salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: buyjerseysdallas
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1614

People Online:
Members: 0
Visitors: 32
Bots: 2
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Dvd Debat Islam Vs Kristen ke 7 sudah tesedia
Last post by golgota in Agenda Kita on Sep 23, 2017 at 10:02:38

Debat Islam vs Kristen di Surabaya
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 28, 2017 at 14:51:17

Rencana Debat terbuka dgn Islam di Univ.Muhammadiyah Sidoard
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 16, 2017 at 23:25:28

Gsm Membahas : Doktrin Allah Tritunggal
Last post by golgota in Agenda Kita on May 30, 2017 at 15:16:22

Kebangkitan Yesus
Last post by golgota in Belajar Alkitab on Apr 24, 2017 at 16:17:42

Tolong minta didoakan...!
Last post by butrus8cv in Konseling on Mar 19, 2017 at 07:33:46

Seminar Apologetika di GKKK Makassar
Last post by Denny in Agenda Kita on Jan 19, 2016 at 14:25:17

Video Seminar: "HYPER GRACE" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 27, 2015 at 09:45:33

Video Seminar: BIBIT, BEBET, BOBOT, & BIBLIKA (Pdt. YTH)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 23, 2015 at 05:15:55

Natal 2015 - "Sebelum Abraham jadi, Yesus sudah ada"
Last post by golgota in Agenda Kita on Dec 10, 2015 at 15:34:13

We have received
12833977
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Mengenai Salib.Net > > Berita/Artikel di Salib.Net > > TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5)
Result

TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5)
Beberapa artikel atau berita di salib.net mungkin menggelitik Anda untuk diperbincangkan lagi. Anda bisa mendiskusikannya di sini.
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index > > Berita/Artikel di Salib.Net
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Sugiyarto
Newbie
Newbie


Joined: Nov 26, 2004
Posts: 148

PostPosted: Thu Jun 15, 2006 12:04 pm    Post subject: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5)

Pendahuluan

Kitab Kejadian pasal 1-3 (juga 5:2) dapat dipandang sebagai prolog seluruh kitab PL dan PB, oleh karena itu ketiga pasal tersebut merupakan titik tolak semua teologi kristiani dan perbedaan cara pandang terhadap ketiga pasal ini tentu akan membawa konsekuensi hasil teologi yang berbeda pula. Dalam ketiga pasal inilah kita dikenalkan tentang: (1) Elohim Yahweh yang mahakuasa yang telah menciptakan langit dan bumi (alam semesta) (2) manusia sebagai lelaki dan perempuan yang telah diciptakan menurut gambar dan rupa Elohim Yahweh (yang mendapat nafas-hidup dariNya), dan (3) kisah sedih tentang ketidak-setiaan manusia kepada Elohim Yahweh yang mengakibatkan "terpisahnya" antara makhluk dengan Sang Pencipta.

Penelitaian yang kritis mengusulkan bahwa kita mempunyai dua sumber kejadian yang pada mulanya ditulis atau diceritakan oleh sumber yang berbeda, tetapi kemudian dikemas menjadi satu bentuk kesatuan yang saling komplemen (Bahkan pasal-pasal yang lain pun demikian juga, namun saat ini perhatian kita terpusat pada 3 pasal pertama saja).

Bagian pertama yang terkenal sebagai kisah penciptaan yaitu Kej. ps 1 : 1 - ps 2 : 4a, tersusun sangat rapi, teratur (secara bertahap menghasilkan waktu) dan sangat komprehensip sebagai hasil ciptaan Elohim yang kreatif dengan kuasa firmanNya. Bagian yang kedua yang terkenal sebagai kisah manusia di taman Eden yaitu Kej. ps.2 : 4b - 25, dan bagian yang ketiga yaitu kisah kejatuhan manusia (Kej. 3 : 1-24).

Semua kata manusia (juga orang / seseorang di seluruh kitab PL) atau man (bhs.Inggris, sebagai human being yang bersifat universal-kolektif), diterjemahkan dari kata 'adam (bhs.Ibrani, yang jumlahnya sekitar 562 kata dalam PL) yang memang berhubungan dengan kata adamah yang berarti tanah (ground). Kata lelaki (bhs. Inggris - male) dan perempuan (female) misalnya seperti pada Kej. 1:27, diterjemahkan dari bahasa Ibrani zakar (kelamin jantan) dan neqebah (kelamin betina). Tetapi pada Kej. 2: 23 kata perempuan (woman) sesungguhnya terjemahan dari kata Ibrani ishshah yang berarti manusia berkelamin betina, dan lelaki (man) terjemahan dari ish yang berarti manusia berkelamin jantan.

Pokok-pokok Kej. 1:1 - 2:4a

1. Kisah Kej.1:1 - 2:4a, konon diduga berasal dari sumber P dengan Sang Pencipta Elohim dan dipandang sebagai kisah Penciptaan (creation).

2. Dianggap berasal dari ajaran para imam (Presbyter - P) dengan bahasa yang singkat.

3. Sifat penciptaan berasal dari yang tidak ada menjadi ada dengan perantaraan firman Elohim; hal ini diimani oleh penulis Mazmur (Mazm 33 : 9) dan penulis surat Ibrani (Ibr.11:1-3). Kata kunci penciptaan ini yaitu menjadikan, terjemahan dari kata Ibrani bara; kata bara ini tidak pernah dipakai untuk melukiskan aktivitas manusia karena mengandung makna kuasa muzijat.

4. Cara penciptaan langit, bumi dan isinya (alam semesta) dirahasiakan dalam arti tidak terungkap oleh penulis Alkitab (kecuali dengan kata-kata yang sangat sederhana yaitu menjadikan dengan firmanNya), dan tidak dapat diekspresikan oleh bahasa dan aktivitas manusia. Namun ditegaskan bahwa adanya alam semesta oleh karena hasil ciptaan Elohim.

