereka yang bermain pelacur di malam harinya. Lalu, bagaimana penyelesaiannya ? Reformed Injili memberikan jawaban yaitu dengan menyeimbangkan antara penginjilan secara verbal dan perbuatan. Kita tetap harus memberitakan Injil person by person (orang per orang) dengan menyadarkan mereka akan realita dosa, penebusan Kristus dan finalitas Kristus dengan berlandaskan mutlak akan kuasa dan urapan Roh Kudus selain pengetahuan yang kita miliki. Tidak hanya berhenti di dalam aspek penginjilan verbal, kita pun yang terlibat di dalam pemberitaan Injil wajib menjaga moralitas kita agar kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang kita injili. Tentu, ini adalah tanggung jawab kita yang terus-menerus mau dikuduskan oleh Roh Kudus (progressive sanctification).
Selain itu, penginjilan yang sehat adalah penginjilan yang berbasiskan kedaulatan Allah. Artinya, kita dapat menginjili setelah kita mengetahui bahwa Allah telah memilih beberapa manusia/orang di dunia ini untuk menjadi anak-anak-Nya (Yohanes 6:37, 44 ; 10 : 27-29 ; Efesus 1:3-6 ; 1 Petrus 1:2). Itulah sebabnya, di dalam penginjilan, kita harus menggunakan hikmat dan kuasa Roh Kudus. Artinya, ketika kita menginjili, biarlah kedaulatan Allah bekerja melalui kuasa-Nya kepada orang-orang pilihan-Nya dan di dalam penginjilan, jangan sekali-kali kita memaksa orang (itu sama dengan membuat Injil menjadi murah). Jikalau beberapa orang yang kita injili mentah-mentah menolak Injil yang kita beritakan, segera tinggalkan orang tersebut dan tunggulah beberapa waktu sampai mereka benar-benar menyadari bahwa mereka membutuhkan Injil, tetapi apabila kita telah berulang kali memberitakan Injil kepadanya, dan sampai hampir mati, ia menolak Injil, kita harus merelakannya, karena orang-orang tersebut jelas bukan umat pilihan-Nya. Hanya orang-orang yang meresponi Injil Kristus yang sejati yang kita beritakan lah yang Tuhan munculkan sebagai umat pilihan-Nya.
Hari ini, izinkanlah saya menantang Anda, di dalam siapa/apakah iman Anda dibangun ? Materialisme atau humanisme atau psikologi modern atau relativisme modern atau Allah sendiri ? Biarlah setiap kita mengintrospeksi diri kita apakah benar kita sudah beriman sungguh-sungguh hanya kepada Kristus dan menjadikan-Nya Tuhan, Raja dan Pemilik hidup kita karena kita telah dibeli oleh pengorbanan Kristus dan harganya telah lunas dibayar. Maukah Anda hari ini beriman kepada Kristus sebagai Tuhan, Raja, Pemilik dan Pemerintah hidup kita sehingga hidup kita akan menemukan damai sejahtera sejati dari Allah ? Biarlah Roh Kudus mengubah paradigma Anda selama ini. Segala puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus, Allah Trinitas yang Kekal, Mahakasih, Mahaadil, Mahabijaksana, Mahakuasa, dan Mahakudus. Soli DEO Gloria. Solus Christus.

Sumber pemikiran :
John Calvin, Pdt. Dr. Stephen Tong, Pdt. Sutjipto Subeno, M.Div., Pdt. Ir. Amin Tjung, M.Th., Ev. Dra. Mercy Grace Preally Matakupan, S.Th., Prof. David F. Wells, Ph.D. (buku “No Place for Truth/Tiada Tempat Bagi Kebenaran”), Prof. Dr. Paul C. Vitz (buku : “Filsafat Sebagai Agama : Kultus Penyembahan Diri”), Dr. Loraine Boettner (buku “Iman Reformed/Reformed Faith”) dan Dr. Francis A. Schaeffer.
Back to top
View user's profile Visit poster's website AIM Address MSN Messenger Yahoo Messenger
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Sun Jul 02, 2006 7:13 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Denny wrote:
Gerakan Reformed Injili Menantang Zaman-1 :

REALITA ABAD POSTMODERN DAN TANTANGAN DARI GERAKAN REFORMED INJILI

oleh :
Denny Teguh Sutandio

Hari ini, izinkanlah saya menantang Anda, di dalam siapa/apakah iman Anda dibangun ? Materialisme atau humanisme atau psikologi modern atau relativisme modern atau Allah sendiri ?



