salib.net - Mewartakan Salib dari Golgota



· Taruh di Home Page

Welcome Anonymous

Nickname
Password

Membership:
Latest: buyjerseysdallas
New Today: 0
New Yesterday: 0
Overall: 1614

People Online:
Members: 0
Visitors: 31
Bots: 2
Staff: 0
Staff Online:

No staff members are online!
Last 10 Forum Messages

Dvd Debat Islam Vs Kristen ke 7 sudah tesedia
Last post by golgota in Agenda Kita on Sep 23, 2017 at 10:02:38

Debat Islam vs Kristen di Surabaya
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 28, 2017 at 14:51:17

Rencana Debat terbuka dgn Islam di Univ.Muhammadiyah Sidoard
Last post by golgota in Agenda Kita on Aug 16, 2017 at 23:25:28

Gsm Membahas : Doktrin Allah Tritunggal
Last post by golgota in Agenda Kita on May 30, 2017 at 15:16:22

Kebangkitan Yesus
Last post by golgota in Belajar Alkitab on Apr 24, 2017 at 16:17:42

Tolong minta didoakan...!
Last post by butrus8cv in Konseling on Mar 19, 2017 at 07:33:46

Seminar Apologetika di GKKK Makassar
Last post by Denny in Agenda Kita on Jan 19, 2016 at 14:25:17

Video Seminar: "HYPER GRACE" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 27, 2015 at 09:45:33

Video Seminar: BIBIT, BEBET, BOBOT, & BIBLIKA (Pdt. YTH)
Last post by Denny in Lainnya on Dec 23, 2015 at 05:15:55

Natal 2015 - "Sebelum Abraham jadi, Yesus sudah ada"
Last post by golgota in Agenda Kita on Dec 10, 2015 at 15:34:13

We have received
12833962
page views since
April 2004

Mewartakan Salib dari Golgota

Copy and paste the text below to insert the button displayed above on your site. Thanks for your support!

Forum dan Diskusi > > Mengenai Salib.Net > > Berita/Artikel di Salib.Net > > Munir oh Munir (puisi spontan)
Result

Munir oh Munir (puisi spontan)
Beberapa artikel atau berita di salib.net mungkin menggelitik Anda untuk diperbincangkan lagi. Anda bisa mendiskusikannya di sini.
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index > > Berita/Artikel di Salib.Net
View previous topic :: View next topic  
Author Message
jisticw
Guest





PostPosted: Fri Nov 12, 2004 9:50 pm    Post subject: Munir oh Munir (puisi spontan) Reply with quote

Kepergianmu begitu cepat.....
Ternyata ada yang mempercepat kepergianmu....
Namun perjuanganmu membela keadilan.....
Akan selalu diwariskan kepada Munir2 yunior....
Selamat jalan....
Semoga kau tidak marah kepada yang meracunimu....
Ampunilah seperti Bapa mengampuni.....

Medan, 12 Nov 2004
jisticw
Back to top
the Saint
Guest





PostPosted: Mon Nov 15, 2004 7:26 am    Post subject: Re: Munir oh Munir (puisi spontan) Reply with quote

Bagi keadilan dia adalah seorang martir. Dan orang Kristen juga harus mempunyai kedilan dan keteguhan untuk menegakkan kebenaran. Semoga wakil wakil kita di dpr dapat menjadi terang bagi sekitarnya....
Back to top
bygrace
Newbie
Newbie


Joined: Nov 06, 2004
Posts: 2

PostPosted: Mon Nov 15, 2004 6:46 pm    Post subject: Re: Munir oh Munir (puisi spontan) Reply with quote

gw temukan tulisan komentar bagus ttg ini. Gw kutipin:

KASUS PEMBUNUHAN MUNIR HARUS DIBONGKAR SECARA TUNTAS

Kelanjutan cerita tentang wafatnya tokoh perjuangan HAM dan Direktur Eksekutif Imparsial , Munir, pada tanggal 7 September 2004 di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia dalam perjalanan ke Belanda, makin menarik. Saat berangkat dari Jakarta, ia berada dalam kondisi sehat. Saat pesawat singgah di Changi, Singapura, Munir mulai muntah-muntah dan dua jam sebelum pesawat mendarat di Schiphol, Amsterdam, ia menghembuskan nafas terakhir (Suara Pembaruan 12 November 2004)