5. Proses penciptaan menghasilkan keteraturan waktu atau masa atau hari, selesai selama 6 hari dan ditutup dengan pemberkatan dan pengkudusan pada hari ke 7. Hasil penciptaan setiap hari dinyatakan baik dan sungguh amat baik pada hari keenam.

6. Manusia (adam) diciptakan dalam urutan terakhir sebagai zakar (berkelamin jantan) dan neqebah (berkelamin betina) secara serentak-bersamaan dan mempunyai sifat serupa dan segambar dengan Elohim (Kita), serta mempunyai wewenang menguasai dan menaklukkan bumi. (Insan dengan beda kelamin ini, kedua-duanya diberi satu nama yaitu adam - Kej. 5:2).

7. Adam jantan (lelaki) dan betina (perempuan) secara khusus memperoleh pesan untuk berkembang-biak (beranak-cucu).

Kej.1:1-2:4a ini antara lain menjawab pertanyaan - pertanyaan:

(1). Dari mana asalnya dan Siapa pencipta alam semesta?,
(2). Dari mana datangnya keteraturan alam termasuk waktu - hari?,
(3). Dari mana datangnya jenis-jenis makhluk hidup, dan kenapa mereka berkembang?,
(4). Bagaimana sifat khas manusia dalam hubungannya dengan Elohim Yahweh?.
(5). Mengapa sifat manusia ingin menguasai-menaklukkan alam?, dan (6). Kenapa lelaki - perempuan bersekutu dalam perkawinan untuk berkembang-biak ?.

Pokok-pokok Kej. 2: 4a - 25

1. Diduga berasal dari sumber Y (Yahweh) dan dipandang lebih bersifat kisah - cerita sebab-akibat kehidupan manusia di Taman Eden.

2. Di antara makhluk hidup, manusia - adam seorang diri dibentuk paling awal baru kemudian tumbuhan dan binatang, dan proses pembentukannya tidak melibatkan waktu.

3. Pembentukan manusia (adam) dari debu tanah (adamah) dan nafas hidup, dan binatang (juga dari tanah) melukiskan kerja tangan Elohim Yahweh dari bahan yang sudah ada, mirip cara kerja manusia sehingga Dia bertindak seperti seorang Penjunan - tukang gerabah; jadi cara kerjaNya tidak terlalu dirahasiakan.

4. Hasil pembentukan adam seorang diri dipandang sebagai karya yang 'belum baik', bahkan kehadiran binatang pun tidak dapat berfungsi sebagai penolong yang sepadan; oleh karena itu kemudian dibentuk ishshah (perempuan) dengan bahan tsela (tulang rusuk / belahan adam sendiri) yang berfungsi sebagai penolong (ezer). Pada proses pembentukan ini adam sama sekali tidak menyaksikan dan tidak mengambil peran apa pun.

5. Hubungan tanggung jawab/tugas manusia dengan Elohim Yahweh yaitu harus tunduk pada hukum (larangan)Nya dan dengan alam (taman) yaitu memeliharanya.

6. Sebutan manusia lelaki (ish) muncul bersamaan dengan munculnya sebutan perempuan (ishshah) dan keduanya dipersatukan dalam perkawinan dengan tanpa "pesan" harus beranak-cucu.

7. Bahwa pada "mulanya" lelaki dan perempuan itu merupakan satu kesatuan tubuh yang kemudian dipisahkan untuk saling menolong, lalu disatukan kembali dalam perkawinan.

Kej. 2 : 4-25 ini antara lain menjawab pertanyaan-pertanyaan :

(1). Kenapa lelaki mampu meninggalkan orang tuanya untuk erat bersatu dengan perempuan/isterinya?
(2). Dari mana datangnya istilah lelaki (ish) dan perempuan (ishshah), (3) Dari mana datangnya nafas hidup manusia yang membawa perbedaan dengan binatang, dan
(4). Kenapa manusia dapat mati dan kembali menjadi debu (ditegaskan Kej.3).

Perbedaan-perbedaan Pokok Kej.1:1-2:4a dengan Kej.2:4b-25 antara lain :

1 Sebutan bagi Sang Pencipta
2 Urut-urutan peristiwa penciptaan
3 Ungkapan bahasa (istilah jenis kelamin dan istilah "menciptakan")
4 Tanpa dan dengan bahan penciptaan

Tafsiran khusus Kej.2:4b-25 :

Ada 2 aspek utama :

1. Pesan teologis yang utama dalam perikop ini sama sekali bukan bagaimana cara Elohim Yahweh membentuk makhluk hidup khususnya manusia laki-perempuan. Makhluk hidup kenyataannya ada harus dihayati - dipercayai oleh karena buatan tanganNya, bukan caranya makhluk hidup itu diadakan olehNya. Demikian juga untuk manusia, yang pokok yaitu tentang persekutuan laki-perempuan dalam tanggung-jawabnya memelihara alam maupun mematuhi laranganNya agar terhindar dari mati.

2. Maksud adam (dalam Kej 2:23) sesungguhnya bukan akan mengatakan bahwa perempuan diambil-dibentuk dari lelaki (toh ia tidak tahu persis karena dibuat tidur), melainkan panggilan kepada manusia perempuan (ishshah) itulah yang sesungguhnya ditekankan diambil dari panggilan lelaki (ish); bandingkan dengan ungkapan Daud dalam II Sam.19:12-13. Jadi sejak semula manusia-adam sendirian memang tidak disebutkan sebagai lelaki tetapi "berpotensi" menjadi lelaki dan perempuan, dan ia menjadi lelaki terpisah ketika perempuan diambil darinya atau dengan kata lain sejak semula lelaki dan perempuan itu memang satu. Dengan demikian lelaki-perempuan keduanya dibentuk secara bersamaan. Perlu dicatat bahwa tulang rusuk hanyalah merupakan salah satu terjemahan dari tsela (ibrani) yang banyak artinya. Menurut ensiklopedi teologi yang terbaru (juga seorang Teolog) dan menurut Kamus, tsela lebih tepat dan disarankan untuk diterjemahkan side (belahan / sisi). Hal ini memperkuat pandangan bahwa adam sendirian pada mulanya terdiri atas dua belahan, yaitu belahan ish (lelaki) dan belahan ishshah (perempuan).