Shallom,

Hari ini, izinkanlah saya menantang Anda, di dalam siapa/apakah iman Anda dibangun ? YHWH atau Allah?

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"


Last edited by Buddy on Thu Oct 19, 2006 12:13 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Denny
Newbie
Newbie


Joined: Jun 24, 2006
Posts: 954
Location: -

PostPosted: Thu Jul 06, 2006 8:23 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Jelas, kalo di Indonesia, iman kita dibangun di dalam nama Allah bukan YHWH. YHWH itu sebutan org2 Israel thd nama Allah, kalo di Indonesianya sich diimport dari Arab, Allah, ya, pake aja. Itu tdk mjd soal. Sesuatu yg tdk perlu dipermasalahkan, ya, jangan dibesar-besarkan. Apa motivasi dan tujuan Anda bertanya demikian ?

_________________
“…the true light of wisdom, sound virtue, full abundance of every good, and purity of righteousness rest in the Lord alone.”
by: Dr. John Calvin, Institutes of the Christian Religion (USA: Westminster John Knox Press, 2006), Book I, Chapter 1.
Back to top
View user's profile Visit poster's website AIM Address MSN Messenger Yahoo Messenger
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Wed Dec 20, 2006 1:56 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Denny wrote:
Jelas, kalo di Indonesia, iman kita dibangun di dalam nama Allah bukan YHWH. YHWH itu sebutan org2 Israel thd nama Allah, kalo di Indonesianya sich diimport dari Arab, Allah, ya, pake aja. Itu tdk mjd soal. Sesuatu yg tdk perlu dipermasalahkan, ya, jangan dibesar-besarkan. Apa motivasi dan tujuan Anda bertanya demikian ?

Shallom,

זבובי מות יבאיש יביע שמן רוקח יקר מחכמה מכבוד סכלות מעט׃
"Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh daripada hikmat dan kehormatan".
υμεις προσκυνειτε ο ουκ οιδατε ημεις προσκυνουμεν ο οιδαμεν οτι η σωτηρια εκ των ιουδαιων εστιν
"Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi"

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"


Last edited by Buddy on Tue Jul 08, 2008 1:47 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
hesadrian
Newbie
Newbie


Joined: Sep 26, 2006
Posts: 44
Location: Jakarta Barat

PostPosted: Wed Dec 20, 2006 3:54 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Shallom,

wah wah, kalau untuk masalah YHWH dan Allah, ini sih hanya masalah bahasa, menurut saya kedua kata tersebut tidak dapat diperbandingkan, oleh karena berbeda bahasa,
akan lebih baik untuk membandingkan dengan memakai 2 kata yang berasal dari bahasa yang sama. misalnya YHWH dengan Ellohim/El/Elloi(Hebrew), atau Theos, theos dengan Khurios(Greek), atau Allah dengan Tuhan(Indonesia), atau Allah dengan Ilah(arab), atau mungkin bahasa yang lainnya.

atau bila ingin memakai 2 kata atau lebih namun berbeda bahasa, akan lebih baik mencari sinonim dari kata-kata tersebut ditilik dari segi etimologi-nya. Karena bila membedakan 2 buah kata yang berbeda bahasa dan dengan arti yang berbeda akan sia-sia alias ga nemu-nemu.