Menurut suratkabar Belanda NRC Handelsblad (11 November 2004), bedah jenazah Munir dilakukan oleh Institut Forensik Belanda (NFI/Nederlands Forensisch Instituut). Sumber di Departemen Luar Negeri Indonesia menyebutkan ada zat beracun arsenicum dari hasil otopsi itu.

"Dalam bahasa Jawa, zat itu disebut warangan. Laporan hasil bedah jenazah itu sekarang berada pada Departemen Luar Negeri Indonesia di Pejambon Jakarta," tulis NRC Handelsblad.

Ditambahkan, kadar arsenicum yang terdapat di dalam tubuh Munir itu cukup mematikan. Namun, juru bicara Deplu Belanda di Den Haag tidak bersedia mengungkapkan isi laporan hasil otopsi, karena sifatnya very confidential.


SIAPA YANG MEMBUNUH MUNIR ?

Dengan hasil penemuan Lembaga Forensik Belanda, yang menyatakan bahwa dari otopsi yang dilakukan pada badan Munir almarhum terbukti adanya zat racun arsenicum yang menyebabkan kematiannya, maka jelas sudah bahwa Munir telah menjadi korban tindakan kriminal. Tetapi, siapakah atau dari kalangan manakah yang telah menghabisi nyawa tokoh perjuangan HAM yang muda ini, adalah suatu persoalan yang penting sekali untuk dibongkar.

Banyak orang tahu bahwa Munir adalah tokoh yang sejak lama dengan sangat berani mempersoalkan orang-orang yang hilang atau dihilangkan oleh aparat-aparat Orde Baru. Ia juga banyak mengangkat kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya di Indonesia (antara lain di Aceh dan Papua) dan di Timor Timur. Sikapnya yang sangat kritis terhadap berbagai tindakan aparat militer (terutama oleh sejumlah satuan-satuan TNI AD) telah diperlihatkannya selama menjadi anggota LBH, dan juga sebagai pimpinan KONTRAS serta LSM Imparsial.

Karena itu, banyak orang menduga bahwa Munir tidak disukai oleh berbagai tokoh di kalangan militer. Menurut kantor berita Belanda ANP (11 November 2004) : “Sejak minggu terakhir di Indonesia banyak yang berpendapat bahwa Munir, karena latar belakangnya, telah menjadi korban kejahatan. Bahkan banyak yang menduga bahwa Tentara Indonesia yang melatar belakangi atas kematiannya. Munir pada sebelumnya telah menjadi target sasaran dari berbagai serangan »


PEMERINTAHAN SBY HARUS TEGAS

Pemerintahan Presiden SBY harus menjadikan wafatnya Munir sebagai masalah serius yang memerlukan penanganan secara adil, jujur, tegas dan transparan. Dengan hasil otopsi yang dilakukan dinas forensik Belanda, sudah jelas bahwa kematian Munir menuntut diadakannya penyelidikan lebih lanjut yang mengarah kepada penindakan secara hukum terhadap para pelaku kejahatan tersebut, dari golongan mana pun asalnya.

Banyak orang akan mengawasi dengan cermat (dan secara kritis) sikap pemerintahan SBY mengenai kasus wafatnya Munir ini. Apakah pemerintahan SBY akan berani mengambil sikap tegas untuk benar-benar membongkar rahasia pembunuhan Munir, akan merupakan ukuran sampai dimana penegakan hukum betul-betul dapat dilaksanakan. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan di bawah Presiden SBY akan merosot atau anjlog kalau ternyata tidak mau bertindak tegas, berani dan jujur terhadap kasus kriminal yang besar ini.