Kedua model tafsiran ini jelas tidak bertentangan dengan kisah penciptaan menurut Kej. 1 :1 - 2:4a, dan 5:2.

Tanggapan atas beberapa pertanyaan

Pertanyaan : Apakah manusia pertama itu laki2 dan perempuan diciptakan dari laki2?. Bila ya apa konsekuensinya dan bila tidak terus bagamana.

Jawab :

Berdasarkan ajaran gereja (GKJ) selama ini memang memberikan jawaban Ya atas pertanyaan tersebut (termasuk hasil pengumpulan pendapat bagi para peserta persekutuan pemuda GKJ Demakijo Sabtu 15 Okt '94 yang terdiri dari 12 peserta laki2 dan 12 peserta perempuan sudah termasuk 3 majelis). Jawaban ini tentu tidak mengejutkan, tetapi segera terjadi diskusi yang cukup hidup ketika saya menjawab Tidak.

Mari kita teliti bersama penyataan Elohim tentang penciptaan manusia melalui Kitab Kejadian terutama Kej.1:26-27, 2:7,18-23 (24-25) dan 5:2, karena memang inilah satu2nya sumber asli. Untuk jawaban Ya, menurut saya karena sangat mungkin dipengaruhi oleh surat2 Paulus pada I Kor. 11:8-12 dan I Tim.2:13 yang ditafsir menurut apa yang tersurat.
Kej.1:26 " Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka ......." ; berarti lebih dari 1 individu diciptakan oleh Elohim menurut gambar dan rupa Elohim , dan ini tentu menunjuk pada ay. 27 : Maka Elohim menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Elohim diciptakanNya dia (sangat mungkin berarti 1 individu) ; laki2 (male) dan perempuan (female) diciptakanlah mereka. Sangat mungkin kata mereka ini menunjuk pada laki2 dan perempuan, dan mereka ini diciptakan dari dia (seperti akan terlihat nanti pada 2:7-22). Kedua ayat ini jelas tidak menyuratkan maupun menyiratkan bahwa manusia (dia) yang merupakan manusia pertama adalah laki2 demikian juga perempuan tidak diciptakan dari manusia laki2. Yang cukup jelas yaitu bahwa ada 1 manusia "pertama" (dia) dan mereka yang juga disebut manusia (laki2 dan perempuan) dan kesemuanya diciptakan menurut gambar dan rupa Elohim . Adanya manusia pertama (dia) menjadi nyata pada Kej. 2 :7 - 22.

Perlu dicatat bahwa proses penciptaan menurut Kej.1 - 2: 4a, berbeda (kronologisnya) dari Kej. 2:4b -25, mungkin memang beda penulis?.

Kej. 1 dan 2, kedua-duanya melukiskan keistimewaan manusia namun dengan ekspresi yang berbeda. Kej. 1, keistimewaan manusia sedemikian sehingga segala sesuatu disiapkan / diciptakan lebih dulu untuk menyambutnya, ibarat menyambut kelahiran seorang bayi, maka pakaian perlak, ranjang, selimut, sabun, bak mandi dsb. semua yang khusus untuk bayi dipersiapkan lebih dulu. Sebaliknya pada Kej.2, keistimewaan manusia sedemikian sehingga ia diciptakan lebih dulu dan segala sesuatu keperluannya dipenuhi kemudian, ibarat akan membangun rumah, disain, interior dan segala asesorinya disesuaikan dengan kepentingan bagi penghuninya.

Kej. 2:7 dan 18 jelas tersurat bahwa manusia pertama masih seorang diri dan identitas kelaminnya belum / tidak jelas sampai dia dibuat tidur dan dioperasi - diambil tulang rusuknya oleh ELOHIM YAHWEH (ay.22). Baru sesudah "operasi", manusia menjadi sadar bahwa dirinya beridentitas laki2 sedangkan tulang. rusuk diciptakan menjadi perempuan. Kalimat (ay 23) yang diucapkan oleh "mantan" manusia pertama :
"inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki2",
tidak menjamin bahwa manusia pertama itu laki2 tetapi jelas bahwa saat dia berbicara dia sudah menjadi laki2 tunggal; tambahan pula sebelumnya tidak ditemui makhluk yang seperti dia selain binatang melulu, jadi perempuan itu pasti berasal dari dia bukan dari binatang (maupun yang lain).
(Bandingkan dengan analogi ini : ketika anak saya yang bungsu lahir saya sudah menjadi seorang dosen, dan tentu saya dapat berkata : "inilah dia anak seorang dosen", tetapi jelas bahwa sejak mulanya saya tentu bukan seorang dosen).
Demikian juga pada ay.25: ... "manusia dan isterinya itu" ..., sebutan manusia bukan untuk menjelaskan bahwa manusia pertama adalah laki2 tetapi malahan untuk mempertegas bahwa laki2 itu adalah tetap sebagai manusia (bukan berubah menjadi makhluk lain, kera misalnya) sekalipun telah mengalami "operasi", bahkan isterinya pun disebut juga manusia ingat kata mereka pada Kej.1:26, dan 5:2. Andaikata kata laki2 pada Kej. 2:23 : ".....sebab ia diambil dari laki2 " diartikan bahwa manusia pertama adalah laki2, sedangkan kata manusia pada ay 25: " ...... manusia dan isterinya itu" diartikan bahwa manusia pertama adalah laki2, maka konsekuensinya kata manusia dan dia pada Kej 1:27 keduanya dapat diganti dengan laki2 dan ini berakibat lanjut makna ayat menjadi sangat janggal sebab ayat ini sesudah tanda titik koma (;) ditutup dengan "laki2 dan perempuan diciptakanlah mereka".