_________________
Regards,
Hesadrian

Jesus Bless Us
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Thu Dec 21, 2006 12:19 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

hesadrian wrote:
Shallom,

wah wah, kalau untuk masalah YHWH dan Allah, ini sih hanya masalah bahasa, menurut saya kedua kata tersebut tidak dapat diperbandingkan, oleh karena berbeda bahasa,
akan lebih baik untuk membandingkan dengan memakai 2 kata yang berasal dari bahasa yang sama. misalnya YHWH dengan Ellohim/El/Elloi(Hebrew), atau Theos, theos dengan Khurios(Greek), atau Allah dengan Tuhan(Indonesia), atau Allah dengan Ilah(arab), atau mungkin bahasa yang lainnya.

atau bila ingin memakai 2 kata atau lebih namun berbeda bahasa, akan lebih baik mencari sinonim dari kata-kata tersebut ditilik dari segi etimologi-nya. Karena bila membedakan 2 buah kata yang berbeda bahasa dan dengan arti yang berbeda akan sia-sia alias ga nemu-nemu.

Shallom,

Masalahnya bukanlah tentang bahasa namun tentang iman. Apa bedanya orang bisu beragama Islam dengan orang yang mau mengagungkan nama YHWH namun bisu? Pakai abjad bahasa orang bisu sekalipun kedua kata itu beda dan berlainan artinya. Lha yang mau menyamakan itu yang bikin bermasalah.

Mungkin sudah sepantasnya Indonesia diterpa berbagai bencana karena orang-orang yang beragama Kristennya berusaha menyeleweng. Maka orang akan berkata, " Sebab mereka meninggalkan YHWH, TUHAN mereka, yang membawa nenek moyang Israel keluar dari tanah Mesir, dan sebab mereka berpegang pada illah lain dan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya. Itulah sebabnya YHWH mendatangkan segala malapetaka ini ke atas mereka."

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"


Last edited by Buddy on Tue Jul 08, 2008 1:48 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Makabeus
Newbie
Newbie


Joined: Dec 13, 2006
Posts: 7

PostPosted: Thu Dec 21, 2006 1:13 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Mungkin sudah sepantasnya Indonesia diterpa berbagai bencana karena orang-orang yang beragama Kristennya berusaha menyeleweng. Maka orang akan berkata, " Sebab mereka meninggalkan YHWH, TUHAN mereka, yang membawa nenek moyang Israel keluar dari tanah Mesir, dan sebab mereka berpegang pada ilah lain dan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya. Itulah sebabnya YHWH mendatangkan segala malapetaka ini ke atas mereka."[/quote]


lalu bagaimana Kasih dan Anugerah yang sudah diberikan melalui Yesus Kristus??????????
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Thu Dec 21, 2006 10:17 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Makabeus wrote:
lalu bagaimana Kasih dan Anugerah yang sudah diberikan melalui Yesus Kristus??????????

Shallom,

Saya harap Anda mengerti apa yang disebut KASIH di dalam YESUS KRISTUS dan ANUGERAH yang diberikan olehNya.

Seorang pembunuh sekalipun bisa diampuni dosanya, namun akankah dia bisa menghindari konsekuensi kejahatan yang harus dihadapinya? Dia harus menuai apa yang dia tabur.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Angel
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 436
Location: In His heart

PostPosted: Sat Dec 23, 2006 7:04 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

AloW,

bener kak buddy.
seperti daud yang menikahi istri pasukannya, sehingga anaknya harus mati.

tapi kok ini rasanya jadi rumit ya??????????
why?????????
what's up?????????????
kunaon?????????????????
ono opo to????????????????
what's wrong?????????????????????
ada apa ni????????????????????????????

om Dan??????
dimana dirimu????
minta masukan donk...........

thx ya.............
bye all..........
GBU

_________________
Always be God's love!!!
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Sun Dec 24, 2006 1:56 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Angel wrote:
AloW,
tapi kok ini rasanya jadi rumit ya??????????
why?????????
what's up?????????????
kunaon?????????????????
ono opo to????????????????
what's wrong?????????????????????
ada apa ni????????????????????????????