Kalau pemerintahan di bawah Presiden SBY berusaha untuk mem-« peti-es »-kan, atau berusaha menyembunyikan berbagai aspek kasus ini, atau menghalang-halangi - dengan berbagai cara ! – terbongkarnya kejahatan ini, maka ini berarti bahwa praktek-praktek busuk yang telah lama dilakukan aparat-aparat Orde Baru (dan pemerintahan berikutnya) masih juga diteruskan sampai sekarang. Sebaliknya, kesungguhan yang diperlihatkan pemerintahan di bawah Presiden SBY untuk mengusut secara tuntas pembunuhan Munir akan menimbulkan kesan kepada banyak orang bahwa pemerintahannya betul-betul mau dan bisa menegakkan hukum terhadap semua pelanggaran atau kejahatan (termasuk yang dilakukan oleh kalangan militer).


PEMBUNUHAN POLITIK HARUS KITA LAWAN

Kasus pembunuhan terhadap Munir harus kita jadikan masalah nasional yang besar sebagai usaha bersama untuk mencegah diteruskannya atau bekembangnya kejahatan yang biadab ini. Sebab, kalau tidak, maka praktek jahat dan biadab semacam ini bisa terus-menerus membahayakan kehidupan politik di negeri kita.

Menurut pengacara Todung Mulia Lubis, kematian Munir memiliki pola sama dengan meninggalnya Baharudin Lopa di luar negeri, dan merupakan pembunuhan politik yang bisa terjadi pada siapa saja yang vokal terhadap pemerintah. Ini, kata dia, tanda bahaya karena orang tidak boleh lagi berbeda pendapat dan mengemukakan aspirasinya. Todung meminta, penyelidikan kasus ini tidak hanya ditangani oleh kepolisian. "Komisi Nasional HAM dan kekuatan sipil harus terlibat di dalamnya," kata dia. (Tempo Interaktif, 13 November 2004)

Kematian Munir harus bisa kita jadikan peringatan bahwa walaupun Orde Baru sudah jatuh, tetapi masih banyak orang (di kalangan aparat-aparat negara dan jugadi kalangan masyarakat luas) yang terus dihinggapi cara berfikir (dan praktek ) seperti yang lazim dipakai selama rezim militer Suharto. Memang, penculikan, penahanan sewenang-wenang, atau pembunuhan gelap yang sering terjadi zaman Orde Baru (ingat, antara lain : hilangnya anak-anak muda PRD, dibunuhnya secara gelap penyair terkenal Wiji Tukul, juga dibunuhnya dan ditahannya jutaan orang di tahun 65) sudah tidak sering terjadi lagi. Tetapi, pembunuhan terhadap Munir baru-baru ini, menunjukkan bahwa pembunuhan politik masih bisa terjadi lagi.

Dari sudut inilah kita lihat betapa pentingnya bagi kita semua untuk menjadikan masalah pembunuhan terhadap Munir sebagai aksi besar-besaran untuk meneruskan perjuangannya dalam membongkar kejahatan-kejahatan terhadap HAM. Di samping itu, lewat pengangkatan masalah pembunuhan Munir kita juga bisa mendorong, mengontrol, dan mengkritik berbagai politik dan kebijakan pemerintahan Presiden SBY dalam penegakan hukum, pembelaan HAM, dan pemberantasan sisa-sisa praktek buruk Orde Baru.


PARTISIPASI MASYARAKAT ADALAH PERLU

Untuk mendorong pemerintahan di bawah Presiden SBY supaya bisa mengusut kasus pembunuhan Munir secara tuntas, jujur, dan adil, perlu sekali seluruh kekuatan pro-demokrasi dan pro-reformasi mengadakan berbagai aksi, baik menurut bidangnya masing-masing maupun secara bersama-sama. Partisipasi masyarakat luas dalam mengawasi dengan waspada dalam penanganan pemerintah terhadap kasus ini adalah sangat perlu. Sebab, sudah ada gejala-gejala yang aneh-aneh yang terjadi di sekitar masalah ini. Di antaranya adalah : mengapa keluarga/istri Munir tidak segera menerima hasil otopsi? Dan mengapa ada kesan bahwa aparat-aparat pemerintah Indonesia “kurang greget” untuk menangani kasus wafatnya Munir?