Bila halnya demikian berarti laki2 dan perempuan keduanya diciptakan secara serentak pada saat "operasi" berlangsung, dan keduanya berasal dari seorang manusia pertama dimana sosok tubuh manusia pertama menjadi laki2 dan sebagian (belahannya) menjadi perempuan.
(Sebutan Adam, ada hubungannya dengan kata Ibrani adamah yang artinya tanah -ground; jadi nama Adam dapat menunjuk pada manusia pertama maupun manusia laki2 pertama dan biasanya tidak untuk menunjuk pada perempuan pertama yang kemudian disebut Hawa; hal ini sangat mungkin dengan pertimbangan bahwa Hawa bukan dicpitakan langsung dari tanah melainkan dari "tsela". Namun demikian keduanya toh juga berasal dari tanah; oleh karenanya Kej.5:2b: "Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, ketika mereka diciptakan", tidak salah jika dalam teks bahasa Inggris - NIV, kata man untuk "Manusia" dituliskan saja Adam.

Pertanyaan selanjutnya yaitu apakah manusia pertama, laki2 pertama, dan perempuan pertama, ketiga-tiganya merupakan gambar / rupa Elohim ?

Jawabnya tegas Ya.
Banyak penyataan Elohim tentang PribadiNya yang beridentitas laki2 saja (Bapa, ingat Doa Bapa kami misalnya) dan perempuan saja (Ibu, Yes.66:13, Maz.131) maupun kedua-duanya sekaligus (Bapa sekaligus Ibu, Ul.32:18). Yesus sebagai Anak Elohim juga memiliki gambaran sifat perempuan / ibu (Mat. 23:37 dan Mark. 15:8-10) tetapi Ia juga jelas sebagai Anak Manusia yang didosakan memiliki sifat laki2 - disunat (Luk.2:21). Jadi tidak terlalu gegabah dan bukan hal yang aneh bila ditafsirkan bahwa manusia pertama seorang diri berpotensi mempunyai identitas ganda (berpotensi menjadi laki2 dan perempuan) dan sifat ganda inilah yang kemudian dipisahkan ("dioperasi") menjadi seorang laki2 Bapak) dan seorang perempuan (Ibu) untuk selanjutnya disatukan kembali melalui perkawinan kedalam bentuk satu keluarga (ay.24). Elohim sendiri yang memecah satu menjadi dua kemudian menyatukan kembali 2 menjadi satu. (I Kor.11:8 -12 dan I Tim. 2:13 seharusnyalah ditafsirkan berdasarkan Kej. 1 dan 2 tersebut bukan sebaliknya, dan bersifat sangat kontekstual).

Pandangan teologis semacam ini menurut saya - dan inilah yang saya imani - cukup bermanfaat untuk lebih mudah menolong penghayatan bahwa kedua jenis manusia ini benar2 sederajat, saling sepadan, tidak ada yang lebih dulu, apalagi tidak ada yang lebih superior satu terhadap yang lain untuk dipersatukan didalam perkawinan, dan bahkan konsekuensinya termasuk untuk jabatan2 gerejawi-pun menjadi sederajat (Gal.3:28). Sayang kesepadanan dan kesederajatan kedua insan ini menjadi rusak sejak manusia jatuh dosa, yaitu ....."engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu" (Kej.3:16).

Tradisi laki2 menguasai (atau lebih superior dari pada) perempuan yang merupakan buah dosa inilah yang berlaku sampai sekarang, termasuk cara menafsir Kej. 1 dan 2 bahwa manusia pertama darinya perempuan diciptakan adalah seorang laki2, bahkan sampai keterbatasan perempuan terhadap jabatan2 gerejawi sebagaimana tradisi Yahudi.
(Sesungguhnyalah banyak tokoh2 perempuan dalam Perj. Lama - Ester, Debora, nabiah Hanna - misalnya, yang mestinya patut diperhatikan kesederajatannya terhadap laki2. Kehadiran Yesus didunia yang juga mengangkat derajat kaum perempuan sudah sangat jelas bahwa selama pelayananNya, Ia selalu dikerumuni / disertai oleh banyak perempuan, mengampuni perempuan pelacur, menghargai perempuan yang mengurapiNya, dan bahkan para perempuanlah (Maria M dkk) yang pertama kali mendapat kehormatan menyambut kebangkitanNya; dapat mudah dihayati bahwa Yesus sebagai "perjaka" dapat bergaul dengan banyak perempuan karena Ia memang memiliki sifat -Ibu).

Kristian H. Sugiyarto
GKJ Demakijo
(Diambil dari materi kotbah 1994)
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Thu Jun 15, 2006 10:52 pm    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Sugiyarto wrote:
TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5)


Tafsiran khusus Kej.2:4b-25 :

Ada 2 aspek utama :

1. Pesan teologis yang utama dalam perikop ini sama sekali bukan bagaimana cara Elohim Yahweh membentuk makhluk hidup khususnya manusia laki-perempuan. Makhluk hidup kenyataannya ada harus dihayati - dipercayai oleh karena buatan tanganNya, bukan caranya makhluk hidup itu diadakan olehNya. Demikian juga untuk manusia, yang pokok yaitu tentang persekutuan laki-perempuan dalam tanggung-jawabnya memelihara alam maupun mematuhi laranganNya agar terhindar dari mati.