om Dan??????
dimana dirimu????
minta masukan donk...........

thx ya.............
bye all..........
GBU

Shallom,

Weleh weleh, sampeyan kuliah apa tho? Kok masalah filsafat dasar saja nggak tahu? Sebaik-baiknya sebuah filsafat manusia sudah jelas tidak akan bisa diperbandingkan dengan agama (apapun agamanya). Standarnya sudah beda. Sesuai dengan iman Kristiani, saya mendukung kepercayaan dasar para pelopor Reformasi Protestan yang dirangkum sebagai berikut:
* Sola fide ("hanya dengan iman")
* Sola scriptura ("hanya dengan Kitab Suci")
* Solus Christus ("hanya Kristus")
* Sola gratia ("hanya karena anugerah-Nya")
* Soli Deo gloria ("Pujian hanya pada Tuhan")

Namun jika kemudian saya berusaha mengemukakan sebuah pembanding lain, akankah yang dipercayai oleh Saudara Denny tentang iman kepada Allah tersebut valid.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
BambangLegowo
Newbie
Newbie


Joined: Nov 11, 2004
Posts: 3

PostPosted: Wed Dec 27, 2006 5:21 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Denny wrote:
Jelas, kalo di Indonesia, iman kita dibangun di dalam nama Allah bukan YHWH. YHWH itu sebutan org2 Israel thd nama Allah, kalo di Indonesianya sich diimport dari Arab, Allah, ya, pake aja. Itu tdk mjd soal. Sesuatu yg tdk perlu dipermasalahkan, ya, jangan dibesar-besarkan. Apa motivasi dan tujuan Anda bertanya demikian ?


Mas Denny. Orang-orang Saksi Yehuwa nggak usah ditanggapi. Bikin capek.
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Thu Dec 28, 2006 10:45 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

BambangLegowo wrote:

Mas Denny. Orang-orang Saksi Yehuwa nggak usah ditanggapi. Bikin capek.

Shallom,

Weleh weleh, lagi ngantuk ya Om? Kita lagi membedakan antara Allah dan YHWH. Kita nggak ngomongin saksi Yehovah. Topik tentang saksi Yehovah ada di forum lainnya Om.

Kalau sampeyan mau nimbrung di sini, mungkin Anda berani menjawab dengan jujur tentang pertanyaan saya berikut ini, "Apakah persamaan antara orang beragama Islam yang memanggil sesembahannya dengan nama Allah dan orang beragama Kristen memanggil sesembahannya dengan nama ALLAH?"

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Angel
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 436
Location: In His heart

PostPosted: Thu Dec 28, 2006 7:03 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

AloW,

gak ada perbedaannya donk. kan sama2 sebutannya, "Allah"
so, what's different??

yang beda cuma lafalnya aja kan???

_________________
Always be God's love!!!
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Fri Dec 29, 2006 2:59 am    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

Angel wrote:
AloW,

gak ada perbedaannya donk. kan sama2 sebutannya, "Allah"
so, what's different??

yang beda cuma lafalnya aja kan???

Shallom,

Jadi orang beragama Islam dan beragama Kristen yang saya maksud di atas nggak beda ya? Sama-sama menyembah Allah!!! Amit-amit dah.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Angel
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 436
Location: In His heart

PostPosted: Sun Dec 31, 2006 5:16 pm    Post subject: Re: REALITA ABAD POSTMODERN & TANTANGAN REFORMED INJILI Reply with quote

wew..............

jadi jawabannya???????????????????
kak buddy juga gak boleh begitu. kesannya kok judes amat.
bagaimanapun, mereka adalah saudara kita yang butuh pertolongan kita untuk kembali ke jalan Yesus.

GBU

_________________
Always be God's love!!!
Back to top
View user's profile
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index -> Berita/Artikel di Salib.Net All times are GMT + 7 Hours
Go to page 1, 2  Next
Page 1 of 2


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum


Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.