Jelaslah bahwa pembunuhan Munir adalah masalah besar (yang serius pula), karena ada sangkut-pautnya yang erat dengan masalah-masalah politik, atau dengan masalah-masalah HAM, Dan seperti yang kita alami sendiri selama ini, masalah politik dan HAM adalah dua bidang yang telah banyak dirusak atau dibusukkan oleh rezim militer Orde Baru beserta para pendukungnya. Karena itu, membongkar pembunuhan Munir adalah merupakan juga suatu tindakan yang membongkar sisa-sisa kekuatan busuk Orde Baru.


KASUS MUNIR JANGAN DIREKAYASA !

Mengingat perjuangan Munir dalam melawan - secara berani dan gigih sekali ! – berbagai kejahatan dan pelanggaran Orde Baru di bidang HAM (yang kebanyakan dilakukan oleh kalangan militer) adalah wajar saja bahwa Munir dianggap sebagai musuh oleh kalangan tertentu. Itulah sebabnya kantor LSM-nya sudah berkali-kali diterror dan rumahnya juga pernah kena ledakan bom.

Walaupun penyelidikan pihak polisi Indonesia terhadap kasus pembunuhan ini baru mencapai tingkat permulaan, tetapi banyak orang sudah menduga (atau menuduh) bahwa ada oknum militer di belakangnya. Dan kalau dugaan atau tuduhan orang-orang ini mengandung kebenaran, maka adalah kewajiban pemerintahan SBY untuk bertindak tegas dalam menegakkan hukum dan mengusahakan supaya kasus ini dapat diselesaikan secara jujur, adil, dan transparan.

Pemerintahan Presiden SBY akan mendapat penilaian positif sekali dari rakyat luas kalau kasus pembunuhan Munir dapat dibongkar secara tuntas dan para pelakunya – atau para “otak” di belakangnya - dihukum, tidak peduli apakah mereka dari kalangan militer atau bukan. Selama ini masih banyak juga orang yang tidak percaya bahwa Presiden SBY tidak mau (atau tidak bisa) bertindak terhadap petinggi-petinggi militer yang melakukan pelanggaran atau kejahatan berat, karena Presiden SBY sendiri adalah mantan petinggi militer.

Presiden SBY (dan para pendukungnya) akan melakukan kesalahan besar sekali, seandainya karena ingin menjaga nama baik TNI maka ia akan mengusakan supaya kasus pembunuhan Munir ini jangan sampai terbongkar secara tuntas. Sebab, dengan berbagai cara dan rekayasa, kasus Munir ini bisa saja dimanipulasi. Sebaliknya, justru nama baik TNI akan “tertolong” dengan adanya penanganan kasus pembunuhan Munir ini secara jujur dan transparan. Sebab, berbagai bagian dari TNI (terutama TNI-AD) selama puluhan tahun sudah banyak sekali melakukan penahanan, penculikan dan pembunuhan (secara gelap) terhadap orang-orang tidak bersalah, tetapi sedikit sekali dari pelakunya yang dihukum.

Kasus pembunuhan Munir adalah salah satu dari banyak batu ujian bagi pemerintahan SBY apakah hukum bisa betul-betul ditegakkan, seperti yang sudah banyak dijanjikan selama kampanye pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden yang lalu. Mari sama-sama kita amati dengan waspada.

perso.club-internet.fr/kontak/
Back to top
View user's profile
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic   Printer Friendly Page     Forum Index -> Berita/Artikel di Salib.Net All times are GMT + 7 Hours
Page 1 of 1


Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum
You cannot attach files in this forum
You can download files in this forum


Semua artikel, forum, dan berita di situs ini adalah tanggung jawab para pengirim.
Silakan menyadur atau meng-copy seizin kami. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber: salib.net.
Interactive software released under GNU GPL, Code Credits, Privacy Policy
Azul theme and related images designed by Jamin - upgraded by Phoenix.