2. Maksud adam (dalam Kej 2:23) sesungguhnya bukan akan mengatakan bahwa perempuan diambil-dibentuk dari lelaki (toh ia tidak tahu persis karena dibuat tidur), melainkan panggilan kepada manusia perempuan (ishshah) itulah yang sesungguhnya ditekankan diambil dari panggilan lelaki (ish); bandingkan dengan ungkapan Daud dalam II Sam.19:12-13. Jadi sejak semula manusia-adam sendirian memang tidak disebutkan sebagai lelaki tetapi "berpotensi" menjadi lelaki dan perempuan, dan ia menjadi lelaki terpisah ketika perempuan diambil darinya atau dengan kata lain sejak semula lelaki dan perempuan itu memang satu. Dengan demikian lelaki-perempuan keduanya dibentuk secara bersamaan. Perlu dicatat bahwa tulang rusuk hanyalah merupakan salah satu terjemahan dari tsela (ibrani) yang banyak artinya. Menurut ensiklopedi teologi yang terbaru (juga seorang Teolog) dan menurut Kamus, tsela lebih tepat dan disarankan untuk diterjemahkan side (belahan / sisi). Hal ini memperkuat pandangan bahwa adam sendirian pada mulanya terdiri atas dua belahan, yaitu belahan ish (lelaki) dan belahan ishshah (perempuan).

Kedua model tafsiran ini jelas tidak bertentangan dengan kisah penciptaan menurut Kej. 1 :1 - 2:4a, dan 5:2.

Kristian H. Sugiyarto
GKJ Demakijo
(Diambil dari materi kotbah 1994)

Shallom,

Seiring dengan waktu akhirnya saya bisa mempelajari pengertian yang Anda miliki. Menurut saya, sesuai dengan postingan saya, memang Adam memiliki kromosom yang berpotensi 2 sifat yaitu X dan Y. Kromosom ini bisa dikembangkan menjadi laki-laki atau perempuan. Sedangkan dalam diri Hawa hanya memiliki 1 sifat yaitu X. Oleh karena itu saya bisa merunut pengembangan pembuatan seorang Hawa.

Meskipun self existence dari Adam sendiri tidak terganggu dengan adanya Hawa namun dia kemudian mengetahui asal usul Hawa dengan pernyataan," "inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki", Dengan suatu pertimbangan bahwa setelah dia ditidurkan dan kemudian bangun, dia memiliki kemungkinan merasakan suatu kejanggalan dalam tubuhnya (hilangnya satu tulang rusuk dan berkurangnya daging) yang ada kemungkinan ditanyakan olehnya tentang penyebab hal tersebut kepada TUHAN.

Jika kita mencermati kalimat yang Adam nyatakan tersebut maka kita mungkin bisa menyimpulkan bahwa Adam cukup posesif terhadap Hawa yang berfungsi sebagai penolong (ezer) dengan pertimbangan bahwa si penolong lebih kuat daripada yang ditolong (menurut saya, Hawa memiliki kromosom XX dari pembentuk kromosom yang X yang kemudian digandakan atau biasa disebut super X). Oleh karena itu, akhirnya TUHAN menyatakan bahwa si laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Saya harap Anda tidak keliru dalam menerjemahkan dan menafsirkan Homo = manusia, Homo = sejenis, serta male X female dengan maskulin X feminin.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"


Last edited by Buddy on Sat Apr 19, 2008 7:58 pm; edited 10 times in total
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Sugiyarto
Newbie
Newbie


Joined: Nov 26, 2004
Posts: 148

PostPosted: Fri Jun 16, 2006 7:34 am    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Buddy wrote:
Sugiyarto wrote:
TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5)


Tafsiran khusus Kej.2:4b-25 :

Ada 2 aspek utama :

1. Pesan teologis yang utama dalam perikop ini sama sekali bukan bagaimana cara Elohim Yahweh membentuk makhluk hidup khususnya manusia laki-perempuan. Makhluk hidup kenyataannya ada harus dihayati - dipercayai oleh karena buatan tanganNya, bukan caranya makhluk hidup itu diadakan olehNya. Demikian juga untuk manusia, yang pokok yaitu tentang persekutuan laki-perempuan dalam tanggung-jawabnya memelihara alam maupun mematuhi laranganNya agar terhindar dari mati.

2. Maksud adam (dalam Kej 2:23) sesungguhnya bukan akan mengatakan bahwa perempuan diambil-dibentuk dari lelaki (toh ia tidak tahu persis karena dibuat tidur), melainkan panggilan kepada manusia perempuan (ishshah) itulah yang sesungguhnya ditekankan diambil dari panggilan lelaki (ish); bandingkan dengan ungkapan Daud dalam II Sam.19:12-13. Jadi sejak semula manusia-adam sendirian memang tidak disebutkan sebagai lelaki tetapi "berpotensi" menjadi lelaki dan perempuan, dan ia menjadi lelaki terpisah ketika perempuan diambil darinya atau dengan kata lain sejak semula lelaki dan perempuan itu memang satu. Dengan demikian lelaki-perempuan keduanya dibentuk secara bersamaan. Perlu dicatat bahwa tulang rusuk hanyalah merupakan salah satu terjemahan dari tsela (ibrani) yang banyak artinya. Menurut ensiklopedi teologi yang terbaru (juga seorang Teolog) dan menurut Kamus, tsela lebih tepat dan disarankan untuk diterjemahkan side (belahan / sisi). Hal ini memperkuat pandangan bahwa adam sendirian pada mulanya terdiri atas dua belahan, yaitu belahan ish (lelaki) dan belahan ishshah (perempuan).

Kedua model tafsiran ini jelas tidak bertentangan dengan kisah penciptaan menurut Kej. 1 :1 - 2:4a, dan 5:2.

Kristian H. Sugiyarto
GKJ Demakijo
(Diambil dari materi kotbah 1994)

Shallom,

Seiring dengan waktu akhirnya saya bisa mempelajari pengertian yang Anda miliki. Menurut saya, sesuai dengan postingan saya, memang Adam memiliki kromosom yang berpotensi 2 sifat yaitu X dan Y. Kromosom ini bisa dikembangkan menjadi laki-laki atau perempuan. Sedangkan dalam diri Hawa hanya memiliki 1 sifat yaitu X. Oleh karena itu saya bisa merunut pengembangan penciptaan seorang Hawa.

Sedangkan self existence dari Adam sendiri tidak terganggu dengan adanya Hawa namun dia kemudian mengetahui asal usul Hawa dengan menyatakan," "inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki2", Dengan suatu pertimbangan bahwa setelah dia ditidurkan dan kemudian bangun, dia memiliki kemungkinan merasakan suatu kejanggalan dalam tubuhnya (hilangnya 1 tulang rusuk dan berkurangnya daging) yang ada kemungkinan ditanyakan olehnya tentang penyebab hal tersebut kepada TUHAN.

Jika kita mencermati kalimat yang Adam nyatakan tersebut maka kita mungkin bisa menyimpulkan bahwa Adam cukup posesif terhadap Hawa yang berfungsi sebagai penolong (ezer) dengan pertimbangan bahwa si penolong lebih kuat daripada yang ditolong (menurut saya, Hawa memiliki kromosom X yang digandakan atau biasa disebut super X), oleh karena itu akhirnya TUHAN menyatakan bahwa si laki-laki akan meninggalkan orang tuanya dan bersatu dengan istrinya sebab mereka satu daging.

Saya harap Anda tidak keliru dalam menerjemahkan dan menafsirkan Homo = manusia, Homo = sejenis, serta male X female dengan maskulin X feminin.

Tanggapan

Terima kasih atas responnya. Tadinya saya akan merespon lain atas kromosom, sekarang tidak perlu karena pernyataan Anda di sini sudah beda dengan yang dulu. Jadi saya sependapat jika sangat mungkin Adam tunggal (ketika masih sendirian) mempunyai kromosom X dan Y, bukan XY.
Ok-lah. Perlu saya tekankan bahwa saya sangat senang andaikata Anda berusaha menkonfirmasi atau membandingkan terjemahan LAI dengan lainnya atau bahkan literalnya. Berikut saya sajikan konkordansi dan beberapa terjemahan kata tesla yang oleh LAI diterjemahkan rusuk

Konkordansi Strong
6763 [tsela` {tsay-law'} or hl'c; (fem.) tsal`ah {tsal-aw'}
Meaning: 1) side, rib, beam 1a) rib (of man) 1b) rib (of hill, ridge, etc) 1c) side-chambers or cells (of temple structure) 1d) rib, plank, board (of cedar or fir) 1e) leaves (of door) 1f) side (of ark)
Origin: from 06760; TWOT - 1924a; n f
Usage: AV - side 19, chamber 11, boards 2, corners 2, rib 2, another 1, beams 1, halting 1, leaves 1, planks 1; 41

Konkordansi BDB
8452 [f.(m.) rib, side -- 1. rib of man. 2. rib of hill, i.e. ridge, or terrace. 3. side-chambers or cells (enclosing temple like ribs). 4. ribs of cedar and fir, i.e. planks, boards (pl.), of temple wall, floor. 5. leaves of door. 6. side, of ark (!Ara]); of tabern. (!K'v.mi); of altar. (pg 854)

Berikut terjemahan tesla untuk yang bukan rusuk (LAI menerjemahkan "sisi, kamar" ada 10 kali dalam ayat-ayat berikut:

ITB Exodus 26:27 lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi yang kedua dari Kemah Suci, dan lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi Kemah Suci yang merupakan sisi belakangnya, pada sebelah barat.

ITB Exodus 26:35 Meja itu haruslah kautaruh di depan tabir itu, dan kandil itu berhadapan dengan meja itu pada sisi selatan dari Kemah Suci, dan meja itu haruslah kautempatkan pada sisi utara.

ITB Exodus 36:31 Dibuatlah juga kayu lintang dari kayu penaga: lima untuk papan-papan pada sisi yang satu dari Kemah Suci,

ITB Exodus 36:32 lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi yang kedua dari Kemah Suci, dan lima kayu lintang untuk papan-papan Kemah Suci yang merupakan sisi belakangnya, pada sebelah barat.

ITB Ezekiel 41:6 Kamar-kamar tambahan itu ada tiga tingkat dan pada satu tingkat terdapat tiga puluh kamar. Pada sekeliling dinding Bait Suci ada ceruk-ceruk untuk mengokohkan kamar-kamar tambahan itu, sebab kamar-kamar ini tidak digabungkan pada dinding Bait Suci.

Silakan uji terjemahan LAI dengan terjemahan berikut ini untuk kata " dia , ia"

ITB Genesis 2:23 Lalu berkatalah manusia itu (ha adam): "Inilah dia (happam = the occurrence – beat – anvil - foot, now, the proper step), tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."

YLT Genesis 2:23 and the man saith, 'This is the proper step! bone of my bone, and flesh of my flesh!' for this it is called Woman (ishah), for from a man (ish) hath this been taken;

Jadi jelas bahwa kata "dia" bukan menunjuk orang perempuan, melainkan suatu "proses kejadian", demikian juga "ia".

Saya juga sangat seutju bahwa pada awalnya "sang Penolong" yakni "perempuan" (Adam wanita) lebih kuat ketimbang Adam lelaki; nanti akan saya tampilkan pembahasan ini.

YBU
Kristian H. Sugiyarto
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Sat Jun 17, 2006 1:17 am    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Shallom,

Untuk hal-hal terjemahan, saya lebih mengedepankan penerjemahan pada konteksnya, tidak untuk dibandingkan. Misal:

Right wing of the golden eagle = sayap sebelah kanan milik si elang emas.
West wing of the white house = sayap sebelah baratnya gedung putih.

Arti 'sayap' pada kedua kalimat di atas sangat berbeda dan tidak memiliki keragaman bentuk sama sekali meskipun secara gramatik serupa.

Mungkin inilah yang menjadi penyebab rancunya penerjemahan Alkitab oleh LAI.

PS: postingan saya yang Anda kutip sudah saya edit untuk mengurangi kesalahpahaman.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"


Last edited by Buddy on Thu Oct 19, 2006 12:11 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Sugiyarto
Newbie
Newbie


Joined: Nov 26, 2004
Posts: 148

PostPosted: Sat Jun 17, 2006 8:45 am    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Buddy wrote:
Shallom,

Untuk hal-hal terjemahan, saya lebih mengedepankan penerjemahan pada konteksnya, tidak untuk dibandingkan. Misal:

Right wing of the golden eagle = sayap sebelah kanan milik si elang emas.
West wing of the white house = sayap sebelah baratnya gedung putih.

Arti 'sayap' pada kedua kalimat di atas sangat berbeda dan tidak memiliki keragaman bentuk sama sekali meskipun secara gramatik serupa.

Mungkin inilah yang menjadi penyebab rancunya penerjemahan Alkitab oleh LAI.

PS: postingan saya yang Anda kutip sudah saya edit untuk mengurangi kesalahpahaman.

Tanggapan
Memang konteks harus dipertimbangkan, namun juga bergantung "pengetahuan penerjemah" pula; misalnya memang konteks waktu itu "menstrusi" dianggap kotor najis, oleh karena itu harus ditahirkan (OT). Demikian juga jika wanita tidak punya anak, yang dianggap mandul kan si isteri/perempuan, sebab si suami/lelaki merasa memberi (benih) sementara itu si perempuan hanya menerima. Ini disadari oleh semua manusia se-"kurang pintar" apapun. Namun dengan pesatnya pengetahuan kita tahu bahwa benih lelaki bisa mandul dan si perempuan/isteri pun punya benih. Tapi kan sudah terlanjur menjadi adat/budaya yang mendapat aib mandul si perempuan dan menanggung kesalahan pula. Akibatnya nama-nama anaknya selalu membawa nama bapaknya bukan ibunya. Pemahaman demikian ini jelas harus diperbaiki, dan nyatanya Alkitab-penciptaan memungkinkan hal itu sebagai dasar yang kuat.
Jika Anda mau belajar lewat BibleWoks6, Anda akan banyak mengetahui ketidak tepatan terjemahan LAI. Contoh pendek saja ya, "Kasih itu sabar, murah hati, ...dst". Kata Yunani (aslinya) untuk "sabar, murah hati,....." sesungguhnya adalah verb (kata kerja); jadi yang tepat "Kasih itu bersabar, bermurah hati, ....dst". Hal ini jelas akan memberi tafsiran yang sangat berbeda, minimal bahwa Kasih itu sesuatu yang aktif bukan pasif, jadi mesti mencari terus tidak menunggu, dst.

YBU
Kristian H. Sugiyarto
Back to top
View user's profile
Jesussaves
Newbie
Newbie


Joined: Apr 06, 2006
Posts: 204
Location: Somewhere in Eastern Indonesia and Sometimes in Western Indonesia

PostPosted: Mon Jun 19, 2006 1:53 pm    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Sugiyarto wrote:
.......Jika Anda mau belajar lewat BibleWoks6,
Hi Kris, dapatnya dimana ya? Download? atau Beli? Kalau beli dimana?

Regards,

JS
Back to top
View user's profile Visit poster's website Yahoo Messenger
Sugiyarto
Newbie
Newbie


Joined: Nov 26, 2004
Posts: 148

PostPosted: Wed Jun 21, 2006 11:09 am    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Jesussaves wrote:
Sugiyarto wrote:
.......Jika Anda mau belajar lewat BibleWoks6,
Hi Kris, dapatnya dimana ya? Download? atau Beli? Kalau beli dimana?

Regards,

JS

Tanggapan

Mestinya beli, persisnya alamat saya belum tahu, namun saya yakin bisa dicari melalui internet (coba ketik saja itu Bibleworks6 di Google). Saya hanya dapat dari seseorang yang punya izin untuk software itu yang dibeli ketika ke Amerika (dan tentu bisa diupdate melalui internet), kemudian saya dipinjami langsung install di laptop saya karena kami sedang bekerja sama. Namun dari kawan lain ia mendapatkan copian duplikat dari semacam zending juga dari LN, dan "boleh" digandakan. Atas dasar itu saya ya dapat menggandakannya. Saya juga punya copian BibleWoks4, namun jelas kalah canggih.
Alamat Anda di mana; sayang saya saat ini benar-benar terrible busy.
YBU
Kristian H sugiyarto
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Sat Jul 01, 2006 2:41 am    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Sugiyarto wrote:
TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5)

Pertanyaan selanjutnya yaitu apakah manusia pertama, laki2 pertama, dan perempuan pertama, ketiga-tiganya merupakan gambar / rupa Elohim ?

Jawabnya tegas Ya.
Banyak penyataan Elohim tentang PribadiNya yang beridentitas laki2 saja (Bapa, ingat Doa Bapa kami misalnya) dan perempuan saja (Ibu, Yes.66:13, Maz.131) maupun kedua-duanya sekaligus (Bapa sekaligus Ibu, Ul.32:18). Yesus sebagai Anak Elohim juga memiliki gambaran sifat perempuan / ibu (Mat. 23:37 dan Mark. 15:8-10) tetapi Ia juga jelas sebagai Anak Manusia yang didosakan memiliki sifat laki2 - disunat (Luk.2:21). Jadi tidak terlalu gegabah dan bukan hal yang aneh bila ditafsirkan bahwa manusia pertama seorang diri berpotensi mempunyai identitas ganda (berpotensi menjadi laki2 dan perempuan) dan sifat ganda inilah yang kemudian dipisahkan ("dioperasi") menjadi seorang laki2 Bapak) dan seorang perempuan (Ibu) untuk selanjutnya disatukan kembali melalui perkawinan kedalam bentuk satu keluarga (ay.24). Elohim sendiri yang memecah satu menjadi dua kemudian menyatukan kembali 2 menjadi satu. (I Kor.11:8 -12 dan I Tim. 2:13 seharusnyalah ditafsirkan berdasarkan Kej. 1 dan 2 tersebut bukan sebaliknya, dan bersifat sangat kontekstual).

Pandangan teologis semacam ini menurut saya - dan inilah yang saya imani - cukup bermanfaat untuk lebih mudah menolong penghayatan bahwa kedua jenis manusia ini benar2 sederajat, saling sepadan, tidak ada yang lebih dulu, apalagi tidak ada yang lebih superior satu terhadap yang lain untuk dipersatukan didalam perkawinan, dan bahkan konsekuensinya termasuk untuk jabatan2 gerejawi-pun menjadi sederajat (Gal.3:28). Sayang kesepadanan dan kesederajatan kedua insan ini menjadi rusak sejak manusia jatuh dosa, yaitu ....."engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu" (Kej.3:16).

Tradisi laki2 menguasai (atau lebih superior dari pada) perempuan yang merupakan buah dosa inilah yang berlaku sampai sekarang, termasuk cara menafsir Kej. 1 dan 2 bahwa manusia pertama darinya perempuan diciptakan adalah seorang laki2, bahkan sampai keterbatasan perempuan terhadap jabatan2 gerejawi sebagaimana tradisi Yahudi.
(Sesungguhnyalah banyak tokoh2 perempuan dalam Perj. Lama - Ester, Debora, nabiah Hanna - misalnya, yang mestinya patut diperhatikan kesederajatannya terhadap laki2. Kehadiran Yesus didunia yang juga mengangkat derajat kaum perempuan sudah sangat jelas bahwa selama pelayananNya, Ia selalu dikerumuni / disertai oleh banyak perempuan, mengampuni perempuan pelacur, menghargai perempuan yang mengurapiNya, dan bahkan para perempuanlah (Maria M dkk) yang pertama kali mendapat kehormatan menyambut kebangkitanNya; dapat mudah dihayati bahwa Yesus sebagai "perjaka" dapat bergaul dengan banyak perempuan karena Ia memang memiliki sifat -Ibu).

Kristian H. Sugiyarto
GKJ Demakijo
(Diambil dari materi kotbah 1994)

Shallom,

Untuk kutipan di atas, kelihatannya Anda belum mengerti tentang male X female dengan maskulin X feminim. Menurut saya, kata male bisa berarti jantan dan female berarti betina, dan pada makhluk mamalia perbedaan jenis tersebut sangatlah terlihat secara fisik. Sedangkan TUHAN bukanlah makhluk mamalia dan saya tidak bisa mendefinisikannya.

Sedangkan YESUS KRISTUS sebagai seorang manusia dilahirkan sebagai seorang laki-laki (born as a boy, then die as a man). Dalam ilmu psikologi, seorang laki-laki bisa memiliki sifat maskulin dan feminim sekaligus, namun terdapat kecenderungan di antara dua sifat tersebut dan bahkan bisa berubah sesuai keadaan yang memicunya.

Mungkin Anda agak sedikit terpengaruh dengan konsep bahasa Jerman yang memakai predikat Maskulin, Feminim, dan Neutral di dalam pemakaian kata benda. Ini saya pertimbangkan karena Martin Luther adalah seorang Jeman dan dia pernah berusaha menterjemahkan Injil ke dalam bahasa Jerman.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"


Last edited by Buddy on Sun Dec 24, 2006 3:54 am; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
deynes
Newbie
Newbie


Joined: Apr 28, 2006
Posts: 3

PostPosted: Sat Jul 08, 2006 11:28 pm    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Jesussaves wrote:
Sugiyarto wrote:
.......Jika Anda mau belajar lewat BibleWoks6,
Hi Kris, dapatnya dimana ya? Download? atau Beli? Kalau beli dimana?

Regards,

JS

lewat google bisa kok

_________________
www.yousendit.com/tran...fd04d92e17
Back to top
View user's profile
Buddy
Newbie
Newbie


Joined: Jun 02, 2006
Posts: 2743
Location: The Real City of Heroes

PostPosted: Sat Apr 19, 2008 4:07 pm    Post subject: Re: TAFSIR PENCIPTAAN MANUSIA (Kej. 1 - 5) Reply with quote

Sugiyarto wrote:


Saya juga sangat setuju bahwa pada awalnya "sang Penolong" yakni "perempuan" (Adam wanita) lebih kuat ketimbang Adam lelaki; nanti akan saya tampilkan pembahasan ini.

YBU
Kristian H. Sugiyarto

Shallom,

Ayo Om, kapan nih pembahasannya?

Oh ya Om, itu judul mungkin sebenarnya perlu diganti menjadi "Tafsir Pembuatan Manusia" bukannya "Penciptaan" sebab manusia sebenarnya dibuat (made by the Maker) jelas bukan diciptakan (created by the Creator). Jadi posisi TUHAN pada hari ke enam berbeda dengan posisi TUHAN pada hari sebelumnya. Malahan saya mencoba mengerti mengenai posisi TUHAN di hari pertama mungkin beda dengan posisi TUHAN di hari lainnya.

Apakah mungkin setelah dibuat, si Hawa mempunyai tugas untuk "mengurus" tumbuhan sedangkan si Adam, seperti biasa, dia "mengurus" binatang? Mungkin seperti power sharing? Harap dicatat bahwa manusia (Adam dan Hawa) pada awalnya makanannya adalah buah-buahan jadi mungkin itulah peranan "Ezer" saat itu (bahkan sampai sekarang) yaitu menjaga kelangsungan hidup.

_________________
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada YHWH, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ALLAH yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau illah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada YHWH!"
Back to top
View user's profile Send e-mail Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index -> Berita/Artikel di Salib.Net All times are GMT + 7 Hours
Page 1 of 1


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum


Